Beberapa contoh zat pewarna alami yang biasa digunakan untuk mewarnai makanan (Dikutip dari buku membuat pewarna alami karya nur hidayat dan elfi anis saati terbitan Trubus Agrisarana 2006. dapat diperoleh di toko-toko buku se Indonesia) adalah:
- KAROTEN, menghasilkan warna jingga sampai merah. Biasanya digunakan untuk mewarnai produk-produk minyak dan lemak seperti minyak goreng dan margarin. Dapat diperoleh dari wortel, papaya dan sebagainya.
- BIKSIN, memberikan warna kuning seperti mentega. Biksin diperoleh dari biji pohon Bixa orellana yang terdapat di daerah tropis dan sering digunakan untuk mewarnai mentega, margarin, minyak jagung dan salad dressing.
- KARAMEL, berwarna coklat gelap dan merupakan hasil dari hidrolisis (pemecahan) karbohidrat, gula pasir, laktosa dan sirup malt. Karamel terdiri dari 3 jenis, yaitu karamel tahan asam yang sering digunakan untuk minuman berkarbonat, karamel cair untuk roti dan biskuit, serta karamel kering. Gula kelapa yang selain berfungsi sebagai pemanis, juga memberikan warna merah kecoklatan pada minuman es kelapa ataupun es cendol
- KLOROFIL, menghasilkan warna hijau, diperoleh dari daun. Banyak digunakan untuk makanan. Saat ini bahkan mulai digunakan pada berbagai produk kesehatan. Pigmen klorofil banyak terdapat pada dedaunan (misal daun suji, pandan, katuk dan sebaginya). Daun suji dan daun pandan, daun katuk sebagai penghasil warna hijau untuk berbagai jenis kue jajanan pasar. Selain menghasilkan warna hijau yang cantik, juga memiliki harum yang khas.
- ANTOSIANIN, penyebab warna merah, oranye, ungu dan biru banyak terdapat pada bunga dan buah-buahan seperti bunga mawar, pacar air, kembang sepatu, bunga tasbih/kana, krisan, pelargonium, aster cina, dan buah apel,chery, anggur, strawberi, juga terdapat pada buah manggis dan umbi ubi jalar. Bunga telang, menghasilkan warna biru keunguan. Bunga belimbing sayur menghasilkan warna merah. Penggunaan zat pewarna alami, misalnya pigmen antosianin masih terbatas pada beberapa produk makanan, seperti produk minuman (sari buah, juice dan susu).
q KURKUMIN, berasal dari kunyit sebagai salah satu bumbu dapur sekaligus pemberi warna kuning pada masakan yang kita buat.
Pembuatan bahan warna alami sebenarnya sangatlah mudah. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai pewarna alami ditumbuk, dapat pula menggunakan blender atau penumbuk biasa dengan sedikit ditambah air, lalu diperas dan saring dengan alat penyaring. Agar warnanya cerah dapat ditambahkan sedikit air kapur atau air jeruk nipis. Setelah diperoleh air perasan pewarna, lalu disimpan di dalam lemari es atau freezer jika menginginkan disimpan lebih lama.
Jika pewarna yang digunakan berasal dari gula kelapa yang digunakan pula sebagai pewarna pemanis, maka pilih gula kelapa yang kualitasnya bagus sehingga tidak perlu menyaring, lalu larutkan dengan air dingin atau air panas bila ingin cepat. Sedangkan untuk membuat pewarna hijau sekaligus pengharum dapat digunakan kombinasi daun suji dan pandan. Keduanya sekaligus ditumbuk bersama sedikit air, peras, lalu saring.
Pigmen Cair Pekat
![]()
Untuk pemekatan dibutuhkan alat-alat yang lebih baik yaitu pelarut petroleum eter(PE), kertas saring, penyaring vakum, evaporator vakum (untuk menguapkan pelarut), lemari es.
- Ekstrak yang diperoleh dari ekstraksi cara sederhana disaring dengan penyaring vakum guna mempercepat pemisahan antara pigmen dan ampas bahan. Penyaringan tersebut dengan kertas saring.
- Tambahkan petroleum eter 2 %, guna memisahkan pigmen antosianin dengan bahan pencampurnya (non antosianin)
- Ambil warna yang ada pada petroleum eter kemudian diuapkan dengan alat evaporator vakum dengan suhu 40 – 50 C.
- Dihasilkan pigmen pekat yang lebih murni.
Pigmen Bubuk
![]()
Pembuatan pigmen bubuk dilakukan dengan menambahkan bahan pengisi (filler) seperti pati, dekstrin atau gum arab dan digunakan alat spary drier. Pewarna yang diekstrak dengan petroleum eter dicampur dengan dekstrin (10 – 30%) kemudian dimasukkan dalam spray drier dengan suhu inlet 100 – 1100C dan suhu outlet 50 – 600C. mesin dinyalakan dengan pompa vakum guna mengurangi kerusakan pigmen oleh oksigen. Bubuk pigmen yang dihasilkan kemduian dikemas dengan plastic gelap (aluminium foil) dan disimpan pada tempat yang tidak lembab.

artikel yg sgt bagus plg tdk bisa membuka wawasan bahwasanya pewarna seharusnya selain mpy nilai estetika jg mpy nilai lebih sbg antioksidan, kalo bs tulis artikel mengenai pewarna alami yg bersumber dr seaweeds spy potensi laut yg msh terpendam bs terbuka, good luck!
Oleh: suyoto on Oktober 1, 2007
at 2:29 pm
saya tertarik dengan tumbuhan ini karena warna nya yang sangat mencolok.untuk itu saya ingin membuat ekstrak nya,sehingga saya ingin mengetahui seberapa besar peluanya untuk di jadikan bahan pewarna. Tolong di balas di email y………….
Oleh: dewi on Oktober 6, 2007
at 4:39 am
kurkumin itu larut dalam air tidak ya???
kalau larut, seberapa besar kelarutannya??
kalau ada yang tau, bales ke email ya…syukur2 dikasih referensinya. butuh banget ni….
Oleh: aries on Januari 31, 2008
at 12:25 pm
kurkumin larut dalam air tapi larut lebih baik pada metanol. seberapa besar kelarutan, silahkan diteliti kami belum punya jawaban yang pasti. referensi yang apa? tentang kurkumin atau apa. akan saya usahakan. nanti jika sudah dapat saya balas lewat situs ini. silahkan di klik pada tag kurkumin
Oleh: seminartp on Februari 1, 2008
at 6:10 am
Saya tertarik dengan artikel diatas. Mungkin Bapak bisa memberikan referensi cara pembuatan pewarna alami ini lebih bernila komersial untuk para petani kita, misalnya dibuat dalam bentuk powder agar lebih tahan lama dan memudahkan dalam penangannya. Mungkin kalau petani kita bisa membuat ini kita tidak usah lagi import jauh-jauh dari luar negeri, karena bahan baku kita berlimpah. Terimakasih atas perhatian Bapak dan saya tunggu informasinya.
Oleh: deddy haryady on Februari 9, 2008
at 1:30 pm
tentang pembuatan bubuk pewarna alami telah saya tambahkan pada artikel ini semoga bermanfaat.
Oleh: ptp2007 on Februari 12, 2008
at 1:33 am
mau tanya kalau klorofil larut dalam pH berapa aja? terus ekstrak dengan metode maserasinya caranya gimana? terimakasih
Oleh: lilis on Februari 13, 2008
at 11:50 pm
jika ingin mengekstrak pigmen warna dari bunga contohnya rosella menggunakan perbusan terlebih dahulu bunga segarny7a optimum suhu yang digunakan agar antosianin tidak rusak itu berapa ya .thanks before
Oleh: agung on Februari 19, 2008
at 4:13 am
kerusakan tergantung suhu yang digunakan semakin rendah semakin baik, juga jenis pelarutnya. kalau untuk keperluan sendiri yang direbus biasa. itu yang saya lakukan tiap hari. saya petik tiga buah lalu saya rebus dengan dua gelas air hingga tinggal satu gelas. nikmat kok. kalau untuk dibnuat sirup atau tepung baru cara ekstraksi atau maserasi dapat digunakan
Oleh: ptp2007 on Februari 19, 2008
at 6:16 am
Ass.
mau tanya tentang srang walet.
pada saat mengambil sarang walet dari sarang, ada yang berwarna putih bersih dan ada yang kecoklat-coklatan.
zat apa yg mgkn bisa digunakan untuk membuat sarang walet tersebut menjadi putih bersih?
tanpa merusak kegunannya sendiri.
yg nantinya digunakan sebagai obat dan dikonsumsi manusia
Oleh: reny guntoro on Februari 21, 2008
at 7:39 am
Assalamu’alaikum…
saya tertarik sekali tentang pewarna alami
saya ingin sekali belajar lebih jauh… apakah bapak bisa membantu untuk proses dan cara nya membuat pewarna alami ini..
dan saya ingin bertanya,apakah pewarna alami ini dapat juga digunakan untuk pewarnaan pada kayu,seperti meja ato kursi untuk meubel gitu ?
kira2 bisa cepat pudar tidak…
terimakasih sebelum nya… saya sangat berharap mendapatkan penjelasan tentang itu.
Oleh: nisa on Maret 6, 2008
at 9:10 am
assalamualaikum pak…
kami sangat tertarik pada artikel Bapak yang berjudul “pemurnian kitinase”
bisa bapak beritahu lebih lanjut mengenai pengolahan nya???
terutama di bidang farmasi
kami dari mahasiswi S1 UGM, fakultas farmasi.
mohon bimbingnnya.
Oleh: cides on April 23, 2008
at 12:36 pm
Selamat pagi Pak,
Terimakasih
Saya senang dengan artikel pewarna alami dapat ditampilkan. Saya sering sekali membuat rebusan/sirup dari bunga rosella, karena keluarga saya juga sering mengkonsumsinya untuk kesehatan, yang saya tanyakan apakan bunga rosella ini dapat dibuat untuk pewarna alami juga?
Jika memeang bisa, bagaimana cara pembuatannya?Apakah sama dengan pembuatan sirup yang biasa saya buat itu Pak?
Karena warnanya sangat mencolok kemungkinan bisa dijadikan pewarna alami juga, tetapi apakah jika dibuat pewarna apakah rasa asam dari bunga rosella itu berubah?
Mohon penjelasannya
Oleh: 0711032002 TIP FTP on Mei 15, 2008
at 3:02 am
bagaimana cara untuk memperoleh ekstrak pigmen karotenoid cair pekat dan bubuk? lebih baik yang mana antara ekstrak pigmen cair pekat dan ekstrak pigmen bubuk untuk diaplikasikan ke produk pangan padat, misalnya getuk?
saya mahasiswa fakultas sains dan matematika, UKSW, Salatiga, melakukan penelitian tentang pemanfaatan pigmen karotenoid wortel sebagai pewarna getuk dan stabilitas warna getuk yang dihasilkan.
mohon bimbingannya.
terima kasih.
Oleh: silvia andini on Mei 15, 2008
at 3:28 am
Untuk membuat rosella sbagai pewarna, maka tidak dapat dilakukan perebusan begtu saja karena warna jadi kurang kuat. kalau jadi sirup ga masalah.
Jika akan digunakan sebagai pewarna lakukan ekstraksi misal diekstrak dengan petroleum eter 2% atau dengan pelarut yang lain. hasil yang diperoleh kemudian dibuat serbuk atau konsentrat. atau ekstrak pekat.
selamat mencoba.
Oleh: ptp2007 on Mei 15, 2008
at 3:36 am
saya tertarik dg bunga ini yang sangat bermanfaat
saya ingin menanyakan bagaimana car pembuatan sirup dari kelopak bunga rosela ini?karena warna yang dia miliki jd ga usah memerlukan pewarna lg.berapa suhu,waktu,bhn2 apa aja yang hrs di campur.trims mohon d blas ke email saya
Oleh: atik on Mei 22, 2008
at 7:44 am
Asalamualaikum
pak boleh minta informasinya tentang pewarna textil yang alami.
nuwun
Oleh: dhita saputri on Mei 29, 2008
at 7:46 am
untuk pewarna alami silahkan klik di http://batikpekalongan.wordpress.com/category/pewarna-alam/
Oleh: ptp2007 on Mei 29, 2008
at 8:04 am
pak boleh minta informasi tentang pengawet natrium benzoat dalam kecap gak. analisisnya pake cara apa ya? tolong dikasih tahu ya aq butuh bagt. tolong dibalas ke email aq.makasih
Oleh: heni on Mei 31, 2008
at 11:20 pm
pak sy mw tanya tentang kemungkinan pengawet alami bwt tahu ada ga ya pak?
saya mahasiswa teknik kimia undip yan mau penelitian
jg tentang pembuatan zat warna alami dari rosella
tlng dkirim ke email sy
makasih
Oleh: wahyudi on Juni 3, 2008
at 5:14 am
tahu dapat dicoba diawetkan dengan asap cair. ini yang cukup menajnjikan bahkan anda dapat mengolah menjadi tahu asap. konsentrsi 2% dapat mempertahankan tahu 3 hari dlam suhu kamar.
untuk rosela itu sangat mudah tapi apa yang mau di teliti? masyarakat sudah banyak yang memanfaatkan.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Juni 3, 2008
at 5:33 am
assalamu alaikum, saya mau tanya untuk karoten supaya larut dalam air ditambahkan emulgator/co-solvent apa yang cocok?
Oleh: hilal on Juni 8, 2008
at 6:05 am
Assalamualaikum, mohon infomasi kira-kira zat apa yang terkandung di kayu tingi (Ceriops sp.) sehingga kayu ini menghasilkan warna merah dan dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk batik. Terima Kasih
Oleh: tata on Juni 9, 2008
at 4:34 pm
Assalamu’alaikum wrwb
Bapak, saya mau membuat sirup belimbing karena banyak dihasilkan di demak daerah saya, bahan alami apa yang baik digunakan sebagai pengawet dengan tidak merusak rasa, bau dan warnanya?
jika Bapak berkenan mohon kirim ke email saya di susisusilowati@ymail.com
terima kasih
Oleh: Susie on Juli 3, 2008
at 2:11 pm
sebaiknya sih tanpa pengawet karena gula juga sudh berfungsi sebagai pengawet. tapi dapat pula ditambahkan asam sitrat selain sebagai penambah citarasa dan aroma juga berfungsi sebagai pengawet. pengawet yang umum digunakan adalah asam benzoat tapi ikuti aturan yang diperbolehkan. kalau bisa ga usah pakai benzoat.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Juli 4, 2008
at 1:51 am
assalamualaikum wr wb,,
afwan,,
ana ingin bertanya tentang isolasi pewarna dari ubi jalar,,
bagaimana metodenya?
Oleh: cyfha on Juli 7, 2008
at 11:01 pm
sudah saya tambahkan di arikel. pada dasarnya sama untuk setiap bahan. hanya ada sedikit perbedaan karena adanya komponen lain
http://www.ziddu.com/download.php?uid=bqqhmpSqb66dnOKnaaqhkZSsZqqhl5ao9
Oleh: ptp2007 on Juli 8, 2008
at 2:06 am
Mengundang bapak/ibu saudara untuk bergabung dalam mailinglist
kozai@yahoogroups.com
Mailinglist ini kami buat untuk membentuk forum diskusi bagi pecinta zat warna alam Indonesia
cara bergabung kirim email ke
kozai-subscribe@yahoogroups.com
tunggu konfirmasi dari Yahoo dan reply email konfirmasi tersebut
mengirimkan pertanyaan artikel dan lain-lainnya ke:
kozai@yahoogroups.com
Terimakasih
Oleh: yuyud on Juli 24, 2008
at 4:21 am
Assalamu’alaikum wr. wb.
saya sangat tertarik dengan penggunaan pewarna alami karena dari segi kesehatan sangat aman. dibanding pewarna sintetik. saya berharap suatu saat nanti pewarna sintetik sudah dapat digantikan oleh pewarna alami dalam pengaplikasiannya terhadap pangan. saya mau bertanya kenapa angkak dikatakan pewarna alami? pada hal bahan-bahan yang digunakan untuk menumbuhkan kultur monascus merupakan bahan-bahan kimia yang sintetis
Oleh: yoni on Juli 24, 2008
at 7:31 am
Monacu dikatakan pewarna alami karena dihasilkan langsung oleh organisme yaitu jamur bukan oleh proses sintetis. jadi alami dan sintetis dibedakan pada proses pembuatannya bukan media tumbuhnya. kalau tanaman ditumbuhkan pada media sintetik (hidroponik) apakah juga tidak disebut alami?
pewarna sintetik adalah pearna yang dibuat secsra kimia di pabrik
Oleh: ptp2007 on Juli 25, 2008
at 2:32 am
Pak saya pernah membaca sebuah buku tentang terong belanda!
Dikatakan dalam buku itu terong belanda dapat dijadikan pewarna alami, apakah itu benar??/
proses apa yang paling tepat untuk membuat pewarna alami dari terong belanda
Oleh: Ika on Agustus 19, 2008
at 8:46 am
saya akan menanggapi terong belanda bisa dijadikan ZWA dengan cara ekstrak dan pengerjaan akhir dengan fiksasi untuk memunculkan warna
Oleh: biya on Juli 6, 2009
at 12:45 am
tamarilo atau terong belanda dapat dibuat menjadi pewarna alami dengan cara ekstraksi sperti pada umumnya. tapi saat ini paling mudah dibuat minuman atau sirup karena warnanya yang tidak terlalu mencolok.
Oleh: nur on Agustus 19, 2008
at 12:51 pm
saya, sedang ingin meneliti tentang pewarna alami dari tumbuhan sono kembang (angsana, Pterocarpus, spp), yang getahnya dapat digunakan sebagai pewarna merah maron. Yang akan saya gali adalah pengaruh umur pohon dan jenis spesies terhadap intensitas warna dan banyaknya zat warna. Namun refrensi saya sangat sedikit. Mohon infonya bila bapak mengetahui adanya tulisan dalam atau luar negeri yang pernah menyinggung soal pewarna atau tulisan semirip itu. terimakasih
Oleh: Kelinci on Agustus 21, 2008
at 6:54 am
saya tuliskan artikel (abstrak dari jutnal) semoga bermanfaat. untuk lebih lengkap silahkan klik saja pada nama jurnalnya.
semoga bermanfaat
Oleh: ptp2007 on Agustus 22, 2008
at 3:09 am
selamat siang Pak,
salam kenal
saya dari Research & Innovation Orang Tua Grup saya tertarik dengan artikel dr bapak soal pewarna alami ini.. karena kebetulan ditempat saya sedang mengembangkan produk makanan dengan pewarna alami.. salah satunya yg ingin dikembangan adalah produk wafer (tango) dan yg ingin saya tanyakan apakah bapak memiliki informasi mengenai metode pengujian laboratorium yg tepat untuk pewarna alami seperti caramel, curcumin dalam produk jadi..
atas perhatiannya terimakasih..
Oleh: wahyu hidayat on September 18, 2008
at 5:35 am
Asw. pak, saya mhsswa S1 teknologi pertanian, saat ini saya sedang tertarik dengan pengembangan pewarna alami dari daun jati. Apakah sebelumnya sudah ada penelitian serupa ya? Kamudian kira2 kandungan apa saja ya yang terdapat dalam daun jati sehingga dia bisa menimbulkan warna merah, kalodi daerah saya daun jati digunakan untuk membungkus tape shg warnanya jadi merah?apakah ada pigmen antosianin ato beta karotennya ya? saya sudah cari di referensi tapi belum ketemu. Kemudian daun jati tsb potensial untuk dikembangkan mjd pewarna alami untuk makanan apa tidak ya?
Oleh: lia on September 19, 2008
at 3:51 am
Gamal.
pewarna alam dengan menggunakan daun jati sudah kami lakukan untuk pewarnaan kain batik tapi disatu sisi masih ada kelemahan.mungkin harus ada katalisator atau sejenisnya.
Oleh: biya on Mei 12, 2009
at 1:47 am
sebelumnya terima kasih pak..
wassalamualaykum
Oleh: lia on September 19, 2008
at 3:54 am
Ass, wr. wb.
Pak, saya ingin tanya, bagaimanakah cara yg sederhana untuk membuat ekstrak daun cincau hijau (bubuk / cair)?
Terima kasih,
Wassalam.
Oleh: Leo Lendra on Oktober 9, 2008
at 3:43 am
untuk pembuatan cincau sudah sayacantumkan di kolom pangan silahkan download dari sana, ada di sebelah kanan dalam blog ini
Oleh: ptp2007 on Oktober 9, 2008
at 4:22 am
sy mempunya i sebuah syarikat di kuantan ,pahang,malaysia.Menjalankan perniagaan lintah.Saya sendiri mempunyai produk minyak lintah,tetapi sy ingin mengkaji dgn lebih lagi cara nak ekstrak lintah dan ramuan herba yang sy masakkan sekali mbersama minyak lintah..jika berminat membantu email saya.. fikryzzzzz@yahoo.com
Oleh: fikri on Oktober 24, 2008
at 4:17 am
Saya tertarik untuk mempelajari pembuatan zat warna alami untuk warna hijau dari klorofil,mohon bantuannya agar saya dapat mengetahui proses pembuatannya.Mohon dikirim ke email saya,terima kasih
Oleh: aris on November 20, 2008
at 11:39 am
assalamu’alaikum abah haji,
mohon beri saya acuan produk2 pangan yang menggunakan bahan baku bekatul. karena tetangga saya bingung bekatul hasil penggilingannya melimpah.
matur suwun.
wassalamu’alaikum
Oleh: hay's on November 28, 2008
at 4:48 pm
Seiring dengan peningkatan pengetahuan tentang komsumsi bahan pangan, konsumen akhir-akhir ini memiliki kecenderungan memperhatikan dan mengutamakan aspek kesehatan dan kebugaran tubuh. Artinya, pangan tidak hanya membuat tubuh sehat, tetapi juga mampu mengusir efek negatif penyakit. Tuntutan itu kemudian melahirkan konsep pangan fungsional (functional foods).
Untuk dijadikan sebagai penganan, bekatul dapat dicampur dengan bahan lain pada pembuatan biskuit, kue, dan lain-lain. Bekatul yang diawetkan juga telah dimanfaatkan sebagai makanan sarapan sereal, dengan perbandingan (%) tepung beras : bekatul dari 90 : 10 sampai dengan 30 : 70. Substitusi 15 persen bekatul padi dalam tepung terigu, dilaporkan mengakibatkan penerimaan konsumen yang optimal terhadap produk kue kering dan roti manis.
Oleh: ptp2007 on November 30, 2008
at 5:58 am
abah,
1. saya akan mencoba ekstraksi kulit buah naga merah untuk pewarna alami. mohon bahan pembantu untuk mempercepat hasil ekstrak yang sesuai standar SNI.
2. kalau buah sawo diekstrak untuk diambil etanolnya apabisa???? caranya???.
matur nuwun.
semoga sukses dan TIP tetap numero uno.
Oleh: hay's on Desember 1, 2008
at 3:23 am
Saya yakin, Bapak bertambah ilmunya tiap saat.
Oleh: Hanafi on Desember 3, 2008
at 5:07 am
Salam…Spray dryer atau evaporator, mahalkah harganya? dengar2 mencapai ratusan juta,produk salah satu universitas di jawa timur. saya ingin buat bubuk warna alam, mohon petunjuk tentang spray dryer/evaporator yg sederhana
Oleh: Hanafi on Desember 3, 2008
at 5:36 am
amiin atas doanya. mengenai alattergantuung dari besar kecilnya, memanga da yang mahal jika besar tapi kaalu jutaan memang begitu sekarang kambing saja hampir satu juta, TV juga sejuta tentunya alat juga di atas itu.
coba lihat di artikel tentang destilsi, disitu ada pembuat alat yang mungkin lebih murah, buat dulu speknya lalu ditanyakan. akalu ada mungkin saya dapat bantu.
salam
Oleh: ptp2007 on Desember 3, 2008
at 8:16 am
untuk ekstraksi dapat dg metanol, heksana atau air. dapat dilihat dibuku saya membuat pewarna alami silahkan cari di toko buku.
Oleh: ptp2007 on Desember 10, 2008
at 1:43 pm
Assalamu’alaikum, Bapak, saya Roisah mahasiswa IPB Jurusan Teknologi Industri Pertanian membutuhkan informasi mengenai proses ekstraksi kurkuminoid dari tanaman kunyit hingga terbentuk pewarna bubuk. Bila dikembangkan dalam skala industri, diperlukan alat dan mesin apa saja? Mohon dikirim ke roisah_17@yahoo.com. Terimakasih.
Oleh: Roisah on Desember 20, 2008
at 6:46 am
yang diperlukan teruatam adalah alat ekstraksinya dan spray drier atau dapat digunakan drumdrier. jika untuk sederhana dapat menggunakan foam mat drying lalu ditepung dan ayak, tegantung dari kapasitas produksi dan kualitas yang akan diarah.
Oleh: ptp2007 on Desember 21, 2008
at 7:03 am
Pak, saya sudah mencari buku bapak “Membuat Pewarna Alami”…ke beberapa toko buku besar di bandung. tapi hingga sekarang belum dapat. ada suggest dari bapak dimana saya bisa mencarinya? terimakasih.
Oleh: Akbar, Buny on Desember 22, 2008
at 8:32 am
kalau memang ga ada dapat pesan ke penerbitnya, atau kalau ke saya ada tambahan biaya kirim sebesar 7.500. setelah uang dikirim buku akan saya kirim.
salam
Oleh: ptp2007 on Desember 22, 2008
at 1:25 pm
saya ingin mengekstraksi zat warna bunga kana, sebaiknya bunga kana yang segar atau yang kering ya, Pak? dan pelarut apa yang sebaiknya digunakan? terima kasih
Oleh: vie on Januari 10, 2009
at 3:07 am
kana yang telah layu namun warna masih sempurna lebih baik daripada yang segar. pelarut yang paling baik adalah metanol namun dapat dicari pelarut lain yang lebih murah. bisanya jadi faktor dalam penelitian.
Oleh: ptp2007 on Januari 11, 2009
at 4:19 am
Asslm..
maaf pa, saya membutuhkan informasi mengenai ekstraksi pigmen betalain pada bit (Beta vulgaris L). metode ekstraksi yang paling tepat apa ya pa??apa dengan metode perkolasi tepat?pelarut paling tepat yang digunakan apa?apa ada buku khusus tentang ekstraksi/ isolasi pewarna makanan yang bisa saya pelajari?
Jazakumullahu khairan katsiran…
Oleh: velthy on Januari 27, 2009
at 9:00 am
untuk pigmen ada buku yang cukup jelas dan detail yang juga berjudul pigmen. untuk beli silahkan hubungi bu Elfi Anis Saati dengan email: elfiumm@yahoo.co.id
Oleh: ptp2007 on Februari 1, 2009
at 2:21 pm
Assalamu’alaikum, pak…. Saya ingin bertanya, berapa lama waktu yang diperlukan untuk ekstraksi secara maserasi dari bunga kana? dan pelarut apa dan suasana apa yang paling optimal untuk mengekstraksinya, ya pak?
Jazakumullah……
Oleh: Devi on Februari 4, 2009
at 5:23 am
Ass.
saya tertarik dg artikel pewarna.
saya baru mulai eksplorasi klorofil. Setau saya klorofil larut baik pada aseton/alkohol. Bagaimana dg daun camcau?
adakah karakteristik klorofil camcau shg dapat larut dlm air? sedangkan jenis2 tumbuhan lain tidak.
Mhn masukan nya
terima kasih
wass
Oleh: titis on Februari 17, 2009
at 2:19 am
mas..gimana sih prosedur/cara penelitian antosianin pada rosela????
toloong agak detail y mas
tolong kirim ke sini y : stevanus_ronaldhp@yahoo.com
Oleh: steven on Februari 20, 2009
at 3:21 am
assalamu’alaikum
salam kenal. saya sekarang lagi merintis usaha kerajinan daurulang kertas,untuk pewarna selama ini masih menggunakan pewarna kayu maupun tekstil dan di vernis. saya berminat menggantinya dengan pewarna alami dan vernis dari bahan alami. mungkin bapak bisa bantu saya untuk memberikan informasi bahan-bahan dan caranya untuk pewarna dan vernis alami yang hasilnya tidak kalah dengan bahan pewarna kayu atau tekstil. untuk informasinya terimakasih dan jazakallah……
wasalam
Oleh: fredy prasetyo on Februari 20, 2009
at 10:44 am
ass..
pa sya mahasiswa mau mneliti kayu nangka sebagai pewarna alami dalam industri tekstil,
untuk ekstraksi yang paling cocok pa ya? dan pelarut yang digunakan apa?
mhn sarannya pa,
trimakasih
Oleh: vtra on Maret 2, 2009
at 1:58 pm
Salam, nyuwun pirsa Pak, untuk mengencerkan kembali latex/getah karet pakai apa Pak? Maturnuwun
Oleh: Hanafi on Maret 11, 2009
at 3:56 pm
salam,
kami menyediakan gum arab, asli dari Sudan. Kalau ada yang berminat bisa kontak ke email saya
di selsilimalar@gmail.com
Terima kasih
Oleh: Selo on Maret 13, 2009
at 11:04 am
salam,,,
saya mahasiswi mau meneliti tentang pewarna alami dari ubi jalar khususnya yang berwarna ungu, tp kendalanya susah untuk memisahkan patinya,
bagaimana metodenya agar dapat memisahkan patinya???
Oleh: marlinsa on April 29, 2009
at 3:58 am
Salam,
Saya ingin membuat pewarna dari kulit pohon angsana, bagaimana cara membuat (proses) dan formula pembuatannya
Terima kasih,
Oleh: Samsul Hadi on Mei 6, 2009
at 8:15 am
Aslm.Wr.Wb..
pak saya mau analisa hasil ekstraksi kayu secang…
senyawa pembentuk warna pada secang kan brasillin…boleh tau gak panjang gelombang brasillin berapa?? karena mau saya analisa menggunkan UV-VIs..
trus selain anlisa mengginakan UV VIs biasanya hasil ekstraksi uji kualitasnya parameternya apa aja???
terimah kasih pak…semoga jadi amal kebaikan..
kalau bisa kirimkan jawabannya ke Email saya yach pak..
ardiansyahtekim@yahoo.co.id
Oleh: ardiansyah on Juni 16, 2009
at 6:45 am
Aslm.Wr.wb..
pak saya mahasiswa teknik kimia…
saya lagi melakukan penelitian untuk pewarna alami dari kayu secang…untuk analisa hasil ekstraksinya saya menggunakan UV-VIs, nah senyawa pembentuk warnanya kan Brasillin..bapak tau gak panjang gelombangnya??
untuk parameter apa aja yang biasanya dilakukan untuk analisa kualitas hasil ekstraksi zat warnanya??
atau bapak punya artikel tentang zat warna alam dan segala uji kualitasnya..
saya minta tolong kirimkan ke alamat email saya
(ardiansyahtekim@yahoo.co.id)
Terimah kasih pak..semoga menjadi amal kebaikan..
waslm.wr.wb..
Oleh: ardiansyah on Juni 16, 2009
at 9:53 am
Assalamualaikum,wre.wb
Pak saya siswa SMA yang berkeinginan mengikuti lomba karya ilmiah mengenai sari klorofil cincau,karena saya sangat awam,bagaimana cara mendapat sari klorofil yang bagus?
Terimakasih,sebab saya juga kebingungan sekali,karena sepertinya percobaan inikurang menarik dan kesempatannya kecil untuk menang lomba. Kira2 ide deperti apakah yang menarik dan bisa memenagkan lomba?
Tolong kirimkan ke alamat email saya avika_chu23@yahoo.co.id
terima kasih sebelumnya pak
Wassalamualaikum wr.wb
Oleh: avika on Oktober 16, 2009
at 1:18 pm
jawaban dan saran sudah saya kirim via email semoga bermanfaat dan selamat berlomba
Oleh: ptp2007 on Oktober 17, 2009
at 4:00 am
selamat siang pak..
pak saya mahasiswa yang sedang menjalankan skripsi.
saya inginmembuat granul dari cincau..kira2 setelah daun cincau diekstraksi boleh ga dikeringkan secara spray dry?apakah proses pengeringan tersebut bisa merusak antioksidan di dalamny??apakah ada cara lain selain pengeringan semprot??
tolong bapak berkenan memberi info kepada saya..terimakasih banyak ya pak…
inaakogl135@yahoo.com
Oleh: eva on Oktober 19, 2009
at 8:54 am
silahkan konsultasi ke ahlinya yaitu bu Tri Dewanti di http://lecture.brawijaya.ac.id/tridewanti atau di http://terminalcurhat.blogspot.com
Oleh: ptp2007 on Oktober 28, 2009
at 6:40 am