Nata merupakan produk fermentasi dari bakteri Acetobacter xylinum yang berupa lembaran selulosa dari pengubahan gula yang terdapat pada substrat (umumnya air kelapa tetapi dapat pula dari bahan lain) menjadi pelikel selulosa. Nata ini kandungan utamanya adalah air dan serat sehingga baik untuk diet dan sering digunakan dalam pembuatan dessert atau sebagai tambahan substansi pada koktail, es krim dan sebagainya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata di antaranya adalah bakteri, gula dan nitrogen, selain itu harus pula diperhatikan suhu dan pH serta jangan tergoyanng agar pembentukan pelikel berlangsung baik.
Bakteri Acetobacter xylinum adalah bakteri Gram negatif yang dapat mensistesis selulosa dari fruktosa. Selulosa ini memiliki pori melintang pada kristal mini glukan yang kemudian terkoalisi dedalam mikrofibril. Cluster mikrofibril yang ada dalam struktur senyawa yang terbentuk seperti pita-pita ini dpat diamatai secara langsung menggunakan mkroskop. Acetobacter xylinum merupkan suatu model sistem untuk mempelajari nzim dan gen yang terlibat dalam biosintesis selulosa. Jumlah inokulum yang diberikan 10 – 20% dari bakteri umur 6 hari.
Tahapan pembuatan nata adalah: Air kelapa yang telah dibersihkan dari kotoran ditambah gula pasir 2,5% dan amonium sulfat 0,5% kemudian direbus. Setelah perrebusan ditambahkan asam asetat 99,8% sebanyak 0,75% untuk menurunkan pH agar sesuai bagi pertumbuhan bakteri. Setelah medium dingin ditambahkan starter nata (Acetobacter xylinum) dan diinkubasi selama 1 mingu pada suhu kamar. Nata yang terbentuk kemudian dipanen dan lembaran direndam dalam air segar untuk menghilangkan lendir dan asam kemduian dilakukan pemotongan dan pencucian kembali hingga asam hilang. Nata yang telah bersih kemudian diberi sirup ntuk dikemas atau untuk konsumsi yang lain.
Sumber karbon merupakan faktor penting dalam proses fermentasi. Bakteri untuk menghasilkan nata membutuhkan sumber karbon bagi proses metabolismenya. Glukosa akan masuk ke dalam sel dan digunakan bagi penyediaan energi yang dibutuhkan dalam perkembangbiakannya. Fruktosa yang ada akan disintesis menjadi selulosa. Jumlag gula yang ditambahkan harus diperhatikan sehingga mencukupi untuk metabolisme dan pembentukan pelikel nata. Meskipun pada air kelapa terdapat gula namun gula yang ada belum mencukupi untuk pembentukan pelikel sehingga perlu ditambahkan dari luar.
Selain gula, sumber nitrogen merupakan faktor penting pula. Nitrogen diperlukan dalam pembentukan protein yang penting pada pertumbuhan sel dan pembentukan enzim. Kekurangan nitrogen menyebabkan sel kurang tumbuha dengan baik dan menghambat pembentukan enzim yang diperlukan sehingga proses fermentasi dapat mengalami kegagalan atau tidak sempurna. Nitrogen yang digunakan untuk pembuatan nata umumnya adalah pupuk ZA yang relatif murah dan cenderung asam dibandingkan urea.
pH medium dibuat sekitar 3 – 4 menggunakan asam cuka dan suhu inkubasi sekitar 28 – 300C atau suhu kamar dan dijaga dari kontaminan, misalnya dengan ditutup kain saring atau kertas koran. Bak fermentasi umumnya dibuat bertingkat untuk menghemat tempat.

Assalammu’alaikum..
Saya adalah asisten Bioindustri dengan produk nata de coco. Tapi nata yang saya buat kemarin mengalami kegagalan. Yang mau saya tanyakan :
1. Bagaimana mengetahui umur bakteri ?
2. Apakah wadah plastik yang akan digunakan sebagai wadah inkubasi harus disterilisasi?
3. Untuk menghitung jumlah bakteri yang benar menggunakan media agar apa? Kelompok saya kemarin menggunakan PDA, tapi ternyata ada kapang yang tumbuh disana. Kira-kira apa yang menyebabkan hal tersebut sampai terjadi?
Terima kasih atas jawabannya.
Wassalammu’alaikum.
Oleh: vitta on Desember 19, 2007
at 7:58 am
1. Umur bakteri terutama untuk starter dilihat dari saat mau dipindah, jika sudah membentuk lapisan tipis di atas maka sudah dapat digunakan. Karena umur bakteritidak dapat ditentukan secara individu
2. Wadah yang digunakan sebaiknya dibersihkan dahulu misal dengan air panas, juga ruangan sebaiknya tidak tercampur dengan proses lain yang dapat mengganggu. jangan inkubasi di tempat yang untuk lalu lalang karena proses tidak benar-benar steril sehingga kontaminan menjadi mudah muncul.
3. Untuk menghitung jumlah bakteri sebaiknya menggunakan NA yang ditambah asam sedang untuk jamur sebaiknya pakai PDA atau MEA yang telah ditambah oxytetrasiklin sebagai anti bakteri atau menggunakan media spesifik. Kapng dapat tumbuh oleh beberapa sebab. mungkin lingkungan yang tidak baik dengan kerja yang tidak aseptis, atau memang nata yang dibuat terkontaminasi jamur (penyebab kegagalan?). mestinya kalau fermentasi baik dan perhitungan aseptis maka tidak ada kapang.
Oleh: ptp2007 on Desember 22, 2007
at 2:23 am
ass, langsung aja yaah..,mo nanya neh. bisa ngga sih pembuatan nata dengan bahan dasar rumput laut (RL) yang telah mengalami proses menjadi sari RL atau dari air rendaman RL? kalo bisa konsentrasi bahan yang digunakan sama ngga dengan konsentrasi pada air kelapa.
terima kasih sebelumnya…
wass..
Oleh: hana erlina on Desember 28, 2007
at 10:10 am
pada dasarnya nata dapat dibuat dari berbagai bahan, sama seperti pertumbuhan mikroorganisme yang penting kebutuhan nutrisi terpenuhi dan tidak ada faktor penghambat, maka substrat apapun dapat dibuat. apa tidak rugi sari rumput laut dibuat nata? karena serat dari rumput laut sudah bagus. mungkin yang penting justru bagaimana mengambil sesulosa rumput laut dan dibuat produk seperti nata. itu sebenranya ide yang mestinya dimunculkan. kalau air rendman bolehlah dibuat nata
Oleh: ptp2007 on Desember 29, 2007
at 2:10 am
as.kalau pembuatan nata de soya bahan bakunya dari limbah cair tahu. kira-kira yang dinamakn limbah cair tahu atau whey tahu itu apakah air randaman kedelai atau ampas tahunya? serta berapakah kandungan nutrisi dari limbah cair tahu tersebut?
Oleh: siti on Januari 3, 2008
at 8:19 am
yang dimaksud limbah cair tahu adalah air sisa proses pembuatan tahu yaitu dari air rendaman, pencucian, dan pemasakan . Air ini memiliki nilai BOD 3000 – 4000 mg/l COD 7000 – 9000 mg/l. selain itu masih mengandung bahan padat 1%. protein karbohidrat dan sebagainya, pH 4 – 6 tergantung industri. limbah ini sebenarnya masih dapat dimanfaatkan karena dari proses yang aman. semoga bermanfaat
Oleh: ptp2007 on Januari 4, 2008
at 4:12 am
Jika saya ingin membuat nata de banana skin, seberapa banyakkah kulit pisang yang saya butuhkan?
Bagaimana cara mengetahui kadar serat dari nata tersebut?
Adakah praktek atau cara penghitungan yang pasti?
Oleh: Fani on Maret 1, 2008
at 12:08 am
kuliy pisang yang penting dari pisang masak. jumlah tergantung dari jenis pisangnya. namun umumnya masih butuh penambahan gula untuk hasil yang cukup tebal. pemasakan larutan juga harus diperhatikan terutama jika dari kulit pisang limbah. ini brkait dengan mikrobia kontaminan.
kadar serat daru nata diukur dengan penentuan serat kasar. atau paling sederhana dikeringkan karena umumnya nata tersusun dari serat dan air namun cara ini ticak valid. cara perhitungan yang pasti ada di laboratorium pada uji proksimat.
Oleh: ptp2007 on Maret 1, 2008
at 5:08 am
gimana cara pembuatan nata de banana?
Oleh: dta on Maret 22, 2008
at 5:51 am
untuk pembuatan nata de banana dapat dilihat di canavalers.blogspot.com cari artikel di tahun 2007 bulan september. semoga bermanfaat. maaf saya tidak menulis disini karena sudah ada yang menulis. semoga membantu.
Oleh: ptp2007 on Maret 24, 2008
at 2:09 am
ada gak pak di daerah jakarta yg usaha bikin nata? minta alamat n no tilp kalo ada. makasih sebelumnya
Oleh: abu umamah on April 1, 2008
at 8:03 am
bakteri yang ada pada rumput laut dan pada produk rumput laut ap???
Oleh: mintul on April 3, 2008
at 8:20 am
ass Pak,
terima kasih atas masukan yg Bpk berikan. rumput laut yg sy gunakan adl jenis gracillaria verucosa utk sy jadikan produk nata. perbandingan konsentrasi antara RL dg air adalah 1:1 ; 1:2 ; 1:3 ; 1:10. yg msh sy bingungkan ada pd konsentrasi tersebut. media yg baik itu kental atau encer? klo perbndingan 1:1 terlalu kental. secara logika, air kelapa sebagai media itu encer. minta bantuan Bapak untuk memberikan solusi terbaik.
terima kasih Pak…
Wass..
Oleh: hana erlina on April 3, 2008
at 1:24 pm
dalam fermentasi nata kebutuhan gula menjadi faktor penting. adakah sumber gula dari bahan yang dipakai? cukupkah gula pada bahan anda? mengenai konsentrasi. dari rumpput laut akan memberikan nutrisi yang baik namun perbandingan tidak menjadi masalah selama nutrisi tercukupi. makin pekat makin banyak nutrisi yang kadang menghambat pertumbuhan. makin encer makin kurang nutrisi maiin tidak mendukung pertumbuhan.
Oleh: ptp2007 on April 4, 2008
at 1:45 am
Aslmkm. saya berinisiatif untuk membuat nata dari kulit ketela pohon. kira2 kandungan nutrisi dan glukosanya gmana yaa? apakah harus ada banyak penambahan lagi? syukran
Oleh: anie on April 7, 2008
at 10:35 pm
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA UNTUK PEMBUATAN NATA DE CASSAVA
Sardjono Kisman dkk
FMIPA, ITB
Limbah cair pembuatan tepung tapioka dari pabrik aci yang dibuang langsung ke dalam aliran sungai merupakan masalah bagi masyarakat dan lingkungan. Cairan limbah ini juga mencemari instalasi pengolahan air minum milik pemerintah, dan menyebabkan airnya menjadi berbau yang sulit dihilangkan. Dampak lain dari pencemaran limbah cair pembuatan tapioka ini adalah terjadinya gangguan ekosistem perairan yang disebabkan kurangnya kandungan oksigen dalam air. Hal ini mengakibatkan BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) menjadi tinggi. Limbah cair pembuatan tapioka yang mengandung senyawa karbohidrat ini dengan bantuan mikroba Acetobacter xylinum dapat diubah menjadi suatu bahan berupa gel yang disebut Nata de Cassava. Hal ini telah dibuktikan dengan melakukan percobaan menggunakan limbah cair pembuatan tapioka ditambah dengan sejumlah gula pasir (sebagai sumber karbon) dan amonium sulfat (sebagai sumber nitrogen). Hasilnya menunjukkan bahwa limbah cair pembuatan tapioka dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan Nata de Cassava (sejenis bahan makanan) dan dapat diterapkan pada industri kecil pabrik tapioka.
Oleh: ptp2007 on April 8, 2008
at 4:01 am
assalamualaikum…
terima kasih untuk masukan2 yang Bapak berikan. saat ini sy sedang melakukan penelitian tentang nata de seaweed.
sy mncoba untuk membuat dr sari rumput laut gracillaria verrucosa tp nata hanya jadi lembaran tipis dg tebal 0,1 cm. fermentasi selama 7 hari. percobaan ini sy anggap gagal.
kemudian sy mencoba dari air rendaman rumput laut selama 2hari , alhamdulillah jadi.
yg sy tanyakan komposisi yang terkandung dalam air rendaman rumput laut dan prosentasenya?
bgmn perbandingan gula yg sy pakai?
apakah sama dg nata de coco?
Terima kasih..
Wassalam..
Oleh: hana erlina on April 14, 2008
at 1:25 am
pada air rendaman banyak nutrisi yang terlarut sehingga mudah digunakan oleh acetobacter xylinum. penambahan gula dilakukan apabila dalam analisis pendhuluan dirasa kurang.
Oleh: ptp2007 on April 14, 2008
at 2:03 am
Asslmkm…..
jazklh atas masukannya.
saya mau tanya lagi. kira2 hal yang paling harus dihindari dalam pembuatan nata itu apa ? terutama agar bakterinya dapat bekerja secara optimal. Trimksh
Oleh: Anie on April 15, 2008
at 10:36 pm
Assalamualaikum
jika nutrisi lingkungan sudah sesuai maka pembentukan nata akan berlangsung dengan baik dengan ketentuan hindarkan dari goncangan karena pelikel nata tidak terbentuk dan tenggelam. hindari adanya serangga maka tutuplah dengan kertas koran atau kain agar serangga tidak masuk dan tidak mengkontaminasi. buat luas permukaan yanng besar dan media tidak terlalu tinggi sehingga pada akhir fermentasi semua media menjadi nata sehingga tidak menimbulkan limbah.
semoga bermanfaat. salam
Oleh: ptp2007 on April 16, 2008
at 1:24 am
pak, di jakarta ini dimana bisa membeli Acetobacter xylinum? bentuknya seperti apa ya? biasanya membeli seberapa banyak?
saya kok pengen ajak anak saya yang masih SD itu untuk mengamati pembentukan nata de coco.
btw, yang pembuatan nata dari kulit pisang kok sudah tidak ada blognya ya? saya sudah copy paste link yang bapak berikan tapi tidak terbuka.
terimakasih
Oleh: mlandhing on April 23, 2008
at 3:39 am
untuk di jakarta coba di lab biologi UI. atau di IPB bisanya ada. beli cukup satu tabung reaksi kemudian ditumbuhkan pada botol dan dapat diperbanyak sendiri. atau ibu ke tempat pembuat nata biasanya mereka mau menjual bibitnya walau agak mahal munngkin.
Jika ibu tidak punya dapat coba buat sendiri dari parutan nanas ambil airnya kemudian biarkan selama dua minggu maka akan terbentuk nata. tapi belum tentu jadi apalagi jika banyak kontaminan. maaf kalau alamatnya tidak dapat diakses lagi. kadang memanng begitu. waktu itu sya bisa.
Oleh: ptp2007 on April 23, 2008
at 7:29 am
Terimakasih pak atas infonya.
Masih tentang nata, ada yang mengganjal di benak saya. kketika saya browsing, seorang teman katanya pakai pupuk urea dalam komposisi pembuatan nata, meski jumlahnya sedikit. Apa betul pak? Bukannya itu buat tanaman ya? Apa tidak berbahaya?
Mohon pencerahan.
Oleh: mlandhing on April 24, 2008
at 3:14 am
boleh pakai urea atau ZA sebagai sumber nitrogen. ini umum digunakan di UKm karena murah bahkan ada juga untuk penelitian.
Oleh: ptp2007 on April 24, 2008
at 7:43 am
Berapa nilai COD dan BOD teh? pH teh bserapa? Tolong balas lewat emailku. terimakasih.
Oleh: Shinta Lia D.H on Mei 17, 2008
at 4:44 am
apa ya yang dimaksud?
umunya limbah industri teh adalah limbah padat. apa yang dimaksud ini untuk industri muniman teh?
Oleh: nur hidayat on Mei 19, 2008
at 9:06 am
Mohon info SNI nata de coco
Oleh: nirwanadardi on Mei 29, 2008
at 7:13 am
ass. bapak, saya adalah mahasiswa universitas negri di jogja. kebetulan saya ambil jurusan biokimia. saat ini saya mau nyari judul skripsi tentang pemanfaatan limbah bakpia patuk menjadi nata. apa limbah tersebut bisa di manfaatkan menjadi nata? dan apa saja syarat bahan yang bisa dijadikan nata? makasih
Oleh: hajar afriani on Juni 6, 2008
at 7:34 am
Apa yang dimaksud limbah cair perendaman kacang hijaunya? kalau itu dapat tinggal analisis komposisinya apa lalu kekurangannya ditambahkan. saya sarankan coba ditambah gula dari molase pabrik gula. kan disana banyak pabrik gula setidaknya dari madukismo di tirtonirmolo atau ke klaten. agar benar-benar dari limbah tidak daru gula pasir. semoga bermanfaat
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Juni 6, 2008
at 7:46 am
pak nur ok banget deh tulisanya.kebetulan saya lagi bikin project nata de coco dan pewarna alami di sekolah alam. thanks pak infonya
Oleh: ipunk on Juni 17, 2008
at 7:26 am
selamat semoga projectnya sukses. saya bahkan tekankan pada mahasiwa untuk buat nata yang ebrwarna bukan siruonya yang berrwarna.
Oleh: ptp2007 on Juni 18, 2008
at 4:08 am
Ass.,
Saya pernah membuat nata dari kecambah, hasilnya bagus tapi waktu nyoba dari buah tomat, hasilnya tipis. Saya ingin mencampur antara buah tomat dan kecambah untuk membuat nata supaya pelikel tebal. Bisakah Bapak memberi masukan kira-kira apa saja komponen kecambah yang dapat meningkatkan ketebalan nata de tomato. Trima kasih.
Wass
Oleh: Pramesti on Juli 18, 2008
at 1:02 pm
keberhasilan dalam pembuatan nata adlah nutrisi. pada kecambah banyak nutrien yang baik terutama sumber nitrogennya sedang dari tomat kurang.pada pembuatan wine sering ditambahkan kecambah karena memang sebagi sumber nutrisi. selama perkecambahan enzim aktif untuk menyediakan nutrisi bagi calon tanaman. ini kemudian dimanfaatkan dalam industri bir.
Oleh: ptp2007 on Juli 21, 2008
at 3:21 am
ass..
bapak saya mau tany beberapa hal:
1. Untuk membuat nata, masih adakah zat atau bahan yang harus ditambahkan selain penambahan Acetobacter xylinum?
2. Bapak tadi bilang untuk membuat nata diperlukan asam cuka, asam cuka dengan kadar berapa pak?atau asam cuka yang biasa dipake penjual bakso?
3. Acetobacter xylinum juga membutuhkan fosfor untuk dapat tumbuh dengan baik, nah sumber fosfornyanya itu dari mana pak?
4. Pak sumber karbon didapat dari gula, nah kalo pati bisa g digunakan sebagai sumber gula untuk Acetobacter xylinum?kalo bisa bagm caranya agar pati tersebut bisa digunakan langsung oleh si bakteri?maksud saya apakah pati tersebut harus dipecah dulu menjadi monosakarida atau g?kalo harus dipecah dlu menjadi monosakarida, bgm carany pak?
5.bgm cara mengenali stater bakteri yang masih produktif?apakah starter dengan umur 6 hari selalu pasti merupakan starter dengan bakteri yg produktif?
Sekian dulu pak, atas balasannya saya ucapkan terimakasih
Oleh: Anggi on Juli 31, 2008
at 2:43 pm
Salam
selain bakteri, maka yang perlu ditambahkan adalah nutrisi bagi hidupnya bakteri tersebut, apa yang kurang itu yang ditambahkan, ibarat kita pelihara ayam maka ayam tersebut harus diberi makan. umumnya ditambahkan gula dan sumber nitrogen misal amonium sulfat juga kadang ditambahkan sumber kalium dsb.
asam cuka digunakan untuk mengatur pH medium agar kondisi lingkungan sesuai. yang baik adlah asam cuka glasial.
Sumber karbon adalah makanan bagi bakteri, tergantung bakterinya bisa makan yang mana. xylinum umumnya menggunakan monosakarida atau disakarida dan tidak dapat menggunakan poliskarida seperti pati. kalau akan dipakai pati harus dihidrolisis terlebih dahulu sama seperti kalau mau bikin bioetanol.
ciri bakteri yang aktif memang agak sulit. tapi kalau buat starter dapat dicermati jika mampu membentuk lapisan nata dengan cepat dapat lihat adanya benang-benang tipis yang bergerak ke atas, maka itu artinya aktif.
Oleh: ptp2007 on Agustus 1, 2008
at 1:43 am
Ass,…
nama saya eva mau tanya tentang apakah kulit pisang bisa dibuat kripik? dan apa saja kandungan yang ada dikulit pisang? sebelumnya terima kasih
Wass,…
Oleh: eva on Agustus 10, 2008
at 12:52 pm
secara teknologi dapat dibuat kripik tapi apa ada yang mau mengkonsumsi? secara etika? nutrisi ada tapi saya tidak hafal. seaiknya untuk sumber energi atau pakan.
Oleh: ptp2007 on Agustus 12, 2008
at 3:32 am
ass pak
saya ingin tahu komponen rumput laut yang terlarut di air rendaman itu apa saja ya?apakah semua komponen rumput laut yang dapat terlarut dalam air? kalau hanya memakai air rendaman dan tidak memakai rumput laut bukannya membuat nata yang dihasilkan sama saja seperti nata yang lain?kandungan serat yang dimiliki oleh nata air rendaman rumput laut apakah lebih tinggi daripada nata de coco, nata de pina, maupun nata-nata yang lain?dan seharusnya saya menguji dietary fiber-nya dan bukan crude fibernya ya pak?sebab banyak penelitian nata de seaweed yang hanya menguji crude fibernya saja
Oleh: ima on September 2, 2008
at 2:32 pm
selamat menunaikan ibadah puasa pak
Oleh: ima on September 2, 2008
at 2:34 pm
Asslm..
Pak dlam limbah cair tapioka itu kandungan sianidanya berapa??kalo kadarnya tinggi,apakah tidak berbahaya jika dijadikan nata??gimana cara menguranginya??
Selain itu, kira2 kandungan gulanya dalam limbah tersebut berapa dan perlu ditambahkan gula seberapa yang paling bagus??
Terima kasih
Oleh: rista on September 9, 2008
at 10:16 pm
kandungan sianida pada limbah cair tergantung varietas singkong yang dipakai. namun sianida mudah rusak saat perebusan pada pembuatan nata sehingga tidak begitu mempengaruhi dan tidak terdapat pada nata yang dihasilkan.
kandungan gula pada limbah ini sedikit sehingga perlu ditambahkan, maksimal 10%.
Oleh: ptp2007 on September 10, 2008
at 1:44 am
Pembuatan nata de banana dari kulit pisang cukup mudah, sbb. : kulit pisang dicuci, dipotong-potong, ditambah air bersih, diblender, direbus, disaring. Ekstrak hasil penyaringan ditambah gula pasir dan pupuk ZA, lalu dididihkan sambil diaduk, kemudian didinginkan. Selanjutnya ditambah dengan asam cuka dan starter nata de coco, lalu dituangkan ke wadah steril setinggi maximum 3 cm, ditutup kertas bersih, lalu inkubasi selama 2 minggu. Starter dapat dibeli di produsen nata de coco, kemudian diperbanyak/diremajakan sendiri.
Oleh: Tri Radiyati on September 16, 2008
at 8:04 am
untuk pembuatan nata sebagai sumber nitrogen digunakan pupuk ZA atau urea. Bagaimanakah keamanan produk nata karena bahan-bahan tersebut bukanlah food grade?Apakah pernah diteliti kandungan bahan berbahaya yang ada dalam nata?
bisakah diganti dengan bahan lain?
Oleh: Tanti on September 23, 2008
at 4:48 am
sekali lagi saay jelaskan bahwa urea/za akan dikonsumsi oleh bakteri bukan ada pada metabolitnya. kemungkin ada adalah karena sisa yang tidak dikonsumsi yang umumnya akan hilang saat proses yaitu dari perendaman pencucian dan perebusan, dan samapai saat ini belum diketahi keberadaanya karena jumlah yang dipakai sedikit dan rusak oleh panas. namun kalau mau menelitian boleh juga.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on September 25, 2008
at 1:52 am
Saya mau tanya untuk mendapatkan infrmasi tentang trainer pembuatan nata de banana skin itu bagaimana?
karena saya membutuhkan informasi dan bimbingan untuk membuat nata de banana skin..
trima kasih…
Oleh: Sulis on September 28, 2008
at 5:27 am
untk saat ini kami belum memiliki pelatihan pembuatan nata karena butuh waktu yang cukup lama. misalnya untuk fermentasi saja seminggu. padahal umumnya peserta ingin yang jika selesai langsung tahu hasilnya. inilah sulitnya pelatihan itu. jika hanya demo mungkin mudah.
Oleh: ptp2007 on Oktober 8, 2008
at 2:16 am
Pak, saya tertarik untuk memanfaatkan limbah cair dan padat pabrik tapioka, kalau untuk nata de cassava, apakah hanya dari limbah cair saja atau yang padatnya bisa dibuat nata de cassava juga?. saya di daerah bandung selatan, bagaimana caranya untuk bisa menyaksikan demo pembuatan nata de cassava. terima kasih banyak
Oleh: Yanti on Oktober 13, 2008
at 4:40 am
cara pembuatan sam dengan bahan yang lain dan tidak menggunakan limbah padatnya. untuk demo silahkan lihat di daerah terdekat.
Oleh: ptp2007 on Oktober 13, 2008
at 5:38 am
ass pak.saya ingin bertanya…
setau saya ketebalan nata diakibatkan oleh konsentrasi bakteri.apakah ketebalan nata dapat dipengaruhi oleh waktu inkubasi???dan jika dapat dipengaruhi oleh waktu inkubasi, faktor apa saja yang dapat mempngaruhinya???
terimakasih pak.wass
Oleh: uq on Oktober 21, 2008
at 11:13 am
kami sudah melakukan pembuatan nata de coco. di salah satu alat dan bahan yang dibutuhkan, saya menemukan urea. yang saya tahu, urea itu membahayakan bagi tubuh. tapi menurut guru saya,urea malah sangat membantu dalam proses pembuatan,krn itu merupakan makanan bactery acterobacter xylinum. apakah anda dapat membantu saya, reaksi apa yang terjadi dalam pembuatan nata de coco, sehingga urea yang ada dlm nata de coco tidak berbahaya bagi tubuh kita? terima kasih atas bantuannya, pak.
Oleh: andrew on Oktober 25, 2008
at 12:20 am
Assalamualaikum,saya siswa SMK N I(STM PEMBANGUNAN)Temanggung.saya mau tanya bagaimana cara membuat nata de cassava secara lengkap pak.di tempat saya belum ada yang mendemonstrasikan cara pembuatan nata de cassava.
Oleh: setyo on Oktober 25, 2008
at 4:24 am
Salam kenal Pak dan mohon bimbingannya.
Saya penasaran inget membuat nata. Namun setahu saya acetobacter xylinum adalah bacteri yg ‘manja’ dan sangat mudah mengalami kontaminasi. Jadi langkah2 sterilisasi apa saja yg perlu dilakukan selain pasteurisasi bahan baku?
Lalu, apabila saya tidak menemukan starter acetobacter xylinum. Apakah saya bs mengisolasinya dari alam?
Terima kasih sebelumnya.
Oleh: Biopreneur on November 8, 2008
at 12:36 pm
pertanyaan ini sebenranya sduah dijawab di komentar di atasnya silahkan dicermati satu pesatu. agar tidak selalu mengulang jawaban yang sama. semoga bermanfaat.
Oleh: ptp2007 on November 11, 2008
at 6:32 am
pak, sya mao nanya..
sya mau membuat nata de banana skin..
tp sya ksulitan untuk mendapatkan bakteri acetobacter xylinum..
saya sudah mencoba untuk membuat dari ampas nenas..
tetapi justru jamur yang tumbuh di situ..
sebenarnya cara memperoleh bakteri itu dari ampas nenas atau air perasan nenas???
apakah perlu menambahkan zat-zat kimia?
selain tempat yang bapak berikan untuk membeli bakteri yaitu di IPB dan lab bio. UI, dimana lagi saya bsa mendapatkan bakteri tersebut??
terima kasih….
Oleh: aldo on November 18, 2008
at 3:57 am
yang dipakai air perasannya bukan ampasnya. air perasan ditambah gula masukkan dalam botol lalu tutup dengan kain saring biarkan hingga muncul nata
tergantung anda tinggal dimana. di jember atao malang juga ada.
Oleh: ptp2007 on November 18, 2008
at 4:04 am
assalamualaikum,
1.kenapa naata yang saya buat, dengan wadah,larutan,keadaan yang sama kok hasilnya berbeda?
2.apakah syrat-syarat agar nata yang dihasilkan tidak berjamur dan cuma cairan?
3. apakah penumpukan nampan juga berpengaruh terhadap nata yang akan dihasilkan
terima kasih sebelumnya untuk jawabannya
walaikum salam wr wb
Oleh: dian on November 19, 2008
at 4:04 am
bagaimana cara download nya… bisakah mengirimkan artikel nata ini beserta tanya jawabnya ke email saya?
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih…
Oleh: nurfi on November 23, 2008
at 4:06 am
Salam
wadah sangat mempengaruhi hasil, jika wadah tidak steril maka kontaminan akan munculsebaiknya wdah dibersihkan dulu dengan air panas atau alkohol, juga ruangan. Kondisi ruangan dan juga kualitas bibit akan mempengaruhi hasil. sebaiknya bibit dimuali dalam jumlah cukup besar dan secara bertahap digunakan dalam jumlah lebih kecil.
penumpukan nampak akan mempengaruhi kalau dalam jumlah banyak teruatam akan muncul panas dan lembab yang memicu kontaminasi
Oleh: seminartp on November 28, 2008
at 7:36 am
cara downloada adalah lewat File kemudian cari save page as atau Crtl+S
atau di blog tiap tulisan kemduian di copy lalu paste pada word
Oleh: seminartp on November 28, 2008
at 7:37 am
Pak saya mohon pemberitahuan dimana saya bisa membeli biakan murni acetobacter xylinum untuk pembuatan nata de coco. saya sudah coba buat dari ampas nenas tapi tidak berhasil.
Mohon pemberitahuan yg jelas dan contac person untuk beli acetobacter xylinum
(Dicky – Medan )
Oleh: Dicky on November 30, 2008
at 1:48 pm
assalamualaikum.. mohon diberi penjelasan tentang nata dari sari buah,umumnya media yang cocok untuk mwmbuat nata itu yang bagaimana. terimakasih
Oleh: rahayu on Desember 8, 2008
at 4:19 am
nata dari sari buah rasanya kok kurang ekonomis ya karena sari buah sendiri sudah enak, ketika dibuat nata menjadi selulosa yang tidak ada rasanya. jadai sebaiknya media yang digunakan adalah bahan yang tidak terpakai kemudian diperkaya sumber karbon dan nitrogen.
akan bagus kalau buat nata rasa buah.
mau?
Oleh: ptp2007 on Desember 13, 2008
at 7:11 am
MAU TANYA. REKSI YANG TERJADI DALAM PEMBUATAN NATA ITU APA SAJA ? TRIMAKASIH
Oleh: FAIZAL on Desember 26, 2008
at 11:32 pm
Pak saya mau tanya, qualitas nata de coco dan nata de banana skin itu sama atau berbeda?
kalau berbeda apa bedanya? apakah berbeda dari kandungan gizinya atau yang lain?
Oleh: albert on Januari 11, 2009
at 3:31 am
kualitas lebih ditentukan oleh komposisi bahan baku dan kondisi fermentasi daripda asal bahan baku. kandungan gizi akan sama saja.
Oleh: ptp2007 on Januari 11, 2009
at 5:01 am
Kalo sawi bisa dipake nata gak?
Oleh: risa on Januari 17, 2009
at 5:21 am
sawi kalau dibuat nata ya rugi. karena dlampembuatan nata yang dimabil cuma airnya. sebaiknya sawi dibuat sauerkraut saja.
Oleh: ptp2007 on Januari 17, 2009
at 1:47 pm
Lohh.. Pak…??
Knapa kok Sawi bisa Rugi jk d’buat Nata??
Em,, Klo misal pKe bahan dasar sayuran…
sayuran ap yg paling baik utk digunakan?…
Oleh: Star on Januari 19, 2009
at 2:47 pm
dalam pembuatan nata yang dibutuhkan hanyalah cairan saja sehingga sayurannya jadi terbuang. sehingga umumnya yang dibuat nata adalah bahan cair yang nilai ekonomisnya rendah, bukan bahan yang bernilai ekonomis. kalau sayuran ya dibuat produk lain yang dapat menggunakan seluruh bagian dari sayuran tersebut baik fermentasi ataupun bukan
Oleh: ptp2007 on Januari 20, 2009
at 2:05 pm
ass,saya mau tanya dalm pmbuatn nata de coco brp lm?
Oleh: indah on Januari 25, 2009
at 8:29 am
d mana bisa membeli acetobacter xylinum?
thx
Oleh: eliza on Januari 29, 2009
at 9:04 am
nata decoco paling lama 2 minggu
untuk beli dapat di penjual/pabrik nata bilang beli bibit nata atau di laboratorium biologi
Oleh: ptp2007 on Februari 1, 2009
at 7:59 am
Ass
pak saya mau nanya, klo buat nata dari jambu biji rugi g?sama fungsi dari MgSO4.2H2O apa ya pak?trus kenapa kox perlu ditambah yeast extract atau pepton?terimakasih sebelum dan sesudahnya pak…
Oleh: titik on Februari 12, 2009
at 6:08 am
Masalah rugi atau tidak adalah tergantung dari perbedaan harga bahan baku dan produk. jika harga jambu biji lebih mahal dari nata kenapa harus dibuat nata? tapi kalau tdk ada harganya ya boleh saja. saya sih lebih mneyarankan jambu biji diolah menjadi sirup, sari buah, atau manisan (leather) sehingga bisa lebih mahal.
fungsi MgSO4 adalah sebagai sumber mineral dan pepton atau yeast ekstrak untuk sumber protein atau faktor tumbuh atau nitrogen. dalam hal bahan baku cukup kaya nutrisi kadang cukup ditambah ZA atau urea.
Oleh: ptp2007 on Februari 12, 2009
at 10:23 pm
pak, bagaimana sih, caranya membuat starter Acetobacter?
Trus cara membuat suspensi bakterinya bagaimana? kan sebelumnya diinokulasi di media agar?
Apa starter acetobacter harus pake air kelapa? kalau mau buat nata de soya bisa pake air dari kacang kedelainya?
terimakasih banyak.
Oleh: agnes on Februari 18, 2009
at 12:41 pm
maaf baru di balas.
susoensi bakteri dibuat dengan mengencerkan dari agar miring (isolat bakteri) menggunakan aquades steril atau pepton water.
tidak harus selalu dengan air kelapa pakai apa saja bisa yang penting nutrisi dan kondisi lingkungan terpenuhi
Oleh: ptp2007 on Mei 18, 2009
at 5:07 pm
Selamat Pagi Pak,
Saya ingin mengetahui cara pembuatan nata mulai dari awal. Saya punya beberapa pertanyaan tentang nata
1. Bagaimana cara memurnikan acetobacter xylinum tersebut ?
2. Apakah ada perusahaan yang memproduksi nata mentah dalam skala besar/industri, jika ada berapa harganya ?
Terima kasih atas wawasan yang diberikan.
e-mail : step_stright@yahoo.com
Oleh: Lingga on Februari 19, 2009
at 1:15 am
Selamat malam pak,
Saya ingin mengetahui tentang pembuatan nata dari awal pembuatan starter. Saya punya beberapa pertanyaan :
1. bagaimana cara memurnikan acetobacter xylinum dari benda-benda asing yang tidak diinginkan dan apa sumbernya? saya masih bingung
2. Apakah ada produsen nata yang memproduksi nata mentah dalam skala besar/industri?
3. Berapa harga nata dipasaran?
Terimakasih atas wawasan yang bapak berikan.
Oleh: I Wayan Lingga W on Februari 19, 2009
at 2:22 pm
asw,
bapak saya mau tanya jika membuat nata dari kulit pisang itu apakah harus disari dahulu kulit pisangnya (disaring setelah diblender) atau langsung saja?
terimakasih
Oleh: ulfia on Februari 24, 2009
at 2:26 am
mestinya diblender dulu tapi kalau ga punya blender ya dirajang lalu direbus yang penting bagaimana kita mengambil sarinya
Oleh: ptp2007 on Februari 24, 2009
at 12:21 pm
buat lingga:
pemurnian acetobacter xylinum dilakukan dengan seleksi menggunakan media dan dengan mengetahui sifat-sifat atau karakternya. umumnya dengan media dan mikroskopis.
ada perusahaan atau UKM yang memproduksi salah satu contoh addalah binaan saya di jember SMK negeri jember dekat terminal menerima pesanan bentuk lembaran. harga silahkan hubungi sendiri antar penjual tentunya beda
Oleh: ptp2007 on Maret 6, 2009
at 3:44 am
tolong donk jelaskan tentang keuntungan nata yang memiliki ketebalan yang baik. jawab via email dee_haibara@yahoo.com ta. makasih.
Oleh: windy on Maret 12, 2009
at 1:29 pm
Keuntungan dari sisi mana? sebenranya makin tebal nata maka makin banyak air terjerap jadi lebih menguntungan dalam perdagangan. sehingga nata yang tebal dijual dalam potongan kubus sedang yang kecil-kecil atau sisa potongan kubus di jual sebagai serpihan untuk minuman jelly drink biar tidak ada sisa.
Oleh: ptp2007 on Maret 12, 2009
at 8:19 pm
saya ada tugas karya ilmiah .
saya harus menjelaskan untungnya nata yang memiliki ketebalan terbaik dari sisi manapun .
Oleh: windy on Maret 13, 2009
at 5:40 am
tidak ada ketentuan ketebalan nata terbaik seperti apa. pada mulanya dengan ketebalan 1cm yang baik. ini berkait dengan cara mengkonsumsi waktu itu. kini lebih tipipun digunakan yaitu untuk minuman. bahkan produksi nata yang lebih padat (selulosa lebih banyak) mulai dikembangkan untuk membuat kertas kalkir
Oleh: ptp2007 on Maret 14, 2009
at 2:49 pm
kertas kalkir??
gimana cara kerja nyha pak??
Oleh: windy on Maret 23, 2009
at 8:05 am
mssi,,sya lagi buat karya ilmiah nata de pina..!!
mau tnya kalau ketebalan nata yang baik umum’a dikisaran berapa??
(kalau d’konversi ke mm)
terima_kasih!!
Oleh: uzhie on Maret 28, 2009
at 3:09 pm
ketebalan tergantung keinginanan. umumnya dulu orang memilih 1 cm dengan pertimbangan dapt sebagai pengganti kolang kaling sekarang untuk minuman jelli dan dpat disedot maka 0,5 cm pun sudah baik
Oleh: ptp2007 on Maret 30, 2009
at 9:37 am
ass. saya lg buat tugas akhir,
mau tanya kira2 waktu fermentasi nata yang 1 minggu itu di optimasi menjadi 2 hari atau kurang dari satu minggu bisa gak pak?
kemudian gimana kemungkinan mengkombinasikan ekstrak cair limbah nenas dan limbah cari pengolahan tahu sebagai substrat tuk pembuatan nata de pina?
terima kasih
Oleh: panca on April 7, 2009
at 1:15 pm
dimungkinkan menggabung, namun sebaiknya karena kandungan nutrisi kedua bahan berbeda sehingga saling melengkapi
Oleh: ptp2007 on April 11, 2009
at 2:47 am
selamat siang,pak.
mau tanya lama fermentasi nata bisa gak di optimasi menjadi lebih singkat.karena bbrp literatur yg saya baca umumnya perlu waktu 1 minggu?
Oleh: dhapancawardhanu on April 10, 2009
at 2:04 pm
kemungkinan bisa, karena itu waktu yang masih cukup lama. silahkan diteliti
Oleh: ptp2007 on April 11, 2009
at 2:44 am
terima kasih….pak
Oleh: panca on April 15, 2009
at 2:08 am
ass,,
pak saya mau tanya kalau di bandung sudah ada yang memproduksi nata de soya gk?
Oleh: ratna wulandari on April 22, 2009
at 1:39 pm
assalam.. pak sy mo tanya. bpk pnya info t4 yang jual nata de coco murni g (maksudnya msh bahan mentah) d daerah jakarta? klo ad tlg kirim alamat & no telpnya. trim’s
Oleh: aris on April 29, 2009
at 7:05 am
pak… saya mau minta tolong. saya mau tanya tentang pengganti Pupuk ZA atau urea sebagai media nitrogen pada pembuatan nata. Kalau pengganti nitrogen alami untuk pembuatan nata seperti ekstrak kacang kedelai apakah bisa digunakan untuk pembuatan nata?
terus bagaimana caranya membuat ekstraknya dan cara membuat nata dengan menggunakan media tersebut?
Oleh: ria dora on Mei 13, 2009
at 1:43 pm
ass . .
pak sy mw tny, knp dlm pembuatan nata hrs pakai bakteri a.xylinum?
dan untuk mengatur pH mgp menggunakan asam asetat glasial?
trm ksh sblmny . .
Oleh: citra on Juni 11, 2009
at 3:11 pm
ya karena bakteri tersebut yang mampu membentuk selulosa. ada juga yag lain namun belum umum dikita. acetobacter dari aceti maka dia cocok dengan aceta
Oleh: ptp2007 on Juni 12, 2009
at 1:04 pm
Ass. Sy di tarakan, KALTIM,
saya kesulitan mencari starter acetocter xylinum, apakah kalo sy buat sendri dr sari nanas untuk sterilisasi dari kontaminasi bakteri sari nanas nya direbus dulu kah pak. terus untuk amonuim sulfat dan asam asetat nama dagangnya dipasaran yang mudah orang menjualnya apa ya pak. Dan penambahan nitrogen (urea / ZA) dan asam cuka pada saat perebusan air kelapanya kah pak. dan untuk mengukur ph nya pake kertas lakmus nggak mengkontaminasi bibit kah pak. terus bagai mana cara penanaman bibit nya dan konsentrasinya.
Oleh: sugeng susilo on Juli 5, 2009
at 10:46 am
Tidak perlu disterilkan tapi gunakan air masak. namanya juga kultur liar, maka ada kontaminan, tapi seleksi denga pH rendah dan asam cuka. amonium sulfat disebut pupuk Za dan asam asetat disebut cuka. penambahan setelah perebusan.silahkan pake lakmus gpp
cara menanama setelah substrat (air kelapa dll) dimasukkan wadah maka tambahkan bibit 2,5 – 5% lalu tutup dengan kertas koran dan inkubasikan
Oleh: ptp2007 on Juli 6, 2009
at 4:51 am
aku mau tanya di daerah tangerang atau jakarta dimana yang jualan bibit atau starter nata ya pa’?
aku mau nyoba bikin.
terima kasih mohon segera dibales
Oleh: BANGSAKRAMA on Juli 27, 2009
at 6:32 am
ada yang bisa bantu?
Oleh: ptp2007 on Juli 28, 2009
at 6:33 am
klo bikin bibit sendiri gimana cara yang termudah dan pasti berhasil pa
Oleh: bangsakrama on Agustus 9, 2009
at 5:12 pm
jaga kebersihan dan jauh dari kontaminan
Oleh: ptp2007 on Agustus 10, 2009
at 10:25 am
asslmkum. pak , mau tanya nihh. saya lagi coba coba buat nata dari limbah padat(ongok) dan cair tapioka(nata de cassava). hasilnya , nata yang tebntuk sangat tipis( sisa airnya masih banyak, padahal dah 10hari), kira kira apa yang kurang ya? rumus kimia garam inggris apa ya pak?
tq
Oleh: mismar on Agustus 10, 2009
at 6:33 am
bagaimana dengan nutrisi yang lain apakah sudah memenuhi syarat dan pH?
Oleh: ptp2007 on Agustus 10, 2009
at 10:24 am
nah tu gimana cara bikin nata de cassava dari yg padat ama cair? mohon dijelaskan detilnya ya pak.mksi byk
Oleh: BANGSAKRAMA on Agustus 14, 2009
at 8:04 am
MESTINYA PEK YANG CAIR
Oleh: nurhidayat on Agustus 14, 2009
at 2:43 pm
kirim sni nata de coco dong..
trims
Oleh: dedek on Agustus 16, 2009
at 1:23 am
pak mau tny, untuk konsentrasi bakteri yg digunakan apakah ada batas maksimal ?
jika byk pakai bkri berbahaya atau tdk ?
trm ksh
Oleh: andrea on Agustus 22, 2009
at 1:59 pm
assalamualaikum pak. Saya mau tnya, apakah serat buah nangka yang biasany tidk dimakan bisa dibuat nata pak? makasih.
Oleh: rizka on Agustus 28, 2009
at 4:02 am
ya bisa saja sebagaisumber nutrisinya tapi tetep saja ada limbahnya baikan malah dibuat kripik
Oleh: ptp2007 on Agustus 28, 2009
at 1:30 pm
bos mo tanya nih , mo bikin nata dari ubi kayu( diparut). pada waktu sakrifikasikan dipanasin tuh. terjadi penjendalan (jadi kayak tepung kanji /lem). ada ga bahan yang bisa mencegah penjendalan tersebut
Oleh: mismar on September 1, 2009
at 7:29 pm
assalamu’alaikum?
pak saya sekarang sedang membangun home industri nata de coco, kami pasarkan dalam bentuk kemasan cup minuman ringan,,namun saya mengalami kendala di proses pewarnaan nata,,,mohon pencerahan bapak bagaimana saya bisa membuat nata menjadi warna-warni,,,dan zat2 apa saja yang perlu ditambahkan,,,tolong dikirim kan pencerahan nya,,,ke email saya : fachri_migas07@yahoo.com
terima kasih atas pencerahan dan konfirmasinya pak!!
wassalam..
Oleh: fachri on September 11, 2009
at 11:20 am
nata jadi sulit diwarna, shg umumnya yg diwarna sirupnya.ada juga yg memeberikan dengan menumbuhkan monascus/angkak setelah selesai fermentasi nata shg terbentuk warna merah seperti serabut. sy tidak tahu apa bisa dengan memberikan tekanan saat memasukkan warna. atau ada cera yg lain, sy kurang tahu.
Oleh: ptp2007 on September 11, 2009
at 9:08 pm
informasinya bermanfaat pak, terima kasih..
saya kebetulan juga mau mulai membuka usaha pembuatan nata de coco, ada beberapa pertanyaan :
1.tempat fermentasi berpengaruh ngga terhadap pertumbuhan nata, tempat fermentasi yang ideal seperti apa.
2. starter nata de coco apakah akan rusak bila terlalu banyak mengalami goncangan?
itu dulu pertanyaan saya pak, mohon jawabannya, terima kasih…
Oleh: merry via arikarini on September 12, 2009
at 10:56 am
1. tentunya ada pengaruh. sebiknya pakai wadah yg tidakmengganggu pertumbuhan bakteri. wadah plastikcukup baik.
2. bukan merusak strater tapi merusak pembentukan pilikel nata saat fermentasi
Oleh: ptp2007 on September 12, 2009
at 11:26 pm
assalamu’alaikum….
pak mohon pencerahan untuk saya,,,???
saya ingin bangun home industri,,,namun sekarang sebagai batu loncatan kmi berencana memproduksi nata de coco,, namun kmi juga berencana memodifikasi nata untuk minuman2 lain,,,!!
pak mohon klo ada info2 mengenai minuman yang sangat cocok untuk pengembangan industri kami,,mohon info kan ke email : fachri_migas07@yahoo.com
juga bila ada resep2 yang boleh saya coba untuk minuman ringan,,,akan sangat menyenangkan bagi saya,,,mohon bapak kirem ke email saya ajha,,,atau call di 085260827461
terima kasih sebelum nya,,,!!
Oleh: fachri on September 13, 2009
at 2:30 pm
assalamualaikum…
Perkenalkan saya andre, salah satu tki yang bekerja di negeri ginseng korea. langsung saja… sepulang dari korea nanti saya ingin membangun home industri salah satunya adalah membuat nata de coco. bisakah bapak membantu saya memberikan informasi tentang pembuatannya via email saya. terimakasih
wassalamualikum……
Oleh: Andre on September 26, 2009
at 11:32 am
saya kira tulisan dan komentar yang ada sudah cukup lengkap. jadi di copy saja langsung tidak perlu leat email.
salam
nur
Oleh: nurhidayat on Oktober 2, 2009
at 2:30 am
saya maw tanya cara pembuatan nata dr ubi jalar seperti ap dan di bandung dimana saya bisa berlatih dalam membuat nata.mohon di jawab
Oleh: githa on Oktober 5, 2009
at 2:57 pm
Apa efektif dg ubijalar? karena lebih banyak pati daripada gula,sedang acetobacter bukan bakteri amilolitik
Oleh: ptp2007 on Oktober 6, 2009
at 6:49 am
pak sy ingin buka home industri ni karena didaerah sy air kelapa bnyak dibuang percuma, sy pngin bikin nata de coco cuma sy bngung tentang bakteri acetobacter xylinum nya bs bantu ndak gmn mendapatkannya, sy ada di daerah jombang jawa timur, makasi
Oleh: ita latifa on Oktober 7, 2009
at 3:33 am
untuk Jombang saya kurang tahu tapi kalo di malang coba hubungi Pak Sitrisno dg HP 08123394669 coba beli ke beliau bagaimana cara untuk mengirimnya dan minta juga prosedur pemakaian bibitnya.semoga beliau mau membantu
Oleh: ptp2007 on Oktober 7, 2009
at 7:22 am
Ass.wr.wb..
Kalau kita mau membuat nata dari sari kedelai, apakah kedelainya harus direbus lunak lalu diperas (air perasan nya yg digunakan) atau cukup direbus saja (air rebusan nya yg digunakan)?
Terima kasih sebelumnya. Jazakillah
Oleh: Dyah on Oktober 10, 2009
at 1:18 am
sari kedelai dibuat nata ya rugi besar. umumnya yang dibuat nata adalah air rendaman kedelaidari bekas buat tempe atau tahu
Oleh: ptp2007 on Oktober 10, 2009
at 10:56 pm
Ass. Wr. Wb.
Langsung tanya apakah air limbah pabrik gula (tetes) dapat dijadikan sebagai pengganti gula pasir pada pembuatan Nata de soya (whey tahu) bila dapat berapa perbandingannya ? Akhir akhir ini harga gula pasir tinggi mengakibatkan biaya produksi melonjak. Terima kasih.
Wassalam. Wr. Wb.
Oleh: Subekti Mardjono on Oktober 28, 2009
at 3:02 am
mestinya bisa ya. namun saya belum pernah mencoba apalagi pebandinngannya. perlu juga dicoba
Oleh: ptp2007 on Oktober 28, 2009
at 6:11 am
Malam pak,untuk membuat nata de coco apakah ada cara lain dalam komposisinya untuk menggantikan penggunaan gula pasir? Lalu kalo nata ada selaput dan warnanya seperti berkarat, masalahnya apa yah pak?
Oleh: Maria Johanna on November 6, 2009
at 1:57 pm
dapat saja kaloadagula yang lebihmurah, itu hanya proses yang kurang baik saja gapapa
Oleh: ptp2007 on November 7, 2009
at 10:35 pm
Numpang promosi pak :
bagi siapa aja yang ingin berwirausaha di bidang NATA de coco DLL kami melayani Pelatihan, penyediaan/penjualan Bibit ato stater, Penjualan dan sebagainya.
untuk info lebih lanjut hub:
0856 4730 2900 ( yanuri )
0812 1948 9102 ( hartanto )
Terimakasih……
Oleh: yanuri on November 11, 2009
at 1:36 pm
pak saya mau tanya pada saat saya membuat nata didalam lempenganya terdapat bintik2 hitam kecoklatan berbentuk bulat2 kecil sangat halus dalam jumlah yang cukup banyak, padahal pembutannya sudah dikondisikan cukup ideal baik nutrisi maupun lingkungannya , jadi hal sepertiini dimungkinkan karna apa pak? atas tangga pannya saya ucapkan terima kasih. mohon balasan dikirim ke email saya juga pak.
Oleh: agus a on November 12, 2009
at 12:37 pm
nampaknya erkontaminasi Aspergillus,dapat dari penutup atau ruang
Oleh: ptp2007 on November 12, 2009
at 1:34 pm
Pak,dalam pembuatan nata de coco, diantara ZA,urea dan ragi roti, manakah yang paling cepat jadi?Lalu bagaimana cara meneliti kandungan ZA atau urea di dalam nata yang sudah jadi tsb?
Trimakasih…
Oleh: edwin on November 16, 2009
at 6:45 am
ZA dan urea ok kalo ragi raoti ya gak bisa malah rusak natanya karena itu mikrobia hidup. cara meneliti kandungan ya uji kandungan, mestinya sudah tidak ada kalo mrosesnya bener
Oleh: ptp2007 on November 17, 2009
at 3:55 pm
Pak, nata de coco yg saya bikin selama ini memang jadi. tapi yg saya heran, kok ada bulatan bulatan putih di bagian bawah nata nya, lumayan banyak menyebar pak. pertama saya pikir itu wajar, tinggal dikerok aja, tapi ternyata kalo dikerok itu ga bisa hilang. bisa sampe bolong kalo dikerok karena bulatan itu nembus ke dalam daging natanya. rasa nata de coco nya tetep enak sih cuma ga bagus aja diliatnya. saya perhatikan nata de coco komersial yg dijual ga ada tuh bulat bulat putih seperti punya saya. itu kenapa pak ya? gimana cara mencegahnya?
Oleh: burhan on November 22, 2009
at 12:35 pm
kontaminan harus dihilangkan, nampaknya harus ada pencucian wadah yg lebih baik dan perhatikan starter yang digunakan apa juga muncul?
Oleh: ptp2007 on November 23, 2009
at 12:59 pm
susah juga ya kayaknya pak. ini baru skala kecil kecilan aja bikin sendiri di rumah selalu masih ada kontaminan. padahal udah saya rendem air mendidih semua wadahnya pak. gimana kalo produksi masal? kita kerja sendiri aja suka kurang steril apalagi suruh pegawai? hehe
Oleh: burhan on Desember 1, 2009
at 6:28 am
pak saya anak thp ne…
saya mau nanya untuk apa sih pak gunanya ditambahkan gula pasir 2,5% dan amonium sulfat 0,5%
Oleh: Roki on November 30, 2009
at 10:05 am
buat nutrisi, mosok disuruh produksi gak dikasih makan. mau?
Oleh: ptp2007 on November 30, 2009
at 10:46 pm
pak , kl untuk nata de coco itu kekenyalan yg bagus brp y ? thx…
Oleh: dewi on Desember 1, 2009
at 4:47 pm
saya belum tahu yang pas, apalagi sekarang nata dipotong kecil2 jadi tidak begitu dimasalahkan
Oleh: ptp2007 on Desember 1, 2009
at 9:39 pm
pak , sy sdg skripsi ttg nata de seaweed , sy mo tny yg mempengaruhi kadar serat nata ap aj ?
Oleh: tya on Desember 2, 2009
at 5:17 am
dipengaruhi oleh keampuan bakterimembentuk sellulosa, selulosa dari bakteri bukan lain
Oleh: ptp2007 on Desember 3, 2009
at 12:01 pm
kl bahan baku , gula , urea , pH itu gag pengaruh ?
Oleh: tya on Desember 3, 2009
at 5:00 pm
bahan baku, gula,urea, pH akan mempengaruhi pertumbuhan bakterinya jadi secara tidaklangsung mempengaruhi pembentukan selulosa
Oleh: nurhidayat on Desember 4, 2009
at 2:36 am