1. Pendahuluan.
Banyak orang yang suka minum wine dan beberapa tidak minum bukan karena tidk suka namun karena larangan agama. Meskipun hanya sebuah minuman namun pembuatan wine tidak semudah pembuatan fast food. Perlu banyak alat dan persyaratan agar pembuatan wine berhasil dengan baik.
Bahan yang utama diperlukan adalah buah (jika buahnya anggur disebut wine saja, jika buah lain misal pisang maka disebut wine pisang dan sebagainya tergantung nama buah). Selain buah diperlukan juga peralatan (fermentor) dan mikroorganisme yaitu khamir, dan nutrisi tanbahan. Pada dasarnya hamir semua buah dapat dibuat wine terutama yang mengandung gula. Bila gula pada buah tadi kurang maka sering ditambahkan gula. Dapat pula dari bahan yang kaya pati misalnya beras ketan, maka pati ada beras ini harus dipecah terlebih dahulu misal menggunakan ragi tape dijadikan tape atau dihidrolisis dengan asam maupun enzim. Contoh produk yang berasal dari beras ketan melalui fermentasi ada adalah brem bali, sedang yang melalui hidrolisis adalah bio-etanol.
Buah yang baik untuk digunakan dalam pembuatan wine apabila mengandung asam-asam seperti asam tartart, malat dan sitrat. Asam tartart adalah antioksidan dan menghasilkan rasa asam. Asam malat juga dikenal sebagai asam buah terutama pada apel. Asam sitrat adalah pengawet alami dan juga memberi rasa asam.
Khamir adalah mikrooorganisme yang melakukan fementasi juice buah menjadi wine. Khamir yang umum digunakan dalam fermentasi adalah Saccharomyces sp. Khamir ini akan mengubah gula menjadi alkohol dan CO2. Dalam perombakan ini diperlukan pula nutrien yang mendukung pertumbuhan khamir, jika tidak tersedia pada bahan baku. Bahan yang umum dtambahkan adalah amonium fosfat sebagai sumber nitrogen.
Jika proses fermentasi telah selesai, maka dilakukan proses penjernihan. Dalam proses penjernihan umumnya ditambahan tanin. Tanin akan membantu pembentukan flavor. Proses penambahan tanin ini disbut aging karena setelah ditambahkan wine dibiarkan beberapa lama (dapat sampai berbulan-bulan). Tanin umumnya ditambahkan pada pembuatan red wine. Red wine dibuat dari anggur hitam dan kulitnya tidak dipisahkan dalam proses pembuatanya. Tanin terdapat pada kulit buah, tangkai dan biji.
-
Peralatan.
Alat utama yang dibutuhkan adalah fermentor. Fermentor dapat berukuran besar atau kecil tergantung kebutuhan. Umumnya fermentor dengan mulut kecil atau dapat ditutup dan ada saluran tempat keluarnya CO2. Saluran ini diperlukan karena fermentasi berlangsung secara anaerob dan jika tidak ada saluran pengeluaran gas, maka gas akan terperangkap di dalam fermentor dan dapat meningkatkan tekanan sehingga mematikan khamir di dalamnya atau jika wadah tidak kuat maka isi akan tumpah karena penutup terbuka ada wadah yang pecah. Fermentor harus mudah dibersihkan dan terhindarkan dari kontaminasi.
Hidrometer diperlukan jika kita benar-benar akan membuat wine terutama untuk perdagangan (tapi ingat, saat ini ijin baru untuk membuat minuman beralkohol di Indonesia sudah tidak ada lagi. Jadi ini hanyalah pengetahuan belaka atau untuk penelitian). Hidrometer digunakan untuk mengukur berat jenis, potensial gula dan alkohol).
-
Macam Wine
Ada tiga tipe utama wine:
-
Table wine
-
Sparking wine
-
Fortified wine
Yang manakan yang kita sukai atau anda ingin buat?
-
Table Wine.
Table wine adalah wine dengan kandungan alkohol rendah (kurang dari 14%). Table wine biasanya disajikan bersama-sama makanan. Diberi naman table wine karena umumnya dijumpai pada acara dinner.
-
Sparking wine (cari sendiri ya……………) ada kok di sumber aslinya.
-
Fortified wine
Fortified wine adalah wine yang ditambah dengan bahan lain. Contohnya adalah Brandy, umumnya produk ini untuk memasak atau bumbu sebaga flavor ekstra. Fortified wone mengandung alkohol 17 – 21%.
-
Proses Fermentasi
Fermentasi wine adalah proses dimana juice anggur bersama-sama dengan bahan yang lain yang diubah secara reaksi biokimia oleh khamir dan menghasilkan wine. Bahan untuk proses fermentasi adalah gula ditambah khamir yang akan menghasilkan alkohol dan CO2. CO2 akan dilepaskan dari campuran wine menuju udara dan alkohol akan tetap tinggal di fermentor. Jika semua gula buah sudah diubah menjadi alkohol atau alkohol telan mencapai sekitar 15% biasanya fermentasi telah selesai atau dihentikan. Selama fermentasi sering ditambahkan nitrogen dan mikro nutrien guna mencegah produksi gas H2S. Jika gas ini muncul akan menyebabkan bau yang tidak enak.
Selama fermentasi, cairan yang dihasilkan disebut “must”. Guna mencegah tumbuhnya bakteri pada must maka dilakukan pengadukan. Must mulai bergelembung pada jam ke 8 – 20. Tahap awal proses fermentasi ini pada red wine adalah 5 – 10 hari, white wine 10 – 15 hari. Setelah tahap awal ini dilanjutkan tahap kedua.
Dalam tahap kedua fermentasi, wine dipindahkan ke fermentor yang tidak boleh adanya oksigen asuk. Pada tahap ini akan dihasilkan alkohol dalam kadar yang lebih tinggi. Tergantung dari bahan yang digunakan, wine dapat berasa lebih manis atau alkohol dan ini akan mempengaruhi pada harga di pasar.
Fermentasi wine dengan khamir teramobilisasi
Penggunaan sistem sel amobil dengan fermentasi wine secara kontinyu kini menjadi pembahasan yang menarik. Sistem ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memperbaiki biaya bioproses. Banyak tipe bioreaktor yang digunakan dalam proses kontinyu, salah satunya adalah packed-bed bioreactors yang populer karena biaya operasinya rendah dan mudah pengoperasiannya.
Selama fermentasi minuman beralkohol, senyawa-senyawa volatil juga dihasilkan dengan berbagai konsentrasi. Senyawa-senyawa ini mempunyai peran penting dalam sifat-sifat flavor dan sensoris.
Penumbuhan Khamir
Saccharomyces cerevisiae ditumbuhkan pada Yeast extract dan malt extract (YM) broth dalam shaker inkubator dengan suhu 300C selama 18 jam pada 100 rpm. Sel kemudian dipanen dan dicuci dengan sentrifugasi untuk amobilisasi.
Amobilisasi Sel
Sel khamir diamobilisasi dengan kalsium alginat 3 mm (sodium alginat 2% dan CaCl2 0,1 M)manik-manik alginat khamir ini kemudian ditumbuhkan dalam medium produksi etanol selama 24 jam.
Medium produksi etanol
Medium tersusun atas (g/l): yeast extract 3; pepton 5; glukosa 150; MgSO4.7H2O 0,025; KH2PO4 0,5; CaCL2.2H2O 0,1; (NH4)2PO4 1; MnSO4.6H2O 0,5; dan Zn(NO3)2 0,2. pH diatur 4,5 dengan menambahkan asam tartart 0,1M sebelum disetrilkan pada 1100C 20 menit
Senyawa volatil pada fermentasi wine mangga
Aroma wine adalah hasil dari kombinasi kompleks banyak komponen terutama senyawa-senyawa volatil yang menjadi penciri wine. Pada wine mangga setidaknya ada 18 senyawa volatil dengan berbagai konsentrasi. Ada 8 senyawa yang potensial sebagai aroma yaitu: asetaldehida, dietil suksinat, atil asetat, etil butirat, isoamil alkohol, l-heksanol, etil dekanoat dan asam kaproat.
Pustaka:
Sritrakul, N., P. Laoparboon., P. Danviruati and L. Laoparboon. 2007. Continuous Manggo Wine Fermentation in a Packed-bed Bioreactors Using Immobilized Yeasts, System Stability and Volatile by Products. Thai Journal of Biotechnology 8(1): 5 – 10.
Wine dari Belimbing
Buah belimbing (Averrhoa carambola) dapat dibuat wine namun harus diperhatikan tingkat kemanisan (tergantung varietas buah) dan umur buah. Bahan yang digunakan adalah jus buah belimbing, gula pasir, jus lemon (untuk mengatur keasaman), asam pektat (untuk merombak pektin pada kulit belimbing), khamir (Sachharomyces cerevisiae), nutrisi dan air.
Jus buah direbus bersama dengan gula dan nutris kemudian dimasukkan dalam botol dan ditambah bahan lain. Biarkan tertutup selama 12 jam, tambahkan enzim pektat dan khamir kemudian lakukan inkubasi selama 12 jam agar khamir aktif baru dilakukan fermentasi sampai munculnya gelembung selesai. Aging dapat dilakukan selama 30 hari atau lebih sehingga dipeoleh wine yang jernih. Wine yang jernih ini kemudian dibotolkan dan ditambah vitamin C.
Wine dari Kulit Pisang
Secara ringkas, kulit pisang yang masak (pilih pisang yang sedikit taninnya misal pisanng ambon dan gajih) bersihkan/cuci kulit lalu hancurkan kulit dengan blender dengan menambahkan air. hasil blender kemudian disaring. Tambahkan gula 10 % dan rebus hingga mendidih, tambahkan amonium sulfat 0,25% lalu masukkan dalam botol yanng telah dicuci dan disterilkan tutup rapat. masukkan bibit khamir (jika tidak punya dapat gunakan fermipan). biarkan selama semalam, lalu ini kita pakai sebagai starter untuk pembuatan wine yanng sesungguhnya. starter sebanayak 10% dari bahan. lakukan fermentasi secara anaeerob yaitu dengan menutup rapat wadah dan diberi saluran untuk mengeluarkan karbon dioksidanya. fermentasi dihentikan jika sudah tidak keluar gelembung lagi.
hasil fermentasi dibiarkan beberapa bulan (aging) agar diperoleh hasil yang jernih dan aroma yang kuat, lalu disaring dan dibotolkan.

kalo wine kan prbhan dari gula jadi alkohol, terus gimana dong perubahan senyawa lainnya(dalam buah) setelah fermentasi????????contohnya aja deh wine jambu……….nah perbhan kandungan senyawanya apa aja tuh setelah fermentasi???????????
Oleh: nisa on Februari 19, 2008
at 3:42 am
terus kalo vitamin C,senyawa flavonoid sebelum jadi wine(alias masih dalam buah) mengalami perubahan gak sih setelah jadi wine???????????????
Oleh: nisa on Februari 19, 2008
at 3:49 am
Perubahan utama yang dipelajari adalah gula menjadi alkohol, namun demikian, dalam fermentasi, khamir selain mengkonsumsi gula untuk tumbuhnya juga mengkonsumsi protein, dan unsur lain seperti vitamin dan mineral. Oleh sebab itu semua unsur mengalami perubahan. yang dikonsumsi akan berkurang sedang yang tambah adalah hasil metabolit. Vitamin C dapat berkurang selain karena metabolisme juga karena oksidasi. sehingga sering ditambahkan pada akhir proses.
demikian semoga bermanfaat.
Oleh: ptp2007 on Februari 19, 2008
at 6:46 am
skripsi ku tentang wine jg lho…..hehehehhe
gimana dengan wine dari buah belimbing seru kali ya…..??????
bisa minta saran g biar produk yg dihasilkan baik????sebelumnya tengkyu…..
Oleh: tini on Maret 13, 2008
at 11:53 am
fermentasi belimbing sudah saya tambahkan semoga bermanfaat
Oleh: ptp2007 on Maret 14, 2008
at 3:53 am
bagaimana mekanisme perubahab sari kelapa jadi alkohol?
Oleh: ertheen on Mei 8, 2008
at 5:15 am
pada sari kelapa terdapat gula. gula ini oleh khamir akan diubah menjadi alkohol melalui jalur glikolisis secara anaerob.
Oleh: ptp2007 on Mei 8, 2008
at 5:55 am
Assalammualikum pak,,,
bisakah bapak menjelaskan lebih rinci tentang pembuatan anggur (wine) dengan memanfaatkan kulit pisang?
Oleh: Gita on Mei 26, 2008
at 3:58 am
sudah saya tambahkan di artikel
Oleh: ptp2007 on Mei 26, 2008
at 4:15 am
Assalamualaikum.Wr.Wb
Pak, saya mohon bantuan sumber nutrisi anorganik untuk pertumbuhan kapang (Rhizopus oligosporus) yang aman jenisnya apa saja ya pak?dan komposisinya berapa jika digunakan dalam fermentasi.
Terimakasih.Wassalam
Oleh: Evi Desiana on Juni 7, 2008
at 9:45 am
assalamualaikum
saya mau nanya tentang wine dari apel (cider apel).
apakah khasiatnya seperti wine?
apakah nilai nutrisi apel bertambah?
bagaimanakah dengan kadar fenolnya?
Oleh: bella on Juni 11, 2008
at 10:06 am
nutrisi tidak bertambah yang ada adalah perubahan nutrisi akibat metabolisme khamir. jadai ada yang hilang dan ada yang muncul. beberapa nutrisi menjadi lebih mudah tersedia. oleh sebab itu bahan baku menjadi sangat bepengaruh. beda apel juga akan beda manfaat. kadar fenol umumnya tidak mengalami perubahan. yang paling sering diperhatikan setelah aging umumnya alkohol sekunder meningkat.
Oleh: ptp2007 on Juni 12, 2008
at 1:39 am
bisa minta tolong pak, saya ingin minta artikel yang lebih detil tentang pembuatan wine belimbing dan manisan belimbing. untuk juice/ sari buah bahan pengawet apa yang paling aman untuk digunakan dan berapa perbandingannya agar aman dikonsumsi. tolong email ke saya, terima kasih sebelumnya
Oleh: kuncoro on Juni 20, 2008
at 11:14 am
Pak, saya lagi mencoba buat wine pisang & pepaya, kenapa rasanya pahit dan asam ya? Mohon infonya yach….Makasih
Oleh: Margareth Pratiwi on Juli 3, 2008
at 2:55 am
wine umumnya berasa pahit karena terbentuknya alkohol dan berkurangnya gula. rasa masam muncul karena terbentuknya asam aasetat akibat oksidasi alkohol. oleh adanya bakteri.
Oleh: ptp2007 on Juli 3, 2008
at 3:07 am
Pak, bagaimana jika kita ingin melanjutkan ke proses fermentasi asam cuka? Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan? Jika Bapak pernah mencoba cuka apel yang dijual di pasaran, boleh saya tahu rasanya bagaimana? Apakah masih ada rasa pahit? Oya, mungkin gak klo penyebab lain dari timbulnya rasa pahit adalah tanin yang ada dalam buah itu sendiri?
tengkyu….
Oleh: Margareth Pratiwi on Juli 4, 2008
at 4:25 am
jika ingin ke asam cuka maka setelah selesai fermentasi alkohol dilakukan penyaringan atau kadanng juga tidak dilakukan lalu tutup yang tadinya anaerob diganti kain kasa sehingga terjadi fermentasi secara aerob (ini yang banyak dilakukan oleh masyarakat) karena tanpa tambahan biaya dan umumnya dil Malang yang saya tahu begitu. jika akan diaktifkan dapat digunakan aerasi namun harus udara yang telah disaring agar tidak terkontaminasi atau dengan pengaduk. alkohol akan diubah menjadi asam sehingga rasa pahit hilang dan muncul rasa asam. rasa pahit dapat berasal dari tanin, jika dari tanin maka tidak hilang setelah jadi cuka.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Juli 4, 2008
at 6:19 am
tengkyu pak, bwt infonya.
regards,
Margareth
Oleh: Margareth Pratiwi on Juli 4, 2008
at 7:11 am
ass. pak bisa tidak dijelasin tentang cara pembuatan wine dari belimbing?terima kasih
Oleh: roy on Juli 28, 2008
at 9:35 am
boleh minta tolong gak??
aQ mau buat wine dengan kulit pisang tapi dengan bahan-bahan yang mudah didapat oleh anak-anak smp biasa kayak aQ…
ada gak caranya dengan bahan-bahan yang lebih simple??
Oleh: Nancy Smith on Juli 29, 2008
at 6:02 am
pisang masak dipotong kecil-kecil kemudian direbus untuk dimabil sarinya. rebus sampai tidak beruih. lalu disaring. saringan ditambah gula 10 % kemdudian direbus lagi lalu masukkan dalam botol. mula pertama buat dulu 250 ml dalam botol minuman 500 ml setelah dingin masukkan fermipan atau ragi roti sebanyak 1 sendok teh/makan lalu tutup dengan kain. biarkan selama 1 hari. lalu campurkan ke sari pisang yang disimpan dalam wadah 2, 5 liter (sebaik dibuat baru agar tidak kontaminasi, kalau sisai yang kemarin harus dipanaskan lagi). kedua bahan dicampur lalu tutup botol utama dengan kapas yang telah diberi selang (untuk mengeluarkan gas) dan kapas ditetesi lilin agar rapat (jangan sampai bocor. lebih bagus jika tutup dari gabus atau karet tapi harus ada saluran untuk mengeluarkan udara. gelembung udara (CO2) akan keluar pada hari kedua dan biarkan sampai gelembung habis/selesai lalu dhentikan dengan menutup selang/pipa dan biarkan sampai 2 bulan atau sampai jernih dan siap dibotolkan
Oleh: ptp2007 on Juli 31, 2008
at 1:37 am
Salam kenal pak, langsung saja saya mau tanya bagaimana membuat arak beras. apakah beras dijadikan nasi dulu kemudian di blender baru di fermentasikan? berapa komposisinya? terus bgmn cara mengetahui kadar prosentase alkohol? bgmn menjernihkan hasil dari fermentasi shg mendapatkan alkohol murni? alkohol yg kadar prosentase berapa yang cocok sebagai campuran obat gosok (untuk campuran parem kocok)? terimakasih sblmnya
Oleh: Nugraha Andriawan S. on Agustus 1, 2008
at 2:01 am
caranya sperti jawbana sbelumnya. untuk memurnikan dengan cara destilasi. kadar yang cocok sesuaikan dengan yang diinginkan jadi harus dicoba
Oleh: ptp2007 on Agustus 1, 2008
at 2:27 am
kalo bwt arak yg enak gmn yaa ????
Oleh: mr. randy on Agustus 20, 2008
at 9:00 am
pak boleh minta tolong lagi gak?
saya mau buat soda/minuman soda dari buah semangka atau buah yang lainnya..
tapi dari bahan-bahan yang mudah didapat anak smp seperti saya
Thx before….
Oleh: Nancy Smith on Agustus 28, 2008
at 5:46 am
pak bisa kasih cara membuat wine dari belimbing dengan bahan-bahan yang awam dan mudah didapat?
Oleh: ijah on September 4, 2008
at 5:33 am
pak boleh nanya gak?
apakah kandungan dari lendir kulit kerbau sehinnga sesuai untuk penyakit mah
Oleh: nia on September 4, 2008
at 5:40 am
maaf pak saya mau tanya. Saya mau memfermentasi sari buah menjadi etanol dengan bakteri Zymomonas tapi saya bingung cara sterilisasi sari buah tersebut agar tidak diambil alih saccaromices. Saya sudah coba pakai autoklaf pada suhu 121 tapai sari buah jadi matang dan berubah warna menjadi coklat. Saya coba pasteurisasi dengan cara sari buah saya masukkan botol terus masuk oven sampai sampai suhu 80 derajat celcius terus pada suhu tersebut dibiarkan selama 15 menit. Ternyata 3 hari kemudian sudah ditumbuhi jamur. Gimana cara ngatasinya pak. Terima kasih
Oleh: akhmad on September 8, 2008
at 5:25 am
untuk buah atau bahan yang tidak tahan suhu tinggi bisanya dilakukan tyndhalisasi yaitu merebus selama 30 menit dulang tiga kali dengan jarak satu hari. atau kalau untuk wine buat sedikit untuk starter lalu yang utama dibuat setelah starter jadi. bisanya juga ditambahkan amonium sulfat 0,25%
Oleh: ptp2007 on September 8, 2008
at 7:40 am
pak,,,,
saya mo nanya….
gini pak,,,
saya kan mo mengadakan penelitian ilmiah tentang cengkeh dan kayu manis sebagai obat sariawan…
kandungannya apa ya pak dari kedua bahan tersebut,sehingga pas buat obat sariawan?
Oleh: enda myutzzz on September 9, 2008
at 5:59 am
pak……..
saya kan mau buat obat maag dari kulit kerbau,,,
saya mau tanya,
apakah kandungan dari kulit kerbau tersebut sehingga cocok untuk penyakit maag??
Oleh: sina on September 9, 2008
at 6:02 am
pak…….
sebentar lagi saya akan lulus. jadi pihak sekolah mengajukan peryartan bahwa setiap siswa harus mebuat bahan penelitian. oleh karna itu saya mengangkat tema pengobatan asma, kebetulan ibu saya mengidap penyakit asma jadi saya membuat obat asma, yang terbuat dari kunyit & bawang putih. jadi……….
saya mau bertanya, apa ada manfaatnya dan apa saja kandungan yang dapat membantu dalam penyembuhan penyakit ama tersebut. dan apakah bisa bahan tersebut bisa di fermentasikan menjadi sirup atau bahan sejenisnya…..
mohon bantuannya…………
terima kasih………….
da…da……..da…..
jangan lupa dijawab ya pak….
oh iya saya ini anak sma jdi tolong dibantu
Oleh: ega on September 9, 2008
at 6:10 am
sebelumnya saya mohon maaf, berkenaan dengan obat-obatan saya tidak begitu paham. apa saja yang dapat mengobati asma saya juga tidak tahu. jadi saya tidak dapat memberikan jawaban.
mengenai fermentasi kunyit dan bawang putih yang justru dikawatirkan adalah senyawa volatilnya dikawatirkan hilang. padahal ini yang sering dijadikan sebagai sumber obat.
Oleh: ptp2007 on September 10, 2008
at 1:50 am
pak,saya sudah baca tentang wine dari belimbing..
dan saya berniat untuk mencoba membuatnya..
tapi saya tidak mengerti bgaimana komposisi yang pas untuk membuatnya..
saya bingng untuk mencari bahan-bahan yang telah bapak cantumkan beserta dengan cara kerjanya..
jadi saya minta tolong pak,cara buat wine belimbing denagn cara yang mudah dan bahan yang mudah didapat?
Terima kasih sebelumnya ya..
Oleh: rani inawan on September 13, 2008
at 5:50 am
cara sederhana sudah saya kirim ke email anda mudahnya buat larutan blimbing yang sdh ditambah gula 10% lau reus dan dinginkan mekudian inokulasi dengan fermipan dan lakukan fementasi.
Oleh: ptp2007 on September 15, 2008
at 5:08 am
trima kasih ya pak..
Oleh: rani inawan on September 15, 2008
at 5:53 am
asslm.
dalam proses fermentasi wine,apakah di perlukan sterilisaasi terlebih dahulu, mengingat bakteri atau khamir yang digunakan anaerob?
apakah yang mempengaruhi citarasa wine yang dihasilkan dari berbagai runah produksi sehingga tidak sama? seperti brem bali yang tidak sama antar rumah produksi( ini katanya teman saya lho pak,,,saya belum pernah mencoba,swear pak)
terimakasih
Oleh: andrea angga.tip.0711030035 on September 18, 2008
at 1:19 pm
assalamualaikum pak, saya mau nanya ada alasan kenapa orang tidak mengkonsumsi wine yang salah satunya karna dilarang agama. Yang mau saya tanyakan alkohol jenis apa yang menyebabkan suatu benda itu haram atau semua jenis alkohol.kalau tidak apakah saya boleh tau apasaja berapa kadar alkohol yang boleh kita konsumsi? makasih ya pak…..wass
Oleh: nehan on September 23, 2008
at 4:57 am
berkait dengan hukum agama sebenarnya kita ikuti apa yang dianjurkan dan kita jauhi apa yang dilarang bukan mencari kenapa, meskipun nantinya ada penjelasan secara ilmiah namun tidak selamanya benar. alkohol juga diketahui banyak sisi buruknya sehingga orang non muslimpun kalau minum sebenarnya tidak berani banyak bahkan dilluar negeri sopir yang ketahuan mabuk didenda.
mabuk(salah satu karena minuman beralkohol) dapat menyebabkan banyak masalah. ada kisah tentang seorang pemuda yang disuruh membunuh tidak mau, disodori wanita sangat cantik juga tidak tergoda, lalu wanita ini menawrai sedikit minuman beralkohol hingga akhirnya mabuk, kemudian berzina dengan perempuan tadi dan akhirnya membunuh. itu salah satu contoh bahayanya.
tidak ada ketentuan batas, jika memabukkan/haram maka sedikinyapun tetap haram
semoga membantu.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on September 25, 2008
at 2:02 am
pak,bagaimana cara menentukan kadar alkohol dalam wine pisang yang akan dibuat??
apakah wine yang dibuat harus ditinggal selama 2 bulan bru menjadi wine??
saya diberi wktu 2 minggu untuk tugas membuat wine.. apakah itu cukup?? terima kasih pak..
Oleh: andrew on Oktober 5, 2008
at 2:36 am
cara mengukur alkohol pada wine biasanya dengan destilasi, destilat ditampung pada wadah yang berisi air dengan suhu 20 C yang telah diketahui beratnya kemudian tampung destilat sampai volume tertentu, ukur volume total dan berat total bagi berat total yang diperoleh dengan berat total jika semua adalah air. kan diperoleh bjnya bandingkan dengan bj alkohol (bj ai1 1 dan alkohol0,77).
penyimpanan 2 bulan adalah proses aging (penuaan) agar mikrobianya mengendap dan diperoleh cairan yang jernih serta telah terbentuk alkohol sekunder. makin lama makin baik.
maaf jika terlambat, maklum banyak yang harus dibalas.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Oktober 9, 2008
at 6:10 am
terima kasih, pak atas jawabannya.
sepertinya krn proses aging yang cukup lama, proyek kami akan diganti dengan pembuatan nata de coco. apakah bapak bisa memberikan saran, produk apa yg menarik selain wine,tempe,nata de coco, ataupun ketan, yang menggunakan prinsip fermentasi anaerob??
dan dimanakah saya bisa mendapatkan bakteri starter yang mudah dicari? apakah harganya mahal?
Oleh: andrew on Oktober 10, 2008
at 4:28 pm
cara aging dapat diganti dengan penyaringan namun hanya untuk menjernihkan produk. banyak produk yang dapat dibuat dengan cepat misal yogurt, brem dsb.
strter kultur murni umumnya mahal namun jika starter jadi lebih murah dan dapat diperoleh di industri pembuatnya misal ragi tempe, ragi tape, ragi roti, starter nata dsb. bahkan produk jadi sebenranya dapat digunakan sebagai starter
Oleh: ptp2007 on Oktober 11, 2008
at 1:12 am
ass. pak saya ingin membuat alkohol dari tanman keladi. tapi saya bingung bagaimana cara fermentasi yang baik agar didapat alkohol yg banyak. ini adalah skripsi saya.keladi dan singkong kan sama2 polisakarida, kalau dari singkong kan bisa dihasilkan alkohol, nah maka dari itu saya ingin mencoba membuatnya dari keladi.
saya harap bantuannya y pak.kirimkan ke email saya.
waasl.
Oleh: lilis on Oktober 14, 2008
at 3:51 am
kami sudah melakukan pembuatan nata de coco. di salah satu alat dan bahan yang dibutuhkan, saya menemukan urea. yang saya tahu, urea itu membahayakan bagi tubuh. tapi menurut guru saya,urea malah sangat membantu dalam proses pembuatan,krn itu merupakan makanan bactery acterobacter xylinum. apakah anda dapat membantu saya, reaksi apa yang terjadi dalam pembuatan nata de coco, sehingga urea yang ada dlm nata de coco tidak berbahaya bagi tubuh kita? terima kasih atas bantuannya, pak.
Oleh: andrew on Oktober 25, 2008
at 12:10 am
pak, mw nanya
- cara ukur alkohol pada cider apel apakah harus pake hidrometer jg?
- gimana cara menghentikan proses fermentasinya, soalnya cider yang pengen saya buat alk. max 5%
- apakah perlu ditambah sulfit untuk mencegah kontaminasi atau cukup dengan pasteurisasi sari apelnya?
- bisakah nutisi N dari amonium hodrogen phospat diganti dengan ekstrak kecambah?
terima kasih banyak ya pak…jawaban bapak akan sangant bantu saya
Oleh: belle on Oktober 31, 2008
at 10:09 am
pakai alkohol meter itu yang paling sederhana. biasanya utuk menghentikan dilakukan penyaringan lalu proses aging meski tidak berhenti sebenarnya. sebaiknya gunakan gula terbatas sehinga alkohol tidak tinggi.
sukfit memang lebih baik ditambahkan jika proses secara tradisional
penggunaan ekstrak kecambah lebih baik daripada amonium fosfay
Oleh: ptp2007 on November 3, 2008
at 3:49 am
saya baru saja mencoba membuat fermentasi sari tomat dan jeruk. tapi tanpa starter kerena pernah mencoba dengan nanas tanpa starter jadi wine. kalau mo pakai starter pakai fermifan bisa ya pak ?
Oleh: dina on November 12, 2008
at 2:25 am
umumnya dari jus buah akan terbentuk alkohol. silahkan dibiarkan saja dalam wdah yang ditutup dengnan kain saring maka akan terbentuk cuka. jika dipakai fermeipan maka akan terbentuk wine
Oleh: ptp2007 on November 12, 2008
at 4:35 am
Ass..pak. Kalo boleh tanya, bagai,ana dengan fermentasi buah semangka. Apakah cocok/ tidak?
Oleh: desy on November 16, 2008
at 6:07 am
cocok apanya? yang jelas dapat dibuat wine tapi mengenai cocok atau tidak saay tidak tahu. yang saya tahu ijin produksi wine sudah tidak ada.
Oleh: ptp2007 on November 17, 2008
at 3:17 am
Bapak, saya ingin mengetahui cara ukur kadar pati ubi jalar jenis sari yang sudah di steam. apakah ada alat yang praktis dan cepat untuk mengetahui hasilnya. Kami mendapat permintaan dari Jepang untuk mengirim ubi jalar yang sudah steam dan dibekukan untuk tujuan minuman shouju maka mereka membutuhkan ubi dengan kadar pati diatas 25%.
Oleh: Imam Santoso on November 20, 2008
at 2:20 am
apa ada pelatihan pembuatan wine dari buah serta jual alat nya?
Oleh: alung on Desember 1, 2008
at 10:36 am
fermentasi wine sangatlah mudah, namun untuk kursus atau pelatihan rasanya tidak ada, karena ga diijinkan membuat pelatihan minuman beralkohol, saya juga pernah dimintai suatu jamaah agama tapi saya tidak sanggup. belajar saja dari blog. lalu praktek sendiri dan perbaikiki kelemahan yang muncul
Oleh: ptp2007 on Desember 3, 2008
at 8:18 am
asw. pak sy mau nanya kl fermentasi wine pake jeruk gmn ya?????
Oleh: raychan on Desember 10, 2008
at 1:28 am
tidak masalah,keasaman cukup hasil juga baik
Oleh: ptp2007 on Desember 10, 2008
at 1:38 pm
Saya ingin bertanya, macam mana nak fermentasi aloe vera?.tolong bantu saya.terima kasih.
Oleh: yun on Desember 11, 2008
at 3:04 am
thanks, fermentor dan khamir beli nya dimana Pak?
Oleh: alung on Desember 11, 2008
at 3:12 am
fermentor yang baik harus pesan tapi banyak di Indonesia yang dapat buat. untuk surabaya misal di Pt Prajasa. atao lewat tokomesin.com
khamir dapat belidiperguruan tinggi terdekat yang ada jurusan biologi atau TP carai saccharomyces cerevisiae. atau pakai fermipan
Oleh: ptp2007 on Desember 12, 2008
at 1:54 am
pak,saya mau tanya.bisa tidak fermentasi kulit pisang menjadi bioetanol?katanya fermentasi kulit pisang hanya akan menjadi cuka,tolong jelaskan.
matur nuwun
Oleh: hasan on Desember 15, 2008
at 9:29 am
maaf,klo boleh tau kisaran kandungan karbohidrat yang dimiliki suatu bahan agar bisa dibuat bioethanol itu berapa?
Oleh: hasan on Desember 15, 2008
at 9:34 am
Kulit pisang dapat dibuat bioetanol. untuk jadi cuka harus melewati fermentasi etanol yaitu tahapan dalam pembuatan bioetanol.
dalam pembuatan bioetanol bukan kadar karbohidratnya yang penting tapi kadar glukosanya. jikasubstrat dari karbohidrat maka dibutuhkan enzim untuk memecah menjadi glukosa
Oleh: ptp2007 on Desember 17, 2008
at 4:21 am
bapak tanya ni..dalam komentar bapak mengenai kulit pisang dibuat bioetanol,disebutkan bahwa jika subsratnya dari karbohidrat maka dibutuhkan enzim untuk memecah polisakarida menjadi glukosa..yang ingin ditanyakan,1. bukannya fermipan itu sudah berfungsi sebagai enzim yang memecah menjadi glukosa? 2. proses pembuatan wine dan pembuatan bioetanol itu sama ato berbeda? klo berbeda terletak dimana? apakah proses pembuatan wine yang semakin lama akan menghasilkan bioetanol?…sebelumnya terimakasih atas jawabannya.
wassalam
Oleh: rafika on Desember 18, 2008
at 8:47 am
fermipan bukan memecah glukosa, karena fermipan adalah inokulum ato ragi yang mengndung sacharomyces berfungsi mengkonsumsi glukosa bukan menghasilkan glukosa.
proses fermentasi alkoholnya sama hanya awal dan akhirnya yang beda dan bukan lama waktunya. wine makin lama makin baik tapi bukan untuk bioetanol.
Oleh: ptp2007 on Desember 18, 2008
at 10:35 pm
Pak mohon petunjuknya, saya sedang merintis usaha bioethanol skala home industri. Saya kesulitan untuk mendapatkan komposisi yg tepat untuk fermentasi molase.
1. Bahan utama dan pendukung apa saja yg diperlukan dan berapa takarannya.
2. Bila menggunakan fermipan berapa hasil alkohol maks yg bisa didapat.
3. Apakah ada lembaga penelitian yg menjual ragi khusus etanol di Indonesia.
Mohon pencerahan.
Terima Kasih
Oleh: Andy on Desember 24, 2008
at 4:59 pm
Pak, saya ingin mencoba membuat wine dari salak. tapi saya tidak mengerti bagaimana komposisi bahan yang pas untuk membuatnya.
Saya minta saran dan petunjuk dari bapak, bagaimana cara membuat wine salak tapi dengan cara yang mudah dan bahan yang mudah di dapat.
bisa tolong di kirim ke email saya pak jawabannya.
Terima kasih sebelumnya ya Pak.
Oleh: ismi on Januari 9, 2009
at 5:39 am
wine dari salak dapat dibuat dengan cara:
buah salak dipotong kecil-kecil kemudian rebus dengan air hingga mendidih sekitar 30 menit
saring lalu tambahkan gula pasir 10% dan amonium sulfat 0,25%. larutkan semua bahan dam masukkan dalam wadah.
wadah yang digunakan adalah yang memiliki tutup ata bagian atas kecil.
setelah dingin, tambahkan fermipan 1% dan tutup wadah dengan rapat, lapiais dengan lilin atau malam dan buat saluran udara dari pipa/selang yang kecil. ujung pipa masukkan dalam air.
pada hari berikutnya akan muncul gelembung-gelembung udara dari pipa (ini menunjukkan proses berhasil) biarkan hingga tidak muncul lagi gelembung lalu dipanen atau di biarkan dengan keadaan tertutup (ujung pipa diikat) biarkan 2 bulan atau sampai terbentuk endapan dan larutan jadi jernih lalu saring dan masukkan dalam botol ntuk siap dikonsumsi
Oleh: ptp2007 on Januari 9, 2009
at 12:47 pm
pak…tolong kirimin saya cara2 pembuatan wine dari kulit pisang dan salah donk…
Thx.
Oleh: burton on Januari 13, 2009
at 4:35 pm
apa yang di blog masih kurang jelas jawaban saya? silahkan diambil saja pada jawaban yang ada. cukup kok.
Oleh: ptp2007 on Januari 14, 2009
at 2:24 am
Deangan hormat,
Selamat siang Pak,
Saya ingin menanyakan apakah membuat arak/minuman fementasi dari tebu untuk dikonsumsi sendiri ( tidak diperjual belikan, tidak dibagikan ) melanggar hukum atau tidak ? Semoga Bapak berkenan menjawab pertanyaan saya karena saya buta hukum dan tidak ingin melanggar hukum.
Atas bantuannya saya haturkan banyak terimakasaih. Salam
Oleh: Daniel Prasetiyo on Januari 16, 2009
at 12:38 pm
saya juga bukan ahli hukum, yang jelas apakah dapat meyakinkan orang lain kalu untuk diri sendiri? seperti orang buat sabu-sabu apakah dapat alasan untuk dikonsumsi diri sendiri lalu boleh?. setahu saya kalau dilarang oleh hukummaka baik untuk diri sendiri maupun orang lain ya sama aturannya. kecuali ada klausul tersendiri. mohon maaf jika jawaban tidak atau kurang tepat
Oleh: ptp2007 on Januari 16, 2009
at 1:12 pm
pak,
kLu fermentasi belimbing jadi wine itu hasil akhir dari warnanya apa ya??
tRus rasanya gmana??
Oleh: rani inawan on Januari 16, 2009
at 1:13 pm
warna tergantung kualitas blimbing yang dipakai, bisanya agak kekuningan. jernih tidaknya produk tergantung waktu aging yang dilakukan.
Rasa tergantung banyak sedikitnya gula sisa yang ada atau ada tidaknya penambahan bahan lain,misal hop dsb agar terasa pahit alkohol
Oleh: ptp2007 on Januari 17, 2009
at 12:43 am
Pak nanya nih,tolong keterangan deteil membuat wine anggur.kalau kamirnya bisa ndak buat sendiri,gimana caranya ya pak? terima kasih.
Oleh: era jaya on Januari 19, 2009
at 9:18 am
RASANYA SUDAH CUKUP DETIL kalau detil banget nanti saya dianggap nyebarkan cara buat minuman memabukkan, jadi saya batasi, karena dulu ada artikel saya tentang fermentasi bir, diprotes lalu saya hapus.
khamir tidak dapat buat sendiri, karena sudah ada sejak dulu hanya dapat diperoleh dari kultur murni yang dijual atau dari fermipan bahkan dapat pula dari ragi tape.
Oleh: ptp2007 on Januari 19, 2009
at 1:27 pm
PAK SAYA HANYA INGIN MEMBUAT WINE YANG AMAN DENGAN TANPA MENAMBAH ZAT KIMIA AN ORGANIK . DAN MOHON BAHANNYA YANG TERSEDIA ( MUDAH DI DAPAT ) TOLONG DEH . DAN PASTIKAN AMAN DIKONSUMSI ,TIDAK MENGANDUNG METANOL
Oleh: sugeng on Januari 27, 2009
at 8:30 am
Maaf pak saya ini kurang tau kalo boleh bertanya khamir itu apa dan kalo saya mencari ada di mana ? lokasi saya di jakarta barat
Oleh: Taufik on Januari 28, 2009
at 1:26 pm
sudah saya buatkan tulisan tentang khamir. semoga bermanfaat
Oleh: ptp2007 on Januari 29, 2009
at 2:01 pm
selamat siang,
saya sangat tertarik dengan permentasi yang dibuat minuman, mohon petunjuk untuk buah2 mana aja yang lebih bagus dipermentasi kan selain anggur?
1. apel
2. nanas
3. kuini
mhn petunjuk pembuatan yang praktis dan cepat, apakah sama dengan permentasi kulit pisang diatas,
dan untuk sekala percobaan 1 liter sari buah (nanas, kwini,apel) berapa ukuran penabah zat2 yang harus di campurkan,.
terima kasih sebelumnya
Oleh: didin suhendar on Januari 30, 2009
at 3:54 am
sama untk semua bahan, edanya jikabuah manis maka gula yang ditambahkan lebih sedikit. buah msam tidak perlu pengaturan pH
Oleh: ptp2007 on Januari 31, 2009
at 7:48 am
wine umumnya dibuat tanpa bahan kimia anorganik, cukup sari buah, gula, ekstrak kecambah sebagai sumber nitrogen dan ekstrak jeruk untuk ngatur pH. untuk menghindari adanya metanol gunakan khamir yang baik (murni). proses lainnya sama.
Oleh: ptp2007 on Februari 1, 2009
at 1:59 pm
ass,pak,,saya sedang sktipsi tentang pembutan minuman fermentasi buah naga,,
menurut bapak jika sumber nitrogen yang saya tmabhakan adalah sintetis yaitu amonium sulfat, diamonium hidrogen pospat, ZA, NPK, urea,,,untuk ZA,npk, urea apakh aman jika ditambahkan dalam bahan pangan,sedangkan itu merupakan pupuk bagi tanaman?
terimakasih
Oleh: ita on Februari 21, 2009
at 2:32 am
sepengatuhan saya aman asal dalam jumlah sesuai kebutuhan mikrobianya. sumber nitrogen akan diserap oleh mikrobia, tapi sumber nitrogen organik lebih baik karena selain sebagi sumber nitrogen juga ada nutrisi lain yang tidak terdapat pada bahan sintetik. dan ini yang mendukung pertumbuhan mikrobia
Oleh: ptp2007 on Februari 21, 2009
at 3:03 am
menurut bapak sumber nitrogen organik yang baik apa?
faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba (saya menggunakan L.plantarum) itu apa saja pak?
trimakasih
Oleh: ita on Februari 21, 2009
at 3:27 am
Wadhuh, ternyata asyik banget ya ngomongin alkohol. Banyak sekali peminatnya.
Jangan-jangan semua pemabuk seperti saya nih..
Oleh: agushariyadi on Maret 17, 2009
at 1:36 am
pak……….
kami ingin membuat laporan penelitian tentang pembuatan asam cuka dari fermentasi ketan putih. saya tidak tahu bagai mana cara membuat tinjauan pustaka tolong ya….pak
Oleh: ana on Maret 18, 2009
at 11:11 am
yang ditanyakan cara membuat tinjauan pustaka atau referensi pustaka yang berkait? cara membuat tinjaun pustaka adalh kita menggunakan pustaka yang mendukung ide atau judul kita. jadi kalau penelitian tentang pembuatan asam cuka dari fementasi ketan putih, maka harus ada fermentasi asam cuka dan tentang ketan putih. kenapa ketan putih?maka harus dikaitkan dengan bahan yang lain. sehingga muncul keunggulan yang diinginkan misal jumlah asam yang dihasilkan, waktu fementasi, biaya dsb.
Oleh: ptp2007 on Maret 18, 2009
at 3:43 pm
pak gimana caranya buat cuka apel tapi dari ragi tape?
Oleh: sumra on Maret 28, 2009
at 5:42 am
Apel di potong-potong kemudian direbus, cairannya ditambah gula 10 % kemudian difermentasi dengan ragi tape 1 % secara anaerob selama 1minggu kemudian dilanjutkan dengan fermentasi aerob (tutup alon diganti kain) saring dan dibiarkan 1- 2minggu lalu di saing untuk dikemas atau dipasterisasi.
Oleh: nurhidayat on Maret 30, 2009
at 9:03 pm
mohon informasi pembuatan wine dari anggur mulai tahap awal sampai akhir. terima kasih
Oleh: freeze on Maret 31, 2009
at 2:34 pm
silahkan baca di buku saya mikrobiologi industri terbitan ANDI Jogja
Oleh: ptp2007 on April 2, 2009
at 9:56 am
1. Pak, bagaimana caranya mendapatkan wine yg jernih/bening bila jus buah yg akan difermentasikan memiliki karakter keruh? (seperti air cucian)
2. Bagaimana menghentikan proses natural fermentasi/wild fermentation agar didapatkan sweet wine dgn jumlah kadar gula tertentu? (membunuh khamir/bakteri tanpa merubah/menambah aroma(flavor) asli).
3. Apa saja yg menyebabkan wine mengalami perubahan/kehilangan aroma segarnya?
4. Terimakasih atas jawabannya.
Oleh: roni kunz on April 1, 2009
at 1:21 pm
1. Lakukan aging atau biarkan beberapa waktu (bulan) sampai jernih, contoh perlakuan ini pada pembuatan brem bali
2. dapat dilakukan psteurisasi atau setelah disaring ditutup rapat dalam botol kaca.
3. oksidasi
Oleh: ptp2007 on April 2, 2009
at 9:53 am
1. Pak, saya telah lakukan aging selama 2 bulan tetapi tidak sampai jernih. Apakah ini kurang lama?
Atau mungkin disebabkan proses fermentasi yg saya lakukan berbeda, yakni tidak menggunakan saluran/pipa/selang air agar CO2 keluar, melainkan menutup rapat saluran agar CO2 terperangkap di dalam utk memberikan efek buble/soda pada wine. Apakah metode ini mempengaruhi kejernihan wine yg dihasilkan?
2. Bukankah suhu mempengaruhi kualitas suatu wine (aroma & rasa). Apakah pasteurisasi tdk mempengaruhi kualitas wine?
Mohon pencerahannya. Terimakasih!
Oleh: roni kunz on April 2, 2009
at 11:17 am
1. mungkin juga. untuk menambahkan CO2 pada produk bisanya dilakukan setelah aging. di Italy, stelah produk selesai dan dimasukkan botol baru ditambah gula dan ragi lalu ditutup rapat agar diperoleh CO2 secara alami. ini untuk proses tradisional.
2. suhu memang mempengaruhi maka yg pasteurisasi tidak dianjurkan.
Oleh: ptp2007 on April 2, 2009
at 3:34 pm
pembuatan anggur dapat dilihat di bhuku saya mikrobiologi industri terbitan ANDI Jogja, kalau di blog pernah di protes jadi tidak dimuat lagi.
Oleh: ptp2007 on April 2, 2009
at 4:25 pm
1. Apakah didalam buku itu dijelaskan bahan2x penjernih yg biasa digunakan dalam proses pembuatan wine?
2. Apakah proses penjernihan dgn sentrifuse/sentrifugal tidak memiliki risiko oksidasi? Dan apakah ada alat sentrifuse dgn kapasitas volume yg besar (galon) di pasaran?
Terimakasih!
Oleh: roni kunz on April 3, 2009
at 12:08 pm
buku di tas adalah tentang mikrobiologi bukan produksi wine. ada buku sendiri tentang itu dalam bahas inggris. mau?
Oleh: nurhidayat on April 7, 2009
at 2:40 pm
Terimakasih atas jawaban dan tawarannya!
Oleh: roni kunz on April 21, 2009
at 10:07 am
yth. bpk di tempat,
Saya melihat ada prospek pada minuman legen dan tuak dari tuban untuk produksi. saya berharap legen bisa jd minuman tradisional indonesia yg diakui di negri sndr maupun LN.pertanyaan saya:
1. ijin membuat minuman beralkohol sdh tdk ada, bagaimana dgn brem bali?atau mgkn ada ijin produksi khusus ekspor?
2. Apakah bisa membuat legen untuk produksi minuman non-alkohol ( dgn menghentikan proses fermentasinya??)
3. kalau memungkinkan (2), tolong dijelaskan caranya dan peralatan produksi skala kecilnya
terima kasih n tolong no contact person
Oleh: ricky on Mei 15, 2009
at 7:53 am
prospek sudah cukup baik dan bukan untuk minuman alkohol, mahasiswa bimbingan saya yang berasal dari Tuban saya arahkan ke sana. satu sudah lulus membuat minuman kemas, satu belum lulus membuat jelly drink siwalan dan sekarang ada yang untuk pinmas yaitu minuman legen. semoga ini membantu mayarakat.
ijin memang tidak ada untuk minuman beralkohol kecuali yang sudah ada, jadi ya ga usah dipikir termasuk untuk ekspor. masih banyak kok produk lain yang non alkohol
Oleh: ptp2007 on Mei 15, 2009
at 10:16 am
pak boleh tau proses membuat minuman legen non-alkohol? tanpa menyinggung resep campuran mahasiswa anda tentunya
Oleh: ricky on Mei 17, 2009
at 4:56 pm
proses untuk minuman tinggaltambahkan essence asam sitrat dan gula lalu dimasak dikemas dan disterilkan. jika butuh berkarbonasi mak tambahkan CO2 tapi harus dengan botol
Oleh: ptp2007 on Mei 18, 2009
at 1:48 am
ass..pak,saya maw bertanya mohon dijawab,apa buah juwet dapat difermentasi,dan bagaimana proses pembuatannya???mtrims sebelumnya,dan apa kah kandungan buah juwet itu hampir sama dengan buah anggur???trimakasih
Oleh: yunita on Mei 31, 2009
at 1:38 am
ass,pak saya maw nanya lagi apa rumput laut dapat dipake sebagai bahan baku mi instan.dan apa jg bisa dipake untuk bikin permen.dan satu lagi apa belalang kayu dapat dijadikan kripi/tepung,??trims
Oleh: yunita on Mei 31, 2009
at 1:55 am
untuk mie instan saya kurang tahu tapi kalau untuk permen dapat. belalang dapat dijadikan tepung. untuk pakan karena kaya protein juga sedang untuk manusia perhatikan keberadaan antihistamin
Oleh: ptp2007 on Mei 31, 2009
at 7:36 am
buah juwet dapat difermentasi seperti buah yang lain, tapi kalo bisa jangan wine ya, sudah banyak orang meninggal karenanya. dan itu bukan buaya kita
Oleh: ptp2007 on Juni 2, 2009
at 2:28 am
ass..pak..
saya skripsi tentang pembuatan wine dari salak.
boleh saya minta info semua mengenai pembuatan wine dan mikrobiologi dari ragi..
saya seminar hari selasa ini…
mohon kirim ke email saya.
terima kasih sebelumnya..
Oleh: SITA on Juni 26, 2009
at 3:35 am
ass..
mungkin ada yang pernah penelitian mengenai proses fermentasi salak bali dan salak pondoh untuk minuman beralkohol.
mohon kirimkan soft file ke email saya:
greenbear_itha@yahoo.com
saya sedang meneliti itu..
terima kasih sebelumnya..
Oleh: SITA on Juni 29, 2009
at 5:48 am
ass pak..
saya mw nanya..
kenapa dalam pembuatan wine ada yg membuat starter dulu ya..fungsi starter sendiri untuk apa?
kemudian setelah dfermentasi kenapa mesti dpanaskan dulu ya?
terima kasih sebelumnya..
Oleh: SITA on Juni 29, 2009
at 2:44 pm
kalo buatnya sedikit seih ga perlu starter, tapi kalo mau buat setiap saat adalah 1000 liter misalnya apa cukup dari tabung reaksi?
starter adalah untuk mempercepat proses. kultur murni diaktifkan dalam volume 100ml lalu dikembangkan ke 1 liter sehingga tidaklagi melalui fase adaptasi tapi langsung logaritmik begitu seterusnya hingga dipakai untuk kapasitas besar. dan digunakan berulang.
Oleh: ptp2007 on Juni 30, 2009
at 2:59 am
siang pa??
pada pada proses fermentasi kan ada yang menggunakan NPK dan Urea ada g hubungannya dengan enzim alpa amilase?
klo ada bagai mana prosesnya terbentuknya???
klo g fungsi dari NPK dan Ureakan sebagai Nutrisi bagi fermentor, ada g fungsi laen?
Oleh: dwi on Juli 5, 2009
at 4:16 am
fermentasi bioetanol menggunakan NPK dan Urea sebagai nutrisi. Apa manfaatnya apa manfaat lainya pak selain sebagai nutrisi????
Ada gak hubungannya dengan enzim alpha amilase dalam proses ini???
antara NPK, Urea???
sedangkan prosesnya gmn pak???
Oleh: dwi on Juli 5, 2009
at 10:35 am
pak mohon penjelasannya???
hari selasa saya seminar…
Fermentasi bioetanol menggunakan NPK dan Urea sebagai nutrisi. Apa manfaatnya apa manfaat lainya pak selain sebagai nutrisi????
Ada gak hubungannya dengan enzim alpha amilase dalam proses ini???
antara NPK, Urea???
sedangkan prosesnya gmn pak???
Oleh: dwi on Juli 5, 2009
at 10:49 am
pak kirim melaluli email sy
minggu ini saya seminr…
mohon penjelasannya pak???
Oleh: dwi on Juli 5, 2009
at 10:52 am
fungsi utama ya sebagai sumber nutrisi terutama N. hanya dalam metabolisme nitrogen dibutuhkan untuk pembentukan protein bukan membentuk produk. protein digunakan untuk membentuk sel dan juga enzim (enzim mengandung protein dan non-protein). apakah berperan dalam pembentukan amilase? tergantung dalam pembuatan bioetanol apakah digunakan mikrobia amilolitik tidak. jika ya tentunya berperan jika tidak ya tidak berperan.
Oleh: ptp2007 on Juli 6, 2009
at 3:36 am
Siang pak..
Pak di kampung saya sangat banyak jenis buah2an dan tanahnya sangat subur. Saat ini masyarakat kurang mengerti bagaimana membuat hasil-hasil pertanian, perkebunan tsbt agar lebih mempunyai daya jual lebih berharga.
Kalau boleh pak, tolong diemail dong ke saya Cara pembuatan Wine ini, maksudnya step by stepnya, dan bahan2 apa yang harus disiapkan. Dan standar bahan yang harus ada apa ya?, kalau untuk Salak bagaimana?
Email saya: feber-s@cbn.net.id
Oleh: Feber Sormin on Juli 11, 2009
at 5:29 am
Pembuatan wine? waduh mohon maaf saya ga berani karena ini katanya haram. dan sekarang lagi banyak orang menyalahgunakan untuk mabuk2 an.
jadi saran saya buah dapat diolah menjadi berbagai produk yang lebih baik daripada wine. di Malang sudah ada pia apel. di Jember sekarang sudah dibuat suwar-suwir kopi dsb.
sekali lagi maaf ya.
Salak daripada dibuat wine dapat dibuat cuka, leather salak dsb
Oleh: ptp2007 on Juli 12, 2009
at 5:46 am
saya tidak berani kirim cara pembuatan wine.karena ini dilarang pemrintah tapi di intenet banyak pustaka tentang ini. untuk buah dapat dibuat banyak produk.saat ini yg populer justru dibuat cuka buah
Oleh: ptp2007 on Juli 21, 2009
at 5:30 pm
ass.
numpang tanya, pa.
kalo mau buat wine dari beras, pake raginya apa? trus tolong dijelasin cara pembuatannya secara detail.
kalo mau buat wine apel, ada alat khususnya ga, pa? kalo ada, cara buat dan bentuknya gimana?
jawabannya tolong di-email ke tensieun456@yahoo.com
makasih, pa!!!!
Oleh: Stephanie on Juli 30, 2009
at 1:03 pm
seperti buat tape atau brem bali saja. maaf saya ga bisa ngirim resep untuk wine. ga berani
Oleh: ptp2007 on Juli 30, 2009
at 10:23 pm
mohon tanya lagi, pa!….
di buku yg bapa buat, ada cara2 pembuatan wine secara lengkap???? ada cara buat alatnya ga, pa??? di gramedia ada ga pa? thx bgt……
Oleh: Stephanie on Agustus 8, 2009
at 12:43 pm
Kenapa ya wine kurang membudaya di Indonesia
Eh, betewe, saya minta ijin ngutip ya, buad laporan praktikum, hehe
Kemarin habis buat wine buah-buahan, ada markisa, pisang, jeruk, nanas, pepaya, apel, timun suri, jambu biji, tomat, dan mangga
Thanks
Oleh: Sochi on Agustus 30, 2009
at 4:44 am
kemungkinan karena banyak warga muslim di Indonesia.silahkan tentunya dengan menyebut sumbernya
Oleh: ptp2007 on Agustus 30, 2009
at 2:34 pm
pak..
kepekatan amonium sulfat nya berapa yah??
terima kasih
Oleh: kimz on September 9, 2009
at 9:57 am
0,25%
Oleh: nurhidayat on September 9, 2009
at 2:28 pm
pak, untuk buat saluran pada botolnya gmn y?? soalnya kn kalau kita buat saluran, brarti oksigen bs masuk jg donk??? kalau diganti dengan botol jg bagaiman?? lalu kalau menggunakan botol biasa, mengeluarkan gasnya bagaimana y?? boleh tdk klo d buka sambil d tekan??
kira2 kalau starternya diminum boleh tidak pa??
Oleh: Indra on September 11, 2009
at 1:08 pm
tutup botol dibuat dari kapas atau karet dan diberi pipa kecil (jaga yg rapat sambungan. lalu ujung pipa yg lain masukkan air yg diberi disinfektan agar tidak ditumbuhi nyamuk. nanati gas yg keluar akan kelihatan sebagai gelembung2. jika sudah selesai akan berhenti. minum starter artinya minum mikrobia
Oleh: ptp2007 on September 11, 2009
at 9:05 pm
brarti kalau minum starter nya sedikit doank untuk nyobain rasanya bahaya donk??? tp hnya untuk nyoba rasanya….
Oleh: Indra on September 13, 2009
at 9:11 am
pak, mau nanya lagi…
kalau minum starter nya itu bahaya atau tidak yah??
Oleh: kimz on September 13, 2009
at 9:11 am
pak, kalau starternya di diamkan selama 6 hari, masih bs d pakai kn y pak??
terima kasih atas informasinya…
Oleh: Indra on September 13, 2009
at 9:25 am
pak, kalau dr starter d campur dengan larutan, co2 nya akan keluarnya sama dengan yang dikeluarkan oleh starter atau lebih sedikit??? atau bahkan akan lebih banyak???
Oleh: salim on September 13, 2009
at 9:37 am
apa bisa dicampur CO2? kan jadi kondisi yang beda. fermentasi itu sendiri menghasilkan co2. napain ditambah? pada fermentasi tradisional di Itali ketika fermentasi selesai, maka ditambah gula dan yeast lagi agar terbentuk co2
Oleh: ptp2007 on September 16, 2009
at 8:20 pm
pak saya mau tanya, sebenarnya apa fungsi dan tujuan dari penambahan gula dan penambahan ekstrak tauge dlm fermentasi wine?
Oleh: bary on Oktober 4, 2009
at 3:56 am
gula sumber karbon untuk metabolisme dan diubah menjadi alkohol sedang taoge sebagai sumber nitrogen dan faktor tumbuh
Oleh: ptp2007 on Oktober 5, 2009
at 3:42 am
tnya neh pak… di daerah saya banyak buah jambu mente yang terbuang buang neh.. apa bisa jambu mente tsbt di bikin wine.? ato bio etanol n gmna prosesnya..?
Oleh: agusnan on Oktober 24, 2009
at 12:08 pm
secara teori bisa, dulu di GunungKidulJogja malah sudah dibuat pabriknya tapi gagal dalam pemasaran
Oleh: ptp2007 on Oktober 26, 2009
at 3:34 pm
untuk bahan baku wine dari buah jambu mente tsbt apakah aman untk dikonsumsi dlm jumlah yang wajar..? selain wine apa bisa jadi bio etanol..?
Oleh: agusnan on Oktober 27, 2009
at 9:18 am