Sari kacang hijau effervescent

1. Memperjelas Masalah

a. Input

·        Bahan Baku

1. Kacang hijau

2. Air

3. Dekstrin

4. Asam Sitrat

5. Aspartam

6. Sodium bikarbonat

7. Gula halus

·        Alat

1. Blender

2. Loyang

3. Plastik

4. Kain saring

5. Oven

6. Cetakan

7. Ayakkan

8. Pengaduk elektrik

2. Pencarian Eksternal

·        Bahan Baku

Kacang hijau (Phaseolus radiatus) yang juga biasa disebut mungbean merupakan tanaman yang dapat tumbuh hampir di semua tempat di Indonesia. Sebagai salah satu famili leguminoceae kacang hijau mengandung protein tinggi yaitu 24 persen. Dalam menu masyarakat sehari-hari, kacang-kacangan adalah alternatif sumber protein nabati terbaik. Telah disadari bahwa daya cerna protein kacang-kacangan tidak setinggi protein hewani. Protein kacang-kacangan (nabati) umumnya memiliki asam amino pembatas lebih banyak, sehingga pemanfaatannya oleh tubuh tidak dapat menandingi protein hewani.

Studi tentang konsumsi kacang-kacangan pada anak menunjukkan bahwa kacang hijau adalah yang paling rendah dalam hal menimbulkan flatulensi (gas) dalam perut. Flatulensi disebabkan adanya oligosakarida yang tidak dapat dicerna dan kemudian difermentasikan oleh bakteri usus. Oligosakarida ini jumlahnya relatif sedikit dalam kacang hijau. Kacang hijau juga mengandung kalsium (124 miligram (mg)/100 gram) dan fosfor (326 mg/100 g) yang relatif tinggi. Ini berarti kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat kerangka tulang yang sebagian besar tersusun dari kalsium dan fosfor. Kandungan lemak kacang hijau adalah 1,3 persen, jauh lebih rendah daripada kedelai (18 persen). Oleh sebab itu, kacang hijau sangat baik bagi orang yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Rendahnya lemak di dalam kacang hijau menyebabkan bahan makanan/minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah tengik.

Lemak kacang hijau tersusun atas 73 persen asam lemak tak jenuh dan 27 persen asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung. Vitamin yang menonjol dalam kacang hijau adalah vitamin B1 dan B2. Manusia tidak dapat menghasilkan vitamin di dalam tubuhnya, oleh karena itu diperlukan intake vitamin yang berasal dari bahan makanan.

Salah satu teori menyebutkan bahwa vitamin B2 dapat membantu penyerapan protein di dalam tubuh. Kehadiran vitamin B2 akan meningkatkan pemanfaatan protein sehingga penyerapannya menjadi lebih efisien.

  • Teknologi Effervescent

Effervescent artinya berhubungan dengan gas atau gelembung-gelembung. Jadi, suatu tablet disebut effervescent tablet jika tablet itu menghasilkan gelembung-gelembung gas ketika dicelupkan dalam air. Gas yang keluar adalah gas karbondioksida (CO2), sama dengan gas yang ada dalam minuman cola. CO2 termasuk gas tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak ada rasanya. Walau tidak beracun, gas ini bisa membunuh kalau terhisap terlalu banyak. Juga sangat mudah larut dalam air dan dapat dibuat padat melalui tekanan tertentu. Pada effervescent tablet, gas CO yang telah dipadatkan dicampur dengan vitamin atau obat.

Ketika tablet ini dimasukan dalam air, gas akan segera larut. Karena gasnya larut, secara otomatis butiran-butiran obat atau vitamin akan ikut larut juga. Di dalam air, karbon dioksida akan berubah menjadi asam karbonat. Asam karbonat inilah yang memberikan rasa “menggigit” pada minuman bersoda atau pada larutan effervescent tablet.

  • Teknologi Sari Kacang Hijau

a. Pembuatan Sari kacang ijo
Bahan:
1genggam kacang hijau
2 gelas air

Cara membuat:
1. Cuci bersih kacang hijau, tiriskan.
2. Masukkan kacang hijau ke dalam panci bergagang, tambahkan air, rebus
3. Aduk sesekali, sampai air kacang hijau berwarna merah
4. Angkat.
5. Saring, dan dinginkan.
6. Sajikan.

b. Manfaat Sari Kacang Hijau

Kandungan gizi yang terdapat dalam kacang hijau, antara lain; dalam 110 gram kacang hijau mengandung 345 kalori, 22,2 gram protein, 1,2 gram lemak, vitamin A, B1, 1,157 IU, mineral berupa fosfor, zat besi, dan mg. Selain kandungan gizi/vitamin, kacang hijau ternyata bisa menyembuhkan penyakit beri-beri, radang ginjal, melancarkan pencernaan, tekanan darah tinggi, mengatasi keracunan alkohol, pestisida, timah hitam, mengatasi gatal karena biang keringat, muntaber, menguatkan fungsi limpa dan lambung, impotensi, TBC paru-paru, jerawat, mengatasi flek hitam di wajah, dll.

  • SNI Kacang Hijau

Nomor  SNI dari kacang hijau ini adalah SNI 01-3923-1995

3. Pencarian  Internal

·        Bentuk

    Bentuk dari produk effervescent yang akan kami buat terdapat 3 macam pilihan yaitu, tablet, butiran menyerupai kacang hijau dan serbuk.

·        Kemasan

 Jenis kemasan yang akan kami gunakan ada 2 pilihan yaitu, sachet dan botol ( tabung ).

·        Hasil Seduhan

 Untuk hasil seduhan ada 2 pilihan yaitu, sari kacang hijau dan sari kacang hijau + ampas.

·        Cara yang digunakan

 Proses pembuatan sari kacang hijau effervescent ini adalah, kacang hijau dicuci, lalu direndam hingga kulit ari terkelupas dan sedikit lunak, kacang hijau ditambah air dan dihancurkan dengan blender dan disaring, sari kacang hijau dicampur dengan dekstrin, diaduk lalu dikeringkan, kemudian dihancurkan dan diayak, lalu ekstrak keringnya ( bubuk ) dicampur dengan asam sitrat, aspartam, sodium bikarbonat dan gula halus, selanjutnya diaduk dan diayak, lalu jadilah bubuk effervescent. Bubuk effervescent ini dicetak bentuk tablet sesuai ukuran dan berat, dan selanjutnya dikemas dalam kemasan sachet

5. Merefleksikan pada Hasil dan Proses

Effervescent didefinisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia dalam larutan. Gas yang dihasilkan umumnya adalah karbondioksida. Dasar formula minuman effervescent adalah reaksi antara senyawa asam (asidulan) dengan karbonat atau bikarbonat menghasilkan karbondioksida. Reaksi ini memberikan efek sparkle atau rasa seperti rasa minuman soda.

Sari kacang hijau effervescent yang kami buat berupa tablet berbentuk bintang. Untuk kemasan kami memilih bentuk sachet, dimana satu sachet berisi dua tablet. Kami memilih kemasan ini karena lebih praktis dan ekonomis. Seduhan berupa sari kacang hijau tanpa ampas, karena ampas sudah melalui proses penyaringan dalam proses pembuatannya.

NAMA ANGGOTA KELOMPOK     :

1.      EDYTYA GULLIT D. P             0611030026

2.      HESTI ANAGARI                                  0611030036

3.      INDAH NOVARINA                             0611030038

4.      KARTIKA NOVIYANTI                       0611030040

5.      NOPIA SUHENDAR                             0611030060

6.      NOVI SETYO S.                                   0611030061

7.      SYAIFUL ROKHIM                              0611030079

8.      TOMMY DWI HARTA             0611030084

 

Iklan

SPESIFIKASI PRODUK SUSU EFFERVESCENT

Kelompok :

Achmad Hanafi (0611030001)

Adi Priyono (0611030002)

Khilmiyah M.I (0611030043)

M. Fajar Maulana (0611030047)

Marya Lucki H (0611030050)

Maulana S (0611030051)

Taufik Hidayat (0611030081)

Matrik susu effervescent

 

 

spesifikasi

Bungkusnya kecil

Mudah dibawa untuk perjalanan jauh

Dapat dijangkau masyarakat golongan kecil

Sedikit menggunakan pengawet

Kemasan tidak mudah rusak dan bocor

Tidak menyebabkan kegemukan

Rasa vanilla, coklat, strawberry.

Tersedia dalam bentuk tablet

Ukran tablet kecil

Tablet  tidak mudah hancur

Kemasan sachet

Kemasan tabung 10 tablet

Tes  SNI

Cepat untuk disajikan

Mudah larut

Tinggi kalsium

Tinggi protein

Kebutuhan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Praktis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dapat dikonsumsi dengan air dingin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harganya murah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mempunyai kandungan gizi yang tinggi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rendah lemak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahan lama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memiliki variasi rasa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tersedia dalam berbagai kemasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak mengandung bahan kimia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cepat dalam penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Isinya banyak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

higienis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Bagan analisa pesaing

 

kebutuhan

 

Spesifikasi

Produk

Susu effervescent

Anlene

Susu bubuk

Indomilk

Susu cair

Praktis

Tersedia dalam bentuk tablet

 

+ + + + +

+ +

+ + +

Dapat dikonsumsi dengan air dingin

Cepat untuk disajikan

+ + + +

+ +

+ +

Harganya murah

Dapat dijangkau masyarakat golongan kecil

+ ++

+++

+ +

Mempunyai kandungan gizi yang tinggi

Tinggi protein

+

+ +

+ + +

Rendah lemak

Tidak menyebabkan kegemukan

+ +

+ + +

+

Tahan lama

Kemasan tidak mudah rusak dan bocor

+ + + +

+ + +

+ +

Memiliki variasi rasa

Rasa vanilla, coklat, strawberry.

+ + +

+ ++

+ + +

Tersedia dalam berbagai kemasan

Kemasan sachet

+ + +

+ +

+ + +

Tidak mengandung bahan kimia

Sedikit menggunakan pengawet

+ + +

+ +

+ +

Cepat dalam penyajian

Mudah larut

+ + + +

+ +

+ + +

Isinya banyak

Kemasan tabung 10 tablet

+ + +

+ + + +

+ +

higienis

Tes  SNI

+ + +

+ + +

+ +

 

 Keterangan :

 + + + + + =    sangat baik

+ + + +      =    baik

+ + +         =    cukup

+ +             =    kurang

+                =    sangat kurang

Menentukan target ideal  dan marginal yang dapat dicapai

  1. Spesifikasi menetapkan batas atas

      Ukuran tablet: diameter 5 cm dan tebal 1 cm

      Ukuran kemasan sachet 6,5 x 6,5 cm dan kemasan tabung dengan tinggi 12 cm             dan diameter 5,5 cm

     

  1. Spesifikasi menetapkan batas bawah

      Kecepatan penyajian untuk larut secara sempurna maksimal 1 menit

 

3.   Spesifikasi diantara batas bawah dan atas

            Cocok untuk usia 15 – 35 tahun

 

  1. Spesifikasi yang tepat

            Kemasan mengandung aluminium foil

 

  1. Kumpulan nilai diskrit dalam pilihan

      Kemasan dalam bentuk sachet dan tabung

 

 

Merefleksikan hasil dan proses

  • Berdasarkan spesifikasi produk terhadap kebutuhan konsumen maka dapat dikembangkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Spesifikasi produk dilakukan kepada beberapa konsumen seacara bertahap dari waktu ke waktu. Perubahan spesifikasi produk terhadap kebutuhan konsumen diamati dan produk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan mengadakan spesifikasi produk terhadap kebutuhan konsumen dari waktu ke waktu maka produsen akan dapat mengembangkan produk sehingga dapat memenuhi target.
  • Pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen harus selalu dilakukan agar permintaan konsumen terhadap produk terus meningkat. Permintaan konsumen terhadap produk yang terus meningkat dapat memenuhi beberapa segmen pasar.
  • Pengembangan produk dilakukan berdasarkan spesifikasi produk terhadap kebutuhan konsumen. Untuk produk susu, konsumen menginginkan produk susu yang praktis(tersedia dalam bentuk tablet), Dapat dikonsumsi dengan air dingin (cepat disajikan), Harganya murah (dapat dijangkau masyarakat golongan kecil), mempunyai kandungan gizi yang tinggi (tinggi protein), rendah lemak (tidak menyebabkan kegemukan), tahan lama (kemasan tidak mudah rusak dan bocor), memiliki variasi rasa (rasa coklat,vanilla,strowberry), tersedia dalam berbagai kemasan (kemasan sachet), tidak mengandung bahan kimia (sedikit bahan pengawet), cepat dalam penyajian (mudah larut), isinya banyak (kemasan tabung 10 tablet, kemasan mengandung aluminium foil), dan higienis (tes SNI). Dalam pengembangan produk diusahakan spesifikasi produk tetap diperhatikan dan jangan sampai ada spesifikasi produk yang hilang.
  • Penerapan spesifikasi produk dalam pengembangan produk akan menghasilkan produk yang lebih bagus dan produk tersebut akan menjadi produk yang multiguna.Pada produk susu yang dikembangkan menjadi susu effervescent, susu bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu tulang tetap kuat dan tidak mudah keropos.Kandungan lemak yang rendah tidak menyebabkan kegemukan tubuh pada usia pertumbuhan. Produk susu yang tersedia dalam kemasan tabung dan sachet memudahkan konsumen dalam mengkonsumsi dan penyimpanan.

SIRUP REFFIL

ASA BENITA                        (0611030016)

MAY DIAR                            (0611030052)

RINI TENRI EWA                (0611030071)

ROHMANINGTYAS            (0611030073)

ANENDYA MALA                (0611033003)

Dari hasil wawancara kami, dapat disimpulkan bahwa dari 20 orang koresponden yang kami wawancara, 60 % menyukai sirup, dengan ragam rasa dari jeruk, leci, cocopandan, mocca, strawberry, dan melon. Dan kebanyakan koresponden menikmati sirup ketika cuaca sedang panas, pada saat lebaran, beristirahat kerja, dan pada saat bersantai. Dan banyak inovasi – inovasi yang diinginkan dari penikmat sirup yaitu, Penggabungan 2 rasa yang berbeda, Rasa dengan warna yang berbeda, kemasan terbuat dari kaleng, dan tentunya kemasan yang ada lebih higienis dan menarik, ada juga yang mengingikan kemasan berupa plastic dengan alasan lebih murah, Dan dekemas dalam kemasan lebih kecil agar mudah dibawa kemana – mana.

65 % dari 20 orang koresponden menyatakan setuju dengan adanya sirup kemasan refill. Dengan berbagai alasan yaitu, ada yang berpendapat bahwa apabila sirup di kemas dalam kemasan sachet, lebih memperbanyak limbah plastic daripada kemasan refill, ada juga yang berpendapat kemasan refill lebih praktis, mudah dibawa, dan agar tidak perlu membawa botol yang berat apabila ingin menikmati sirup kapanpun dan dimanapun.

          Dan harapan penikmat sirup dengan adanya kemasan refill adalah, kemasan refill dibuat semenarik mungkin agar penikmat sirup lebih tertarik lagi, Kemasan refill yang anti panas, dan anti bocor, dan dapat meringankan petugas – petugas kebersihan dalam membersihkan sampah – sampahnya. Menurut penikmat sirup perbedaan nilai guna antara plastic dengan btol yaitu apabila menkonsumsi sirup dengan kemasan botol, banyak konsumen yang merasa terlalu boros, dan kemasan refill dapat menghemat boto sirup yang beredar dipasaran. Harga yang diinginkan oleh penikmat sirup, apabila sirup dibuat dengan kemasan refill yaitu kurang lebih harganya turun 25 % sampai 75 %, mengingat harga kaca dan plastic berbeda.

INFORMASI KEBUTUHAN PELANGGAN mie instan

Disusun oleh :

 

 

Albert              (0611030006)

Dyke.A            (0611033008)

Ery.H               (0611033009)

Mach Du Soh   (0611034001)

M.Riezky.S.Y  (0611030048)

M.Ridwan        (0611033038)

Prima.P.F         (0611030064)

Triyanto.S        (0611033034)

Dari 20 konsumen yang kami survey dengan diwawancarai pertanyaan diatas,bahwa:

1.     semua mengakui pernah memakan mie instant

2.     merek yang mereka makan adalah indomie,salamie, popmie dan mie sedap

3.     dari sebagian besar konsumen menyukai mie sedap

4.     karena mie sedap mempunyai rasa yang enak dan gurih

5.     yang perlu dipertahankan adalah kualitas rasa dan porsi yang banyak

6.     rata-rata para konsumen memerlukan 10 menit

7.     merasa cukup efisien

8.     konsumen memilih mau jika ada

9.     konsumen banyak yang memilih mie instant karena porsinya yang lebih banyak dibandingkan mie gelas

10. menurut konsumen harga yang pantas berkisar antara Rp 1000-Rp 1100

11. banyak yang setuju dengan berbagai rasa

12. karena bias mencoba rasa lain tidak makan rasa itu-itu saja

13. banyak konsumen yang memilih rasa soto,sate ayam,bakso,kare dan barbeque sebagai rasa tambahan

14. rata-rata konsumen harga yang pantas berkisar antara Rp 1000-Rp 1500

                                               KESIMPULAN

 Dari Quisioner dengan menanyai konsumen satu-persatu dapat disimpulkan bahwa pengembangan produk kami yang berupa mie instant siap saji dalam 3 menit&dan dengan berbagai rasa,mudah diterima oleh konsumen dengan catatan harga tetap terjangkau dan kualitas yang memenuhi kualitas konsumen.

Analisis kebutuhan pelanggan produk susu

KELOMPOK :

1.      Achmad Hanafi                   (0611030001)

2.      Adi Priyono                        (0611030002)

3.      Khilmiyah M.I                    (0611030043)

4.      M. Fajar Maulana               (0611030047)

5.      Marya Lucki  H                  (0611030050)

6.      Maulana S                          (0611030051)

7.      Taufik Hidayat                    (0611030081)

Susu yang banyak diharapkan konsumen untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka adalah :

o       susu yang praktis

o       susu yang dapat dikonsumsi dengan air panas dan air dingin

o       susu yang harga murah

o       susu yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi

o       susu yang rendah lemak

o       susu yang tahan lama

o       susu yang memiliki variasi rasa

o       susu yang tersedia dalam berbagai kemasan

o       susu yang tidak mengandung bahan kimia

o       susu yang cepat dalam penyajiannya

o       susu yang isinya banyak

o       susu yang higienis

Dari kesimpulan di atas maka kami berinisiatif untuk membuat susu dalam bentuk Effervescent, karena bentuk effervescent memiliki kelebihan dibandingkan dari bentuk bubuk maupun cair.

Produk Teh Effervescent

Analisis kebutuhan Pelanggan

Nama Kelompok :
1. Amir Gunawan                     (0611030008)
2. Christian Widya N.               (0611030021)
3. Hendra Setya P.                   (0611030034)
4. Anang Nur cahyo                 (0611030009)
5. Mujiyanto                             (0611030057)
6. Syaiful Khozin                      (0611033031)
7. Meyanto R.                          (0611033019)
8. Fajar Andy A.                      (0611033011)

Hasil Quisioner Pengembangan Produk Teh Effervescent

 Dari quesioner yang kami sebarkan, dengan sampel 20 responden (70% laki-laki dan 30% perempuan),didapatkan hasil bahwa 95% orang suka minum teh dan 5% tidak suka. Untuk frekuensi minum teh, responden kami memilih kadang-kadang 45%, sering 45%, dan lainya 10%. Sebanyak 50% responden suka minum teh pada pagi hari, 5% pada siang hari, 15% sore hari, dan lainya 30%. Dari macam-macam penyajian yang saat ini diketahui ada 35% yang tahu tentang penyajian model celup, 5% model seduh, 5% model siap saji, dan lainya 55% yaitu ketiganya.

Selain itu ada sekitar 75% responden menyatakan bahwa penyajian teh saat ini sudah praktis dan sisanya 25% menyatakan belum praktis. Tetapi ada 65% responden berpendapat bahwa pengembangan cara penyajian teh memang diperlukan dan 35% menyatakan tidak perlunya pengembangan ini. Dari data didapatkan ada 10% dari responden menginginkan produk teh effervescent, 65% menginginkan bermacam-macam cara penyajian teh dan 35% tidak menginginkan perubahan untuk penyajian teh. Pada intinya sebagian besar  konsumen  menginginkan produk siap dan cepat saji tanpa meninggalkan ampas dan tentunya praktis. Dan salah satu solusi yang diharapkan konsumen adalah produk teh effervescent.