Rokok, Produk aneh ala Indonesia


Produksi Rokok tiap tahun selalu menunjukkan peningkatan yang cukup mencengangkan. Tidak seperti halnya produk lain, produk rokok diiklankan dengan cara tidak terus terang namun terselubung baik dalam bentuk iklannya maupun acara yang disponsorinya.

Keanehan tidak hanya dari cara berpromosinya namun juga adanya tulisan “merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi dan keguguran bagi wanita hamil” namun toh orang Indonesia tenang-tenang saja, toh nyatanya jumlah konsumen rokok terus saja meningkat. Bahkan ada guyonan yang cukup menggelitik: “Rokok itu untuk orang yang sehat, makanya merokok biar jadi orang sehat.” Saran mereka Anada mau sehat? Merokoklah.

Banyakorang tua yang melarang anaknya merokok dengan alas an masih kecil, tidak baik dan berbagai alas an lainnya namun yang melarang tetap saja merokok. Mereka tahu rokok tidak baik, bahkan pengusaha rokok ataupun pegawainya. Sebagai alas an mereka tahu, sebagian besar karyawan perusahan rokok tidak menyuruh anak atau istrinya untuk merokok, tapi mereka menganjurkan orang lain merokok, sebab kalau tidak merokok bangkrutlah usaha mereka.

Yang lebih aneh lagi, ketika MUI akan mengeluarkan fatwa rokok adalah haram, gegerlah orang islam dan ulama. Alasan MUI rokok tidak membawa manfaat sama sekali dan lebih banyak bahayanya (mirip dengan sabu-sabu, ganja, dan narkoba). Ulama lain bilang MUI jangan bertindak ekstrim. Tembakau menghidupi banyak orang, jika rokok dilarang maka akan banyak orang yang menganggur. Aneh? Sebenarnya tidak karena banyak ulama yang tiap harinya tidak dapat lepas dari rokok, bahkan punya pabrik rokok. Kalau diharamkan mau ditaruh dimana mukaulama tadi? Kok selama ini jualan dan menghisap rokok? Wah jadi makin ruwet.

Agar lebih ruwet, petani diajak demo, karena mereka akan dirugikan jika rokok dilarang, maka petani pun demo, padahal pengusaha rokok dan karyawannya yang mestinya langsung terkena tidak demo sama sekali.

Roko dilarang karena banyak mudhorotnya, tembakau selain untuk rokok dapat digunakan untuk berbagai keperluan setelah diekstraksi, sehingga member nilai jual yang lebih dari sekedar rokok.

Yang menyejukkan fatwa MUI didukung oleh Menkes yang secara structural bukan organisasi keagamaan tapi lebih disebabkan karena dampak kesehatannya. Anehkan orang islam menolak pengharaman rokok yang telah di haramkan di Negara-negara islam, namun banyak orang non-islam yang tidak mau merokok karena mereka tahu bahayanya.

Orang islam di Indonesia memang kadang aneh-aneh. Ketika kepentingannya diusik maka dia akan melawan, bahkan yang haram mereka minta dihalalkan sedang yang halal jika perlu diharamkan.

Semoga kita dapat menjadi umat islam yang ikhlas. Jika memang suatu barang tidak ada manfaatnya kenapa harus dikonsumsi tanpa hars menunggu diharamkan terlebih dahulu. Atau karena kita terbiasa menambah-nambahi hukum ya? Yang tidak ada di masa Rasulullah SAW maka diada-adakan agar lebih lengkap katanya, tapi yang ada justru sering tidak dilakukan.

Yang haram itu jelas yang halal itu jelas, namun ada diantara keduanya yang meragukan, maka jauhilah yang meragukan itu agar kamu selamat. Jika rokok meragukan maka jauhilah jangan malah merokok sambil ceramah di depan jamaah di dalam masjid lagi. Masya Allah.

13 thoughts on “Rokok, Produk aneh ala Indonesia

  1. assalamu’alaikum ,.,.,.

    Begini pak, ini sekedar uneg2 atau komentar saya mengenai tulisan yang bapak upload. Tentang masalah rokok, mungkin tidak ada matinya di Indonesia. Saya pernah membaca artikel yang dimuat di koran, untuk kota kediri saja sebagian pendapatan asli daerah bersal dari rokok. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu MUI sempat berencana akan mengeluarkan fatwa haram mengenai rokok, tapi sayangnya tidak jadi. Ada suatu hal yang saya anggap lucu, saya kurang ingat hari itu tanggal berapa, saya membaca di detik.com bahwa MUI pamekasan/bangkalan(saya lupa) tidak setuju tentang rencana fatwa haram rokok MUI pusat.
    Saya juga mendapat informasi dari halalguide.info bahwa :
    1. Rokok menyebabkan kanker dan kanker menyebabkan kematian, maka merokok menyebabkan kematian. Hukum tentang perbuatan semacam ini secara terang dijelaskan dalam syariat Islam, antara lain ayat Al-Quran yang terjemahannya adalah: “…dan janganlah kamu membunuh jiwa…” (QS 6:151)
    2. Tubuh kita pada dasarnya adalah amanah dari Allah yang harus dijaga. Mengkonsumsi barang-barang yang bersifat mengganggu fungsi raga dan akal (intoxicant) hukumnya haram, misalnya alkohol, ganja dan sebangsanya. Perhatikan firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib adalah kekejian, termasuk perbuatan setan.Jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu sukses” (QS 5:90). Kemudian dijelaskan lebih lanjut dalam sebuah hadist yang dikumpulkan oleh Muslim dan Abu Dawud, dimana Nabi Saw berkata, “Setiap yang mengganggu fungsi akal (intoxicant) adalah khamr dan setiap khamr adalah haram”.
    3. Merokok hampir selalu menyebabkan gangguan pada orang lain. Asap rokok yang langsung diisapnya berakibat negatif tidak saja pada dirinya sendiri, tapi juga orang lain di sekitarnya. Asap rokok yang berasal dari ujung puntung maupun yang dikeluarkan kembali dari mulut dan hidung si perokok, menjadi “jatah” orang-orang disekelilingnya. Ini yang disebut passive smoking atau sidestream smoking yang berakibat sama saja denan mainstream smoking. Berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya (mudharat) bagi diri sendiri apalagi orang lain, adalah hal yang terlarang menurut syariat. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Laa dharar wa laa dhiraar”.
    4. Harta yang kita miliki tidaklah pantas untuk dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaa, misalnya dengan membakarnya menjadi abu dan asap rokok. Tegakah kita melihat selembar uang berwajah kartini dibakar setiap minggunya? Perhatikan ayat-ayat Alquran sebagai berikut: “…dan janganlah menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sungguh para pemboros adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar pada Tuhannya” (QS 17: 26-27). Sungguh ayat ini adalah suatu deskripsi yan sangat serius

    selain itu saya juga ingin menyampaikan beberapa bait puisi yang saya kutip dari puisi karya taufik ismail yang berjudul tuhan 9 senti, “Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
    duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
    kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
    Mereka ulama ahli hisap.
    Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
    Bukan ahli hisab ilmu falak,
    tapi ahli hisap rokok.
    Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
    terselip berhala-berhala kecil,
    sembilan senti panjangnya,
    putih warnanya,
    ke mana-mana dibawa dengan setia,
    satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya”
    dan “25 penyakit ada dalam khamr.
    Khamr diharamkan.
    15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
    Daging khinzir diharamkan.
    4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
    Patutnya rokok diapakan?

    Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
    Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
    Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
    karena pada zaman Rasulullah dahulu,
    sudah ada alkohol,
    sudah ada babi,
    tapi belum ada rokok.

    Jadi ini PR untuk para ulama.
    Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
    Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
    jangan”

    itu tadi beberapa bait puisi karya taufik ismail yang sebenarnya sangat-sangat menggelitik perut saya, bagaimana mau mengharamkan roko?lha ulama’nya saja ahli dalam menghisab rokok.,.

    Saya disini benar2 tidak suka dengan rokok, asap rokok, dan orang-orang yang merokok(lho?). di satu sisi, merokok memang sangat merugikan si perokok beserta kantongnya dan orang disekitarnya. Tapi bila rokok nanti diharamkan, pasti kondisi ekonomi di negara tercinta ini akan sedikit terganggu. Padahal di negara-negara uni eropa, sudah mulai membatasi ruang gerak dan produsen rokok. Semoga semua perokok dan orang-orang yang memproduksi dan yang mendistribusikan mendapat hidayah dari Allah Swt, amin.,,.,.

    Mohon ma’af bila ada kata yang tidak berkenan di hati, Assalamu’laikum wr wb,.,.,.

  2. maksih atas komentarnya. saya juga sependpat bahwa rokok itu haram dan jangan dikaitkan dengan penapatan negara. negara ajan baroqah kalau pendapatan juga dari sisi yang baraqah.
    tembakau dpat dipakai untuk banyak manfaat tanpa jarus dirokok mestinya mahasiswa islam meneliti ini sehingga bukan rokok yang ditonjolkan jangan identikan tembakau dengan rokok.

  3. setahu saya hukum asal rokok memang makruh.

    Indonesia milik semua warga Indonesia bukan milik 1 agama saja.

    Dari dulu pemerintah memang kerjanya merintah, termasuk MUI yg bikinan pemerintah tsb. Pemerintah sdh menyiapkan lapangan kerja yg siap menampung jutaan buruh pabrik rokok ?.
    Banyak tenaga kerja/buruh di bidang produksi rokok.

    Sudikah kita menerima buruh rokok tsb ikut kerja di tempat kerja kita sekarang ini ?. 1 orang minim menampung 1 orang buruh rokok tsb.

    Pd masa perjuangan melawan penjajah dulu, dg jiwa siap mati di medan perang, rela membantu sesama warga Indonesia yg kurang mampu.
    Kenapa masa sekarang orang2nya mengedepankan ego sendiri2, apakah ini dampak masa kapitalis yg membentuk jiwa2 individualistis ?.

    Wahai orang2 yg cara pandang & sikapnya bergantung pd politik elitis. Dlm bersosio-kultural dg masyarakat sekitar pun butuh bantuan tangan2 penguasa. Tak pandai bersosial, cuma pandai minta bantuan penguasa bikin peraturan2 diperuntukkan tetangganya sendiri. Tak suka dg tetangga tsb krn sebagai perokok.

    Indonesia negara majemuk budaya, silakan yg muslim mengotak-atik ayat/hadits, begitu pula yg beragama & berbudaya yg lain.
    Yg terpenting tidak otoriter pendapat / saling ingin menang sendiri.

    Kenapa MUI diam seribu bahasa mengenai harta kekayaan Pak Harto ?, yg katanya mahasiswa bahwa Pak Harto banyak berbuat KKN. Haram/halal/makruh/subhat ?

    Pak Harto yg diturunkan dari kursi kekuasaan diduga KKN, tapi mengapa sampai akhir hayatnya tak diadlili, meskipun dg pengadilan In Absentia ?.

    Gimana dg hukum gaji pengurus MUI pd masa ORBA ? yg saat itu masa banyak KKN & tak transparan ?. Jujur & terbuka pd diri masing2 dahulu, jangan sok suci.

    Rasul aja dulu minoritas dan menjadi banyak pengikut dampak dari cara2 bijaknya, tidak teriak2 meminta penguasa saat itu menutup warung penjual khomer masyarakat Quraisy saat itu.

  4. pengharaman dlam hukum islam bukan berarti tidak boleh diproduksi karena hanya menyanngkut umat tertentu. sama seperti alkohol[un tetap dijual ditoko juga daging babi tetap dijual dn dipelihara. negara ini bukan hanya untuk umat islam saja tapi semua wrga. jadi tidak ada kaitan pengharam dengan tenaga kerja secara langsung. kalau tidk langsung misal berkait dengan kesadaran ya mungkin terjadi.
    setahu saya. hukum roko secara langsung tidak ada. kita saja yang menghukumi makruh dengan alsan tertentu.
    makruh bukan berarti boleh tapi tidak dosa. untuk setingkat ulama mestinya ini sudah dihindari sedang umat yang belum tahu masih dibolehkan mengrejakan yang makruh. itu pemahaman saya tentang makruh. jangan dibuat makruh berarti boleh.

  5. Yang halal itu sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Jelas hukum asal makruh itu dekat dengan haram.
    Begini mas ade, waktu zaman rasulullah Saw hidup, tak ada orang yang merokok, dari komentar yang saya tulis sekiranya sudah jelas analoginya, disitu ada tulisan tentang bawang.
    Memang pada zaman rasulullah, tak ada fatwa apapun mengenai rokok. Memang mengherankan, dokter saja yang tahu akibat dan mudharat rokok saja banyak yang merokok, apalagi orang (maaf) yang pengetahuannya kurang?

    Saya kira Langkah mui untuk mengharamkan rokok tak akan berhenti sampai disini, Nyawa seorang manusia lebih mahal dan tak akan pernah bisa dinilai dengan apapun, walupun semua perusahaan rokok menjual semua asetnya dan membeli nyawa itu, tak akan pernah sepadan, berapapun haganya.

    Mumpung kita masih di dunia, matahari juga belum terbit dari barat, mumpung belum ada binatang melata yang keluar dari tanah, hukum roko,hanya Allah Swt yang tahu, kalau sbenarnya rokok itu haram?berarti perokok sudah nabung dosa. Ayolah lah kita berhenti merokok dan tidak merokok serta tdak mendukung kegiatan apapun yang berbau rokok. Toh jika kita nanti masuk surga, kita disana bisa merokok sepuasnya(jika rokok sebenarnya haram).

    mengenai korupsi waktu zaman orde baru dan gaji pegawai pada orde baru, mungkin para ustadz bisa menjelaskannya lebih lanjut (jika anda mau bertanya tentunya). toh atau juga salah alamat kalau MUI disuruh ngurusi yang begituan (korupsi), yang jelas mengambil barang yang bukan haknya huumnya adalah haram….

    Kalau masalah pak harto, beliau kan sudah wafat, ya sekarng almarhum menanggung apa yang sudah dilakukannya di dunia.

  6. wah…wah…wah(menggelengkan kepala, sembari tersenyum)merasa senang karena sekarang..kita bisa open-minded, bisa berbeda pendapat tanpa melibatkan amarah…
    nah..boleh saya memberikan pendapat tentang rokok…
    begini, suka tidak suka, senang tidak senang..pada awalnya tahun 1880 rokok kretek ditemukan oleh H. Jamhari kelahiran kudus.dan uniknya pada saat itu rokok di distribusikan oleh farmasi ,dan lembaga2 kesehatan..karena dipercaya dapat menyembuhkan batuk dan asma.. jadi pada saat itu perkembangan rokok jelas2 mendekati khaidah “HALAL”.
    Dunia medis saat ini berpendapat bahwa rokok banyak menyebabkan gangguan pada kesehatan..
    mungkin karena produksi rokok dari luar negeri yang bahan2 produksinya tidak 100% alami.. kita semua mengetahui apapun yang merusak tubuh kita hukumnya jelas-jelas dilarang!
    saya hanya memberikan pendapat bahwa sebaiknya kita mengkaji ulang tentang haram dan halalnya rokok..kaji lebih dalam lagi…

  7. Utk mslh rokok sbaik smua meliht ktb para ulama.jgn memhami hadits ayt qur’an drì lafadnya aja lht tafsirnya.ulama memg ada yg menghrmkan dgn alasn membhyakan.prlu dkthui bhya yg dmksud dlm syariat islm yaitu bhya yg sdh psti.sprti mkan kaca,btu itu sdh psti hrm.seseorang hrm merokok bìla memg bnr2 mmbhyakn drinya.jd hukm hrm rokok sfatnya husus(individu) bkn brsft umum.klo MUI mo mghrmkan scra umum adalh slh bsar.ini soal hukm agm jd jgn asl2an.trims.Ajib.085732080555

  8. mas ajib apa memang begitu pemahaman berbahaya? setahu saya dalam kajian salaf kok tidak itu ya. ga tahu kalau memang yang dimaksud itu. setahu saya jaman Rasulullah ga pernah diterangkan bahaya makan beling, kaca, batu dsbnya hadits tentang ini kok saya belum pernah nemu. afwan jika salah maklum bukan ustadz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s