Mengenal barcode

Barcode menjadi identitas penting bagi konsumen untuk mengenali asal muasal produk. Saat kita takut akan produk dari Cina maka tulisan made in china kadang hilang tapi barcode tidak dapat menipu. berapa barcode untuk produk Indonesia?

berikut barcode dari ebrbagai negara:

00-13: USA & Canada
20-29: In-Store Functions
30-37: France
40-44: Germany
45: Japan (also 49)
46: Russian Federation
471: Taiwan
474: Estonia
475: Latvia
477: Lithuania
479: Sri Lanka
480: Philippines
482: Ukraine
484: Moldova
485: Armenia
486: Georgia
487: Kazakhstan
489: Hong Kong
49: Japan (JAN-13)
50: United Kingdom
520: Greece
528: Lebanon
529: Cyprus
531: Macedonia
535: Malta
539: Ireland
54: Belgium & Luxembourg
560: Portugal
569: Iceland
57: Denmark
590: Poland
594: Romania
599: Hungary
600 & 601: South Africa
609: Mauritius
611: Morocco
613: Algeria
619: Tunisia
622: Egypt
625: Jordan
626: Iran
64: Finland
690-692: China
70: Norway
729: Israel
73: Sweden
740: Guatemala
741: El Salvador
742: Honduras
743: Nicaragua
744: Costa Rica
746: Dominican Republic
750: Mexico
759: Venezuela
76: Switzerland
770: Colombia
773: Uruguay
775: Peru
777: Bolivia
779: Argentina
780: Chile
784: Paraguay
785: Peru
786: Ecuador
789: Brazil
80 – 83: Italy
84: Spain
850: Cuba
858: Slovakia
859: Czech Republic
860: Yugoslavia
869: Turkey
87: Netherlands
880: South Korea
885: Thailand
888: Singapore
890: India
893: Vietnam
899: Indonesia
90 & 91: Austria
93: Australia
94: New Zealand
955: Malaysia
99: Coupons
978: International Standard Book Numbering (ISBN)
979: International Standard Music Number (ISMN)
980: Refund receipts
981 & 982: Common Currency Coupons
977: International Standard Serial Number for Periodicals (ISSN)

barcode

Iklan

Hindari Mengonsumsi Ikan Sapu-sapu

KOTA– Masyarakat sebaiknya waspada dalam mengonsumsi ikan sapu-sapu yang ditangkap dari Bengawan Solo. Sebab, ikan itu yang merupakan biota perairan di sungai tersebut telah tercemar logam berat seperti tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan timbal (Pb).

Demikian antara lain kesimpulan hasil penelitian dua mahasiswa, yaitu Ristyana Eko Setyarini dari Fakultas Ilmu Kedokteran UMS dan Uning Susilowati -mahasiswa D3 Kesehatan Lingkungan UMS.

“Ikan sapu-sapu merupakan biota yang mengonsumsi endapan Bengawan Solo. Endapan itu tercemar logam pada konsentrasi yang relatif tinggi, sehingga polutan itu masuk dan terakumulasi di tubuh ikan sapu-sapu,” kata Ristyana Eko Setyarini, baru-baru ini.

Ristyana memaparkan, apabila di dalam tubuh makhluk hidup telah terkontaminasi logam berat dalam jumlah besar, akan dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan.

Dampak yang ditimbulkan oleh tembaga adalah kerusakan hati, sedangkan untuk logam kadmium berdampak antara lain penyakit ginjal, gangguan lambung, dan kerapuhan tulang.

Anemia

Selain itu, juga berkurangnya haemoglobine darah dan pigmentasi gigi. Dampak yang ditimbulkan timbul antara lain kerusakan saraf otak, anemia, dan kelumpuhan.

Karena itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Kedokteran UMS tersebut menyarankan hendaknya masyarakat tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu yang berasal dari Bengawan Solo.

Menurut Ristyana, metode yang digunakan untuk meneliti kandungan logam berat pada ikan sapu-sapu tersebut adalah AAS (Atomic Absorbsion Spectrophotometer). Logam berat yang diteliti adalah tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan timbal (Pb).

Dalam penelitiannya, Ristyana mengambil sampel di tiga titik, dan setiap titik diambil sampel ikan sapu-sapu tiga ekor. Tiga titik sampel tersebut meliputi DAS Bengawan Solo yang ada di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, outlet Sungai Premulung daerah Bekonang, Sukoharjo, dan outlet Kali Anyar daerah Jebres Solo. Dari penelitian itu diketahui bahwa rata-rata kandungan logam berat.

sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0503/05/slo09.htm

Kentang Goreng Kaku yang Mencurigakan

Ayat Santiko

Anda pasti pernah menyantap kentang goreng berbentuk kecil panjang yang biasa disebut “french fries”. Makanan Barat ini kini menjadi kegemaran masyarakat dan menjadi menu utama di restoran-restoran bergaya Amerika. Hati-hati lho, karena perlu kajian kehalalannya.

Kan ini Cuma kentang? Kentang itu dari tanaman, mengapa harus dicurigai? Ya memang betul. Bahan utamanya adalah dari umbi kentang. Tetapi kalau kita mencoba ingin membuat kentang sendiri dengan mengiris-iris kentang kemudian menggorengnya, maka jadinya tidak akan seperti yang dijual di restoran. Baru beberapa menit setelah diangkat dari penggorengan, kentang itu akan langsung ‘letoy’ alias melempem. Tidak seperti “French fries” beneran yang tetap kaku sampai beberapa waktu.

Mengapa? Karena di dalam kentang goreng yang dijual itu ditambahkan lemak padat yang menyebabkannya tetap kaku dan renyah. Lemak padat itu kebanyakan berasal dari lemak hewani, baik sapi maupun babi. Produsen kentang goreng yang paling banyak adalah Amerika Serikat. Di sana kentang telah diolah dan ditambahkan lemak serta bumbu-bumbu lain sehingga gurih. Kemudian dibekukan dan diekspor dalam bentuk beku. Di Indonesia, kentang beku itu tinggal digoreng dan jadilah French fries.

Memang tidak semua kentang goreng adalah haram. Ada juga yang menggunakan lemak nabati yang dipadatkan. Produk inilah yang boleh kita konsumsi. Restoran yang sudah disertifikasi halal oleh MUI pasti menggunakan kentang goreng yang halal. Tetapi yang belum, tidak jelas apakah kentangnya halal atau tidak.

Pewarna Biru Alami “Gama Indigo ND” dari indigofera tinctoria

Sangat bagus sekali upaya memastakan indigo jangan lupa label made in Indonesia

Untuk pemakaian saya jelaskan secara singkat di blog saya : http://natural- batik.blogspot. com/
kalau bicara tentang efektif untuk berapa meter, tergantung dari warna yang diinginkan
setelah berbentuk larutan yang siap pakai, larutan ini dapat dipakai sampai berkali-kali.
sebagai gambaran :
untuk 0,5 kg pasta
warna biru muda : 5 helai kain , panjang 2,5 meter
warna biru tua     : 2 helai kain , panjang 2,5 meter
Cara membuat larutan:
1. Campur pasta dan gula jawa ( perbandingan 1:1 (berat))
2. Tambahkan kapur bakar ( 200 gr untuk 1 kg pasta)
3. Tempatkan dalam satu wadah, larutkan dalam air ( 10 liter air untuk 1 kg pasta)
4. diamkan selama 24 jam
5.Larutan yang siap pakai ditandai dengan endapan berwarna hijau kekuningan.
6 Larutan siap dipakai
Untuk lebih lengkap, tentang teknik pencelupan yang baik, di tiap kemasan sudah dilampirkan
Agar warna yang dihasilkan maksimal.
Pewarna alami biru dari daun indigofera “Gama Indigo ND”
kapasitas : 450 kg/ bln
Packing   : kemasan kardus, netto 0,5 kg (contoh produk dapat dilihat di http://natural- batik.blogspot. com/)  kemasan plastik, 5 kg, 10 kg     Harga : Rp.60.000,- per kg
Untuk akar mengkudu, kesumba, dan daun jambu biji, kami buat by order

Best regards,
Shinta P
081.328.310. 996