Swa sembada beras dan petani


Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Anton Apriyantono,  tampil sebagai pembicara panel bersama Komisioner Pertanian dan Pengembangan Wilayah, Uni Eropa, Mariann Fisher Boel, Menteri Pertanian Cina, Chen Xiao Hua, Menteri Pangan, Pertanian dan Perlindungan Konsumen,  Jerman,  Ilse Aigner, dan Menteri Pertanian Rusia, Alexej W. Gordejev pada 2nd International Conference of Agriculture Ministers di Arena Pameran dan Forum Internasional Gruene Woche (Green Week) di Berlin, tanggal 17 Januari 2009.  Pengakuan terhadap keberhasilan swa sembada beras terungkap, ketika moderator, Christoph Minhoff melemparkan pertanyaan tentang strategi yang dijalankan sehingga Indonesia dapat mencapai swa sembada beras pada tahun 2008.  Mentan menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut ditempuh melalui Penguatan Teknologi, seperti penggunaan benih unggul,  Penguatan Manajemen serta Pemberdayaan Petani.

Berita di atas nampak membanggakan bagi bangsa Indonesia. namun benarkah bagi petani?

Pembicaran suatu keberhasilan dengan sumbernya selalu mengundangperhatian kalau sumber tersebut adalah petani.Petani di Indonesia rasanya sulit menjadi kaya atau setidaknya menjadi mandiri dan kebanggaan bagi dirinya atau keluarganya selama dia hanya sebagai sub sistem yang tidak dapat mandiri.

Petani sangat tergantung pada tengkulak. pupuksangat sulit diperoleh justru saat musim tanam. harga turun saat musim panen. patoka harga yang ditentukan oleh bulog belum menyentuh HPP. HPP ditentukan oleh pemerintah bukan oleh petani yang bersama-sama menghitung untuk tiap daerah.

Pemetaah sentra produksi beras belum tertata dengan baik. suatu daerah belum diketahui menghasilkan padi jenis apa saja dalamsatuan waktu tertentu. kemudian masing-masing jenis beras ini di kirim ke mana saja?

Diperlukan adanya hubungan sentra dan pemasaran dengan jenis berasnya.Petani diberi informasi bahwa untuk daerahnya saat ini beras yang paling baik ditanaman adalah beras jenis X dengan alasan jenis tanah, musim, budidaya dan pemasarannya. sehingga petani menjadi diap berkompetisi.

Swa sembada sebnranya tidak sekedar mengukur kebutuhan per kapita dengan produksi. namun juga apakah kebutuhan itu sudah tersebar sesuai jenisnya?

Jangan sampai kita bilang swa sembada namun tidak semua rakyat mampu membelinya. Swa sembada memang nampaknya ditujukan pada kita mampu memproduksidi tas kebutuhan perkapita daripada rakyat kita sudah mampu membeli beras karena cukupnya pendapatan per kapita.

semoga rakyat makin mampu membeli kebutuhan pangan dengan memaknai beras maka pendapat perkapita memang sudah  di atas kebutuhan makan dengan bahan beras meski masyarakat tidak harus makan berbahan beras. semoga.

4 thoughts on “Swa sembada beras dan petani

  1. assalamu’alaikum warahmatullah….
    pak maaf, saya mau bertanya, tentang thicoderma, apabila digunakan sebagai pengganti saccaromyses saat proses pembuatan bioetanol, bagaimana potensinya pak? terimakasih, pak……

    • ada fungsi yang beda. Trichoderma tidak untuk mengubah gula menjadi alkohol tapi pada proses sebelumnya jadi saling mendukunguntuksubstrat yang bukan gula. potensi cukup baik tergantung ketersediaan subtrat atau bahan baku yang tersedia untuk dirombak oleh enzim yg ada pada Trichoderma terutama t. viride

  2. Kalau dipikir-pikir, PETANI itu besar jasanya ya. Sumbangsihnya pada negara mungkin setara dengan pejuang yang mengeluarkan darah. Diam-diam PETANI mengerahkan seluruh daya upaya agar bangsa ini bisa tetap ada dan hidup. Makanya bos-bos ipemerintahan, please….. perhatikan dan bantulah mereka apapun itu bentuknya. Terima kasih. Salut buat PARA PETANI !!!!!!!!!!

    • betul.petani banyak jsanya seperti halnya guru. maka dilupakan karena besar tapi tidak nampak, beda dg yg kecil tapi terang benderang krn dibesar2kan maka terkenalah ia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s