Perencanan Produk


Rencana produk mengidentifikasi portofolio produk – produk yang dikembangkan oleh organisasi dan waktu pengenalannya ke pasar. Proses perencanaan mtimbangkan peluang – peluang itu diidentifikasi oleh banyak sumber, mencakup usulan bagian pemasaran, penelitian, pelanggan, tim pengembangan produk, dan analisis keunggulan pesaing. Berdasarkan peluang – peluang ini, suatu protofolio proyek dipilih, waktu proyek ditentukan secara garis besarnya, dan sumberdaya dialokasikan.

Rencana produk secara teratur diperbaharui agar mencerminkan adanya perubahan dalam lingkungan persaingan, teknologi, dan informasi keberhasilan produk yang sudah ada. Rencana produk dikembangkan dengan memprediksi sasaran perusahaan, kemampuan, batasan dan lingkungan persaingan. Memutuskan perencanaan produk melibatkan manajemen senior organisasi dan memakan waktu bertahun –tahun atau beberapa waktu dari setiap tahun. Pada umumnya sebuah organisasi memiliki seorang direktur pengembangan produk yang mengatur proses ini.

Suatu proyek pengembangan produk sering mengalami hal – hal yang tidakefisien seperti:

  • Pasar target dibandingkan produk – produk  pesaing tidak terpenuhi
  • Perencanaan waktu untuk mengenal produk di pasar tidak tepat
  • Adanya ketidaksesuaian antara kapasitas pengembangan keseluruhan dengan jumlah proyek yang diikuti.
  • Distribusi sumber daya kurang baik, misalnya beberapa proyek kelebihan tenaga kerja, sementara yang lain kekurangan
  • Permulaan  dan pembatalan proyek yang tidak menguntungkan
  • Frekuensi pengaturan proyek berubah.

Pada tahap ini, tim perencanaan produk membuat perencanaan produk dan menentukan mission statement dari project, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi semua opportunity untuk mengembangkan produk
  2. Mengevaluasi setiap opportunity pengembangan produk yang ada, kemudian membuat prioritas project mana yang akan dilakukan.
  3. Membuat alokasi resource dan menentukan timeline serta urutan proses dari project yang akan dilakukan.
  4. Membuat pre-project planning dengan mengidentifikasikan mission statement dari produk (deskripsi produk, key business goals, target market, asumsi dan hambatan yang ada, dan stakeholder dari produk).
  5. Mengevaluasi kembali perencanaan produk yang telah dibuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s