Studi Potensi Ubi Jalar Sebagai Sumber Pakan dan Vitamin A Alternatif bagi Masyarakat Indonesia


Helena Tuririday dan M. Martosupono

Biologi Universitas Kristen Satya Wacana, 

Email :Ellen.bio_ukip@yahoo.com

ABSTRAK

 Akhir akhir ini tersiar kabar bahwa kekurangan vitamin A, kasus gizi buruk, bahkan isu krisis pangan di Indonesia terjadi di berbagai daerah. Kondisi tersebut tentu berpotensi  melanda daerah-daerah di Indonesia. Salah satu upaya menanggulangi kasus tersebut adalah dengan pendekatan kemasyarakatan (pola kearifan masyarakat) dalam memanfaatkan SDA sebagai sumber pakan yang kaya akan komponen gizi maupun non-gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah ubi jalar.

Ubi jalar (Ipomea batatas) umunya hanya dikenal sebagai pakan sumber karbohidrat. Ubi yang dikenal sebagai salah satu makanan khas penduduk Papua ini tidak hanya kaya akan karbohidrat, tetapi juga kaya akan senyawa antioksidan.  Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa ubi jalar  mengandung 3 senyawa  penting yang berfungsi sebagai antioksidan yaitu ßkaroten (provitamin A), Vitamin C dan E. Selain itu, khasiat serat (fiber) yang  mampu menyerap kolesterol dalam tubuh, serta kandungan protein.

 Pada paper ini akan kami kaji potensi ubi jalar sebagai ubi penghasil pigment sumber vitamin A dan sekaligus potensi sebagai sumber pangan alternatif dalam menyingkapi ketahanan pangan di Indonesia.

Iklan

2 thoughts on “Studi Potensi Ubi Jalar Sebagai Sumber Pakan dan Vitamin A Alternatif bagi Masyarakat Indonesia

  1. Kebutuhan akan pangan sangatlah tinggi untuk masa kini, sehingga saya merasa pemenuhan kebutuhan yang berasal dari ubi-ubian sangatlah urgen untuk dikembangkan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan untuk saat ini.
    apa lagi untuk wilayah papua yang memiliki bentangan alam, iklim yang sangat unik alangkah baiknya segera diperkenalkan secara luas tentang pengetahuan akan kandungan dari ubi-ubian tersebut terkhusus ipomea batatas, agar masyarakat di Papua lebih banyak membudi daya dan tidak beralih kepada beras yang akan banyak merusak ekosistem alam dan kurang efektif di kelola di Papua. mengingat relief dari papua yang berbeda dengan daerah jawa. trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s