memaknai Lebaran


Lebaran sebentar lagi………….. suatu penggalan lagu yang menyiratkan rasa gembira dari penyanyi atau oleh yang terwakili oleh lagu tersebut. Lagu yang mensyiratkan kebahagiaan hari lebaran. Benarkah lebaran adalah hari yang membahagiaakan? Dari sisi mana kita memandang sisi kebahagiaan tersebut.
Marilah kita memandang arti kata lebaran. Lebaran dapat kita lihat dari asal kata lebar atau selesai. Karena menjadi rutin maka sering diakhiri dengan imbuhan an. Seperti kata tahlil karena menjadi kegiatan rutin maka masyarakat menyebut acaranya tahlilan,slametan, syukuran dan sebagainya yang oleh masyarakat akhiran an dalambahasa jawa ini sering diikuti dengan acara makan-makan.
Lebaran tidak ada sangkut pautnya dengan Iedhul Fitri. Iedhul fitri merupakat akhir dari puasa ramadhan yang dilanjtkan atau ditutup dengan zakat fitrah sebagai pembersihnya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah. Dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata: zakat fitrah merupakan pembersih orang yang berpuasa dari omongan yang tidak berguna dan omongan kotor. Ia merupakan makanan orang-orang miskin. Barangsipa yang mengeluarkannya sebelum shalat hari raya ia merupakan zakat yang diterima. Barangsiapa yang mengeluarkan setelah shalat hari raya, ia hanya sedekah belaka. Hadits ini menunjukkan adanya rangkaian antara puasa dan zakat fitrah sebelum hari raya sedang lebaran dalamkhazanah budaya Jawa lebih dikaitkan dengan poso tanpa adanya keterlibatan zakat.
Lebaran dapat dimaknai secara positif dan negative.
Secara positif lebaran artinya usainya kita melakukan laku poso, yaitu mendekatkan diri pada sang pencipta dengan laku tirakat yaitu menjauhkan diri dari nafsu-nafsu dunia agar mencapai tingkatan hidup yang lebih baik. Masyarakat Jawa mengenal berbagai jenis poso dari yang ringan seperti mutih hingga yang cukup berat yaitu patigeni ngebleng.
Dalam makna positif ini lebaran diartikan sebagai akhir dari suatu laku dan ia ditutup dengan keramas untuk mensucikan diri. maka masyarakat Jawa dalam menyambut poso didahului dengan keramas dan ditutup dengan keramas lalu meminta maaf ke tetangga yang dikenal dengan ujung. Orang yang telah melakukan laku poso dan disempurnakan dengan keramas. Dalam tindakan ini orang pada saat lebaran perilakunya menjadi lebih baik. Ia telah mencapai derajat yang lebih tinggi.ia menjadi lebih sabar. Maka saat lebaran bukanlah kemeriahan yang ia lakukan namun menyediakan jamuan untuk tamu2 yang mendatanginya.
Dalam artian negative, yang sebenarnya bukan berasal dari budaya Jawa namun terpengaruh oleh perilaku dari luar yang ia anggap sebagai modern adalah lebaran diartikan lebar dari keprihatinan dan dia memenangkankanya.maka harus dilakukan dengan perta pora. Maka kelompok ini melakukan lebaran dengan sukacita, pesta pora ibarat telah selesainya penderitaan. Ia lupakan segala amalan yang dilakukan selama puasa dan kembali pada tingkatan awal sebelum poso. Lalu apa makna puasanya? Apakah suatu penderitaan karena pemaksaan? Ataukah penderitaan karena harus dijalaninya? Sehingga ketika itu berakhir haruslah dirayakan dengan baju baru, dengan menghamburkan uang untuk kesenangan dan beebrapa tindakan yang mementingkan diri sendiri tanpa rasa bersalah, toh ini adalah hari kemenangan.
Selamat lebaran mohon maaf lahir dan bathin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s