Rapat PERMI Pusat 17 Maret 2011

Pada hari Kamis 17 Maret 2011 saya mengikuti rapat PERMI Pusat di BPPT.

ada hal menarik yang perlu diketahui:

  1. unt regristrasi dan abstratk dapat via web di http://isism.permi.or.id
  2. bagi akademisi, LSM atau praktisi yang akan presentasi di sesi simposium bidang food dapat menghubungi saya. tersedia untuk 3 pembicara satu sudah diisi Prof Rindit Pambayun.
  3. biaya outreach food safety bagi anggota permi 600 ribu dan industri 1,5 juta rupiah

semoga informasi di atas bermanfaat

Tujuh Makanan yang Harus Dikurangi

Sumber: http://www.health.harvard.edu
1. Kurangi asupan natrium setiap hari menjadi kurang dari 2.300 miligram (mg) dan kemudian mengurangi asupan menjadi 1.500 mg untuk usia 51 dan lebih dan orang-orang yang memiliki hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal kronis.
2. Mengkonsumsi asam lemak jenuh kurang dari 10% kalori dan menggantinya dengan asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.
3. Mengkonsumsi kolesterol kurang dari 300 mg per hari
4. Konsumsi lemak trans serendah mungkin
5. Kurangi asupan kalori yang berasal dari lemak padat dan gula
6. Batasi konsumsi makanan yang mengandung tepung terutama lemak padat, gula, dan sodium.
7. Hindari mengkonsumsi alkohol

Sekilas tentang Anthrax

akhir-akhir ini kasus anthraks populer lagi di Indonesia terutama di daerah Boyolali setelah muncul kasus zakasakii.

apa itu anthraks?

Anthraks adalah penyakit kuman yang disebabkan oleh Bacillus anthracis. Bakteri ini melepaskan spora sangat resisten, yang mencemari lingkungan dan membantu untuk menyebarkan penyakit. Anthrax menyebabkan kematian mendadak pada sapi, domba, dan kambing dan sangat dapat mempengaruhi manusia. Wabah antraks kadang-kadang terjadi di daerah-daerah tertentu seperti di Boyolali akhir-akhir ini dan Purwakarta beberapa waktu yang lalu.

Selain menyebabkan penyakit anthraks juga pernah digunakan sebagai senjata biologis. Pada tahun 2001, anthraks sengaja tersebar di Amerika Serikat melalui surat berisi bubuk dengan spora anthrax. Akibatnya, 22 orang terinfeksi anthrax; 5 meninggal.

Sebagian besar hewan mendapatkan Anthrax secara oral melalui tanah yang terkontaminasi dengan spora antraks ketika merumput. Organisme ini sangat kuat, tahan terhadap desinfektan dan dapat bertahan untuk waktu yang lama di lingkungan. Karnivora bisa mendapatkan penyakit ini dengan makan hewan yang terinfeksi anthrax. Hindari kontakdengan hewan yang terserang juga jangan mngkonsumsi daging yang dicurigai dari hewan terkena anthraks.

Tanda paling umum infeksi anthrax pada hewan adalah kematian mendadak. Sebelum mati, binatang mungkin mengalami demam, tremor otot, dan kesulitan bernafas. Mungkin ada perdarahan dari hidung, mulut, dan anus setelah kematian.

Anthrax dapat masuk melalui luka atau abrasi pada kulit setelah kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau produk mereka, seperti darah, wol atau kulit. Anthrax juga dapat ditransfer melalui gigitan lalat. Dalam beberapa hari, di tempat infeksi terjadi warna kemerahan, dan pembengkakan diikuti dengan keropeng hitam. Pengobatan dengan antibiotic umum dilakukan.

Sumber:  Centers for Disease Control and Preven­tion (CDC)  http:// http://www.bt.cdc.gov/agent/anthrax/ needtoknow.asp