Keracunan Makanan


Keracunan makanan terjadi jika seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi mikroorganisme atau toksin yang tidak diketahui. Banyak kasus keracunan makanan yang tidak dilaporkan karena gejalanya mirip influenza. Gejala yang paling umum dari keracunan makanan adalah kram perut, mual, muntah-muntah, pusing, diare dan demam. Kasus keracunan makanan yang tercatat umunya karena terjadi secara masal misal pada karyawan pabrik, hajatan warga atau menimpa satu keluarga dan melibatkan rumah sakit atau puskesmas dalam perawatannya.

Di Amerika Serikat tiga patogen yang sering dilaporkan adalah Salmonella, Listeria dan Toxoplasma sedang di Eropa adalah campylobacter jejuni, rotavirus, Aeromonas spp., Yersinia spp dan Escherichia coli.

Di Indonesia laporan tentang jenis organismenya sering tidak dilaporkan secara luas.

Sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap keracunan dan tidak amannya makanan adalah:

• Kontrol yang kurang terhadap suhu selama pemasakan, pendinginan dan penyimpanan

• Pemahaman terhadap kebersihan yang rendah dari pekerja

• Kontaminasi silang antara bahan baku dan produk yang telah diproses

• Kurangnya monitoring selama proses.

Faktor-faktor di atas dapat dikurangi dengan melakukan training pekerja tentang sanitasi produksi dan penerapan HACCP.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s