Khamir


Nur Hidayat

Khamir dijabarkan sebagai kapang uniselular yang umumnya dikarakteristikkan oleh tidak adanya hifa sonositik. Khamir diwakili oleh sel-sel kecil yang melakukan reproduksi dengan pembentukan tunas atau pembentukan dinding pemisah yang diikuti dengan pembelahan. Selama pembentukan tunas, dinding sel induk mengembang dan meniup keluar membentuk tunas yang kemudian dibebaskan sebagai sel anak. Namun demikian, beberapa khamir  mennjukkan pembentukan hifa atau pseudohifa,membuat rantaian anakan yang memanjang.

Istilah “khamir” tidak memiliki taksonomi yang berdiri sendiri namun mewakili bentuk pertumbuhan dalam beberapa kelompok jamur yang tidak terkait. Beberapa jamur adalah dimorfik (dua tahap kehidupan) dan menunjukkan tahap ‘khamir’ yang bergeser ke pertumbuhan miselium dalam kondisi kultur tertentu. Khamir termasuk jamur dengan bentuk seksual (khamir basidiomycetous dan khamir ascomycetous) dan bentuk aseksual. Khamir basidiomycetous dapat dibedakan dari khamir ascomycetous berdasarkan uji urease yang positif dalam kelompok pertama.

Khamir ada yang bermanfaat ada pula yang membahayakan bagi manusia. Fermentasi khamir banyak digunakan dalam pembuatan roti, bir, wine, vinegar dan sebagainya. Khamir yang tidak diinginkan adalah yang pada makanan dan menyebabkan kerusakan pada saurkraut, juice buah, sirup, molase, madu, jelly, daging dan sebagainya.

Sumber:

Devendra K. C. and B.N. Johri. 2009. Basidiomycetous Yeasts: Current Status. In T. Satyanarayana, G. Kunze (eds.), Yeast Biotechnology: Diversity and Applications. Springerlink-Science.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s