Bacteriocin ST16Pa


Bacteriocin ST16Pa adalah bacteriocin yang dihasilkan oleh L. plantarum ST26MS dan ST28MS, memiliki spectrum luas, menghambat pertumbuhan banyak bakteri penyebab kerusakan makanan dan pathogen-patogen terbawa makanan. Hasil serupa juga diperoleh dari supernatant bebas sel dan bactericin setengah murni. Bacteriocin in imampu melawan Listeria monocytogenic, pathogen terbawa makanan yang cukup penting. Aktivitas antimicrobial melawan bakteri Gram-negatif juga merupakan karakateristiknya. Bactericoin juga mampu melawan Acinetobacter, Escherichia dan Pseudomonas.

Bacteriocin ST16Pa tetap stabil setelah 2 jam pada suhu 25 – 1000C. Tidak terdapat penurunan aktivitas bacteriocin ST16Pa yang tercatat setelah perlakuan panas 1210C selama 20 menit pada pH 6,0. Hasil serupa juga dilaporkan untuk prdiocin PA-1/AcH yang resisten terhadap perlakuan panas pada 800C selama 60menit dan 1000C selama 10 menit tetapi tidak pada suhu 1210C. Resistensi panas dari pediocin PA-1/AcH tergantung pada pH, pada pH 6,0 aktivitasnya berkurang 84 % setelah 1210C selama 15 menit dan tidak ada aktivtas pada perlakuan suhu yang sama dengan pH 7,0 dan 8,0.Pada pH 4,0 hanya kehilangan aktivitas 11 %. Hasil serupa dipeoleh juga dari plantaricin lainnya.

Penambahan supernatant bebas sel dari kultur L. plantarum ST16Pa umur 24 jam terhadap kultur umur 3 jam E. faecalis ATCC 19443, L. inocua 2030C atau L. sakei ATCC 15521 (fase eksponensial awal) menunjukkan adanya penekanan pertumbuhan sampai lewat 10 jam. Jika supernatant ditambahkan pada kultur yang berumur 7 jam, penghambatan yang serupa juga terjadi. Setelah perlakuan dengan bacteriocin ST16Pa, tidak terdapat pertumbuhan dari E. faecalis ATCC 19443, L. inocua 2030C atau L. sakei ATCC 15521 yang terdeteksi setelah 8 atau 10 jam. Perlakuan pada E. faecalis ATCC 19443, L. inocua 2030C atau L. sakei ATCC 15521 dengan bacteriocin ST16Pa adalah bocornya beta galaktosidase dari sel yang diindikasikan dengan tidak stabilnya permeabilitas membran sel. Hasil serupa juga terdapat pada buchnericin LB, plantaricin 423, pediocin PA-1/AcH, mundticin ST4SA dan bacteriocin HV219.

Bacteriocin ST16Pa diserap ke dalam sel L. innocua 2030C sebesar 50 % dan 70% oleh L. sakei ATCC 15521 dan E. faecalis ATCC 19433 ketika ditumbuhkan pada suhu 300C dan pH 6,5 sedangkan adsorpsi yang rendah diperoleh dari P.acidilactici ET34 yaitu sebesar 25%. Jika E. faecalis ATCC 19443, L. innocua 2030C atau L. sakei ATCC 15521 dikulturkan dalam MRS cair yang diberi bacteriocin ST16Pa pada konsentrasi berkisar dari 2,56 X 104 AU/ml – 4,0 X 102 AU/ml, pengarus antagonistic nampak setelah inkubasi 3 jam. Untuk L. innocua 2030C  persentase sel lisi (pada waktu 3 jam inkubasi) bervariasi dari 19,81 – 30,58 %, untuk L. sakei ATCC 15521  dari 38,62% hingga 48,39 % dan untuk E. faecalis ATCC 19443 dari 31,36 % hingga 42,13% tergantung pada konsentrasi bacteriocin yang digunakan. Penghambatan lebih nampak nyata dengan meningkatnya waktu inkubasi.

2 thoughts on “Bacteriocin ST16Pa

  1. pak apa bakteri ni aman u/ pengawetan makanan?kemudian takaran dan cara mendapatkan bakteri ni bagaimana?seperti hal nya mendapatkan bakteri untuk nata dengan memakai ampas nanas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s