Puasa di Bulan Rajab


Tadi malam menjelang tanggal 1 Rajab  saya mendapat sms dari sahabat yang menanyakan tentang puasa Rajab itu boleh tidak dan apakah seperti Ramadhan dan seterusnya. Sebuah pertanyaan yang akan selalu muncul apabila bulan Rajab hadir, pertanyaan lainnya terkait bulan Rajab selain seputra puasa adalah shalat Raghaib yang didahului puasa sunah kamis pertama, kemudian atirah yaitu penyembelihan binatang dan peringatan Isra’ Mi’raj. Pada kesempatan ini saya hanya akan menulis tentang pertanyaan sahabat saya yaitu perihal puasa.

Sebelum membicarakan puasa Rajab sebaiknya kita nukilkan terlebih dahulu sebuah hadits shahih riwayat Muslim:”Dari Aisyah r.a. dia berkata: Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh, kecuali pada Ramadhan”.

Hadits tersebut di atas menunjukkan pada kita bahwa puasa sebulan penuh hanya dilakukan pada bulan Ramadhan bukan di bulan-bulan yang lain termasuk empat bulan haram. Apa saja bulan haram itu? Berikut hadits tentang bulan haram: Dari Abu Bakrah r.a., dari Nabi SAW beliau bersabda: “Zaman ini akan terus berlaluseperti saat Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan. Empat berturut-turut yaitu: Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan Mudhar (nama suatu kabilah) yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya’ban….” (HR Bukhari).

Hadits riwayat Bukhari dan juga Muslim adalah rujukan utama para ulama karena keshahihannya sedangkan dari riwayat yang lain sering tercampur dengan beberapa hadits yang tidak shahih bahkan kadang dhoif. Lalu adakah hadits berkenaan dengan puasa dibulan Rajab? Berikut beberapa hadits tentang hal tersebut:

  1. Dari Utsman bin HakimAl-Anshari, dia berkata: “Saya bertanya kepada Sa’id bin  Jubair tentang puasa Rajab dan pada saat itu kami berada di bulan rajab. Dia berkata: “Saya mendengar Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah SAW berpuasa hingga kami katakan beliau tidak berbuka, dan berbuka hingga kamikatakan beliau tidak berpuasa” (HR Imam Ahmad, Muslim, Abu Daud).
  2. Dari Ibnu Abbas r.a.: “bahwasanya Rasulullah SAW melarang puasa bulan Rajab” (HR Ibnu Majah). Hadits ini disepakati dhaif karena didalamnya terdapat Daud bin Atha’ Al-Madani. Akhmad bin Hambal berkata: “tidak boleh men-tahrij hadits dari Daud bin Atha’. Al-Bukhari mengatakan ini hadtis mungkar.
  3. 3.       “Sesengguhnya di syurga ada sungai yang bernama Rajab, airnya lebih jernih dari susu dan lebih manis dari madu, siapa yang berpuasa sehari dibulan Rajab, Allah akan memberinya minum dari sungai tersebut”   Ibnu Hajar berkata bahwa hadits ini dhaif karena didalam sanadnya banyak dhaif sehingga tidak dapat digunakan sebagai hukum.
  4. 4.       “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa setelah Ramadhan,kecuali bulan Rajab dan Sya’ban”. Ibnu Hajar berkata, “Al-Baihaqi berkata: ini adalah hadits mungkar karena didalamnya ada Yusuf bin Athiyah, seorang yang sangat lemah”.
  5. 5.       Hadits Maudhu’ contohnya “Bulan Rajab adalah bulan yang hening, siapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab dengan penuh keimanan dan introspeksi, akan mendapatkan keridhaan Allah terbesar”.
  6. 6.       Hadits Maudhu’ lainnya: “Barangsiapa berpuasa tiga hari dalam bulan Rajab, Allah akan mencatatnya seperti puasa sebulan. Dan barangsiapa yan berpuasa tujuh hari, Allah akan menutup darinya tujuh pintu neraka…..”

Dari hadits-hadits tersebut di atas dapat kita ambil beberapa kesimpulan:

  1. Puasa satu bulan penuh adalah hanya pada bulan Ramadhan bukan dibulan-bulan lainnya.
  2. Tidak dilarang berpuasa sunah di bulan apapun kecuali pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa
  3. Puasa sunah ada di setiap bulan tidak hanya bulan Rajab.
  4. Puasa kamis pertama di bulan Rajab juga sunah kecuali dikhususkan karena akan melaksanakan Shalat raghaib dan berbukanya setelah shalat maghrib karena menyalahi saat berbuka puasa yang disunnahkan.

Semoga tulisan singkat ini menambah pemahaman kita tentang puasa sunah. Saya tidak membicarakan apa itu bulan Rajab, kenapa diiistemawakan karena saya memang hanya menjawab pertanyaan dari sahabat saya.

Mohon maaf jika ada salah dalam tutur kata dan penyampaian. Mohon saran dan kritik untuk kelengkapan dan kebenaran tentang hadits yang dimuat dalam tulisan ini. Semoga menambah keimanan kita. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s