tanin dan saling ketergantungan


Tanin secara umum terdapat pada tanaman baik dikotil mapun monokotil dan juga pakis. Tanin mampu berikatan dengan protein in vitro dan membentuk senyawa yang disebut kompleks tannin-protein. Kompleks ini cukup tahan terhadap degradasi oleh enzim dipencernaan kita sehingga dapat mengganggu metabolisme nitrogen in vivo. Namun demikian, pada binatang-binatang yang banyak makan dari sumber kaya tannin seperti koala misalnya, tentu ada mekanisme penguraian kompleks ini.

Dari tinja koala perbhasil diisolasi bakteri yang mampu mendegradasi kompleks tannin-protein yaitu Streptococcus bovis Biotipe I. bakteri ini nampaknya mampu memnafaatkan protein dengan cara mendegradasi kompleks tannin-protein untuk memenuhi kebutuhan nitrogennya. Hal ini menunjukkan bahwa koala memiliki mekanisme mikrobiologis dalam mencerna makanannya dari tanaman kayu putih.

Jadi nampak bahwa peran mikroorganisme sangatlah besar dalam kehidupan kita karena ia mampu mendukung pertumbuhan organisme lain yang membutuhkan makanan cukup kompleks. Bahkan manusiapun juga tergantung pada mikroorganisme.

Dapat kita simpulkan bahwa pada dasarnya tak ada makhluk yang mampu hidup secara mandiri karena setiap makhluk akan tergantung dari makhluk lain baik langsung maupun tidak langsung. Jadi? Kenapa kita harus saling bermusuhan?

Cintailah apa yang ada di sekitar anda maka anda akan memperoleh cinta yang tak terbayangkan. Selamat berkarya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s