Nilam dan Mikorisa

Nur Hidayat

Nilam (Pogostemon cablin) adalah tanaman yang menghasilkan minyak nilam (patchouli oil) yang banyak digunakan dalam industry parfum dan juga bahan flavor terutama untuk produk pangan seperti minuman beralkohol, permen, roti, daging dan olahannya. Daun yang masih segar memiliki nilai medis yang digunakan untukpenanganan diare,sakit kepala dan sebaginya.

Dalam pertumbuhannya nilam bersimbiosis dengan mikorisa. Mikorisa arbuscular adalah jamur tanah yang berkolonisasi disekitar perakaran tanaman. Adanya mikorisa ini sebenarnya sangat menguntungkan karena dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang mempunyai pengaruh tidak baik bagi tanah dan tanaman apabila diberikan dalam jumlah yang berlebihan. Jamur ini akan memperbaiki status nutrisi tanaman teruatam fosfor yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya.

Mikorisa ini akan menghasilkan hifa yang memilikifungsi pemperluas daerah perakaran sehingga area jangkauan akar meningkat dan akar menjadi mudah mengabsorpsi air dan nutrient yang terbatas terutama jika mengalami defisiensi P. keuntungan lain dari adanya mikorisa ini adalah kemampuannya untuk mengendalikan pathogen akar, fiksasi nitrogen, produksi hormone dan meningkatkan kemampuan tumbuh di daerah yang minim air.

Tinggi tanaman nilam paling baik apabila diinokulasi dengan mikorisa Glomus etunicatum, Glomus intraradices  dan Glomus macrocarpum. Tanaman nilam yang diinokulasi dengan Glomus etunicatum secara signifikan menunjukkan jumlah cabang yang lebih banyak. Biomass tanaman paling tinggi jika diinokulasidengan G. etunicatum dan diikuti G. intraradices.  Semua tanaman yang diinokulasi dengan mikorisa menunjukkan peningkatan kandungan P. Kandungan P paling tinggi pada nilam yang diinokulasi dengan G. etunicatum begitu juga pada akar. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah adanya peningkatan kandungan minyak jika nilam diinokulasi dengan Glomus sp.

Daftar Pustaka

J. Arpana, D.J. Bagyaraj, E.V.S. Prakasa Rao, T.N. Parameswaran and B. Abdul Rahiman. 2008. Symbiotic Response of Patchouli (Pogostemon cablin (Blanco) Benth. to different Arbuscular Mycorrhizal Fungi. Advances in Environmental Biology, 2(1): 20-24

Iklan