Kolak Labu Kuning sebagai sumber antioksidan di Bulan Ramadhan?


Labu kuning (Cucurbita maxima Duch) merupakan spesies tanaman yang penting dan banyak dimanfaatkan masyarakat terutama dalam bentuk olahan untuk minuman seperti kolak dan sebagainya. Labu ini menjadi semakin popular pada bulan Ramadhan seperti yang akan kita lalui sebentar lagi. Labu kuning baik dikonsumsi karena mengandung nutrisi seperti -tocopherol, -carotene, vitamin A, vitamin C, phenol, flavanoid, asam amino dan karbohidrat. Konsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan sangatlah penting terutama di bulan puasa karena akan mendukung kesehatan kita. Namun demikian, proses pengolahan labu seringkali merusak antioksidan yang terdapat dalam labu sehingga saat mengkonsumsi seringkali yang kita peroleh adalah karbohidrat semata. Pengolahan dengan suhu tinggi (proses yang paling sering dilakukan di rumah tangga) seringkali merusak enzim-enzim yang ada, vitamin dan terjadinya reaksi pencoklatan. Oleh sebab itu pengetahuan tentang cara pengolahan yang baik dan dampak dari pengolahan perlu diketahui.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dini dkk (2013) menunjukkan bahwa metode pemsakan dan liofilisasi berpengaruh positif terhadap aktivitas antioksidan. Pengaruh ini kemungkinan disebabkan oleh produksi metabolit sekunder yang mengaktifkan reduksi oksidasi. Sebagai contoh aktivitas antioksidan pada bahan baku labu kuning sebesar 41,33 FRAP Trolox Equivalent mol/10 g bahan baku menjadi 141,40 FRAP Trolox Equivalent mol/10 g bahan baku bila diolah dengan perebusan sedangkan dengan pengukusan menjadi 151,90 FRAP Trolox Equivalent mol/10 g bahan baku, penggunaan microwave menjadikan aktivitas meningkat menjadi 158,61 FRAP Trolox Equivalent mol/10 g bahan baku dan dengan cara penggorengan menjadi 212,6 FRAP Trolox Equivalent mol/10 g bahan baku. Sama halnya dengan antioksidan maka senyawa phenolat juga meningkat.

Jadi ? pengolahan labu kuning tidaklah merusak aktivitas antikosidan maka selamat menikmati kolak di bulan suci Ramadhan.

Pustaka
Irene Dini, Gian Carlo Tenore, and Antonio Dini. 2013. Effect of industrial and domestic processing on antioxidant properties of pumpkin pulp. Food Science and Technology 53: 382 – 385.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s