Manfaat daun dan buah Belimbing Wuluh


Nur Hidayat

Setiap hari sebenarnya kita dapat memperoleh ilmu, baik dengan sengaja ataupun tidak sengaja, hanya kadangkala kita tidak memaknai sebagai ilmu maka ilmu dari Allah itu akan hilang begitu saja. Seeperti juga apa yang saya alami kemarin. Berawal dari unggahan foto adik saya ke komunitas keluarga saat panen blimbing wuluh yang kemudian diikuti adik ipar yang menyatakan blimbing wuluhnya tidak pernah berbuah tapi penuh daun. Dari apa yang muncul di komunitas itu dapat muncul banyak ilmu

  1. Saling tukar informasi, kenapa blimbing wuluhnya rajin berbuah? Apakah butuh perawatan khusus ataukah lingkungan tempat menanam yang tidak sesuai
  2. Ada yang mengusulkan untuk memanfaatkan buah tadi dibikin masakan seperti garang asem dan sebagainya.
  3. Aku kemudian membuka jurnal melalui internet. Salah satu yang kudapat adalah bahwa buah blimbing wuluh dapat diekstrak dan ekstraknya menjadi minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan jika dicampur dengan teh hitam. Ekstrak yg ditambahkan cukup 2-10%.
  4. Jika tidak kuat dengan rasanya yg masam, maka blimbing wuluh dapat dibuat manisan basah ataupun kering. Buah blimbing wuluh segar dicuci bersih kemudian ditusuk dengan garpu dan rendam dalam larutan kapur 0,6 % selama 24 jam. Setelah itu dicuci dan direndam lagi dalam larutan garam 0,12% selama 24 jam kemudian dicuci dengan air panas dan tiriskan. Panaskan larutan gula 80% selama 20 menit kemudian dinginkan. Setelah dingin masukkan blimbing wuluh dan rendam selama 24 jam dan jadilah manisan basah. Larutan gula yang diperoleh dapat dibuat sirup blimbing wuluh.
  5. Jika akan dibuat manisan kering, maka perendaman dilakukan tiga kali

Lalu apa manfaat Belimbing wuluh?

Buah Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki beberapa fungsi yg baik bagi kita diantaranya adalah sebagai anti-obesitas, aktivitas anti-chlolesterolemic, anti-bakterial, aktivitas anti-oksidan dan kaya akan asam oksalat sehingga pH buah belimbing mencapai 4. Buah belimbing juga kaya akan senyawa-senyawa fitokimia, vitamin C, flavanoids (myricetin, luteolin, quercetin dan apigenin).

Daun belimbing wuluh secara tradisional ddibuat menjadi bentuk pasta dengan menambahkan air dan digunakan sebagai kompres untuk bisul, eksim dan sebagainya juga sebagai anti rematik karena mengandung procyanidin

Ekstrak buah belimbing wuluh juga dapat digunakan sebagai penambah cita rasa minuman teh. Buah belimbing wuluh dipotong kecil-kecil kemudian masukkan juicer dan cairan yang diperoleh kemudian dipasteurisasi. Ekstrak ini dapat dicampurkan ke the hitam 2 – 10 % tergantung selera.

Itulah hasil diskusi keluarga kami hari tersebut.

Daftar Pustaka

A. Ramsay, I. Mueller-Harvey. Procyanidins from Averrhoa bilimbi fruits and leaves. Journal of Food Composition and Analysis 47 (2016) 16–20.

Tuty Anggraini, Firshty Febrianti, Aisman and Sahadi Didi Ismanto. Black Tea With Averrhoa bilimbi L Extract: A Healthy Beverage. International Conference on Food, Agriculture and Natural Resources, IC-FANRes 2015. Agriculture and Agricultural Science Procedia 9 ( 2016 ) 241 – 252.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s