Antioksidan pada Bunga kecombrang

Bunga kecombrangcukup populer bagi masyarakat Indonesia dan merupakan tanaman asli dari Sumatera. Tanaman ini memiliki aroma yang khas sehingga banyak digunakan dalam masakan dan produk herbal.

Tanaman ini banyak mengandung antioksidan yang mampu menghambat proses oksidasi sehingga penting dalam tubuh kita.

Hasil analisis dengan GCMS menunjukkan adanya kandungan 39 senyawa dan terbanyak adalah 1-dodecanol, dodecanal dan 17-pentatriacontene.

Sumber: Maiumulyati, A and Prihadi, A.R. 2015. Chemical Composition, Phytochemical and Antioxidant Activity of Etlingera elatior Flower from Indonesia. Journal aofPharmacognosy and Phytochemistry 3(6): 233 – 238

amankah mengeringkan tangan dengan hot-air hand dryer?

seringkali kitamencuci tangan kemudian mengeringkannya bertujuan agar tangan kita bersih, tapi yakinkah kita kalau alat yang kita gunakan memang bersih?

atau jangan-jangan malah menambah total bakteri pada tangan?

kenapa dapat terjadi?

mikroorganisme ada di ruangan. jadi bersih tidaknya alat sangat tergantung kebersihan ruangan. lalu lalang orang ke dalam ruang tersebut juga akan membedakan jumlah mikroorganisme yang ada.

di tempat-tempat umum, kita sering menjumpai wastafel dengan kertas tisu ataupun pengering tangan yang mengeluarkan udr panas (hot-air hand dryer).

kita pada dasarnya dibekali prasangka baik, sehingga yang namanya alat pembersih pastilah bersih. tisu yang dipakai pastilah bebas bakteri, tanpa pernah kita sadari kemungkinan adanya mikroorganisme yang menempel.

hot-air hand dryer ternyata juga dapat mengembuskan bakteri. banyak tidaknya bakteri sangat etrgantung kebersihan ruang dan berapa lama alat tersebut ada di ruang tersebut. ada tidaknya filter juga sangat mempengaruhi.

jadi setelah tangan kering maka sebaiknya anda bersihkan kembali dengan tisu steril yg baru dibuka atau dengan sapu tangan anda jika yakin bersih.

sanitasi lingkungan yg baik tak berarti bebas bakteri

sumber: http://aem.asm.org/content/84/8/e00044-18.short?ssource=mfr&rss=1

Apakah makanan kita mengandung silikon?

Mendengar kata silicon bayangan kita yang selalu muncul adalah suntik silicon untuk mengubah tubuh kita agar tambak lebih indah. Kegagalan suntik silicon sering menjadi momok bagi mereka yang menginginkannya. Tapi benarkah silicon hanya untuk mempercantik, apakah kita tidak membutuhkan silicon? Ataukah jangan2 kita malah sering mengkonsumsinya?

Pada dasarnya semua binatang termasuk kita manusia membutuhkan silicon. Silokon berpengaruh positif bagi struktur kulit dan tulang kita, menambah panjang rambut, menguatkan kuku dan mengurangi resiko atherosclerosis. Silikon juga mampu menstimulasi sintesis kolagen tipe I dan mineralisasi tulang.

Kita masih diijinkan mengkonsumsi silicon sekitar 10 – 25 mg/hari namun tidak dianjurkan untuk konsentrasi di atasnya. Silikon secara alami sering terdapat pada makanan dalam beberapa bentuk seperti phytolytic silica, orthosolicic acid dan turunannya, serta polydimethylosiloxane (PDMS). Silicon seringa da dalam produk makanan kita ada bersama-sama dengan natrium, magnesium. Kalsium dan aluminium silikat. PDMS dan SiO2 sering digunakan sebagai food additive yang berfungsi sebagai anti-foaming, anti-coating, penjernihan dan beberapa fungsi lainnya. Maksimum yang diijinkan untuk SiO2 adalah 1% pada makanan berbentuk tepung kering, sedangkan kandungan silikat yang digunakan sebagai karier pewarna makanan tidak boleh lebih dari 900 g/kg.

Silikon diserap oleh penceranaan sebagai orthosilicic acid termasuk bentuk oligomernya yang kemudian dieksresikan oleh ginjal. Tingkat toksik akan terjadi jika mengkonsumsi sebanyak 700 mg/hari dan berbahaya jika mencapai 3 g/hari. Oleh sebab itu rajin-rajinlah membaca informasi yang ada pada kemasan agar kita terhindar dari konsumsi silicon secara belebihan.

Berikut beberapa contoh produk instan yang kemungkinan mengandung silicon (mg/100 g), penelitian dilakukan di suatu Negara yang cukup peduli pada kesehatan (merk produk tidak kami cantumkan). Sup kacang (0,46 – 5,28), sup tomat (42 – 158), sup jamur (1-10), sup mentimun (1-4), sup brokoli (4-6), spagethi (47 – 68), puree (1-3), jelly (1-3), pudding (1-5), dan sebagainya.

Konsumsilah makanan olahan dengan bijak.

Sumber: Food Chemistry 135 (2012) 1756–1761

Daun Singkong

siapa tidak kenal daun singkong? Apalagi penggemar masakan Padang. Daun ini muncul diantara menu yang serba hewani. Lalu mengapa daun singkong menjadi penting di masakan Padang? Saya tdk tahu krn sy bukan orang Padang dan belum pernah nanya juga.
Apa sih kelebihan dan keistimewaan daun singkong?
Daun singkong kaya vitamin dan mineral shg baik unt ibu2 menyusui krn meningkatkan produksi as (mirip daun katuk ya), tetapi harus diperhatikan adanya toksin.
Semakin tua daun singkong maka semakin berkurang proteinnya terutama kandungan asam amino lisin, prolin dan asam glutamat, namun ada peningkatan thd glisin dan fenilalanin.
Toksin pada daun simgkong adalah glikosida sianogen, sedangkan faktor2 anti nutrisinya spt serat, tanin, polifenol dan asam fitat. Toksin pada daun singkong dpt dikurangi melalui proses pengolahan yg benar.
Polifenol sebenarnya bwrsifat sbg antiokaidan, namun dpt mengikat mineral penting shg menjadi tdk tersedia bagi tubuh.
Sumber: Trends in Food Science & Technology. 2015. 44: 147 – 158

KERUSAKAN ASAM AMINO PADA PROSES PASTEURISASI

Nur Hidayat

Pasteurisasi merupakan upaya menginaktifkan enzim yang etrdapat pada bahan baku proses terutama dari produk pertanian sebelum diolah. Proses ini juga dapat mengakibatkan kematian beberapa mikroorganisme. Proses panas ini nampaknya menjadi solusi yang baik sehingga banyak diterapkan dalam proses-proses produksi misalnya susu segar, jus buah dan sebagainya.

Adakah kerusakan yang terjadi pada komponen bahan baku tersebut?

Salah satu hal yang menarik adalah kemampuan inaktivasi beberapa enzim akibat suhu. Lalu bagaimana dengan protein ataupun asam amino pada bahan yang dipasterusasi?

Hasil peneltian yang dilakukan oleh cerrillo dkk (2015) menunjukkan bahwa orange juice yang difementasi menghasilkan penurunan pada semua asam amino jika juice tersebut di pasteusasi terlebih dahulu.

Penurunan ini dapat diakibatkan oleh proses pasterisasi sehingga protein menjadi terdenaturasi dan dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme selama proses fermentasi.

Jadi apakah ini kerusakan ataukah keuntungan?

Tergantung dari sisi mana kita memandang dan untuk kepentingan apa.

Pustaka

Cerrillo et. al. Effect of Fermentation and Subsequent Pasteurization Processes on Amino Acids Composition of Orange Juice. Plant Foods Hum Nutr (2015) 70: 153 – 159.

Penggunaan ZA pada Pembuatan nata

Nur Hidayat
Saat ini tengah marak informasi tentang penggrebekan usaha nata pada UKM di Jawa Barat karena menggunakan ZA yang merupakan pupuk bersubsidi bagi petani. Hal yang sama juga pernah terjadi setahun yang lalu di Yogyakarta. Salahkan UKM dalam hal ini. Kebanyak UKM tidak paham larangan penggunaan pupuk bersubsidi untuk produk komersial dan kurangnya sosialisasi adanya ZA mutu pangan yang kabarnya juga harus dibeli melalui asosiasi. Bagaimana peran peneliti?
Berikut beberapa publikasi tentang fermentasi nata dan sumber nitrogennya, jangan-jangan peneltian juga memiliki peran besar di dalamnya (saya mencoba tidak menulis nama penelitinya) dan hanya saya ambil lima karena banyaknya. Saatnya para peneliti mengedukasi masyarakat dengan baik.
Penggunaan ZA (Amonium Sulfat)
1. 2008. The effect of pH, sucrose and ammonium sulphate concentrations on the production of bacterial cellulose (Nata-de-coco) by Acetobacter xylinum.
2. 2014. Characteristics of Nata from Sugarcane (Saccharum officinarum) Juice as Affected by Addition of Nitrogen Sources.
3. 2014. Effects of Nitrogen Source on Characteristics of Nata from Mandarin Orange (Citrus suhuiensis Hort. ex Tan. cv. limau langkat) Juice. The 16th FOOD INNOVATION ASIA CONFERENCE 2014.
4. 2015. Analisis Parametrik Dan Non Parametrik Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Dan Amonium Sulfat Terhadap Mutu Nata De Melon.
5. 2013. Optimalisasi pemberian ammonium sulfat terhadap produksi nata de banana skin

Dan masih banyak lagi, terutama untuk tahun-tahun di bawah 2010. Nampaknya kesalahan juga dimulai dari peneliti (mungkin lho) atau dari buku2 dan penyuluhan ataupun pengabdian pada masyarakat.
Mari kita edukasi UKM dengan baik dan benar

Kompos Cair

P_20170909_104404

Mohon maaf sebelumnya lama tidak mengisi blog ini.

pada tanggal 10 september telah diadakan pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan limbah dapur yang dihasilkan sebagai kompos cair. pada penyuluha tersebut kita kenalkan apa itu kompos dan apa itu kompos cair

penyuluhan dengan materi cara membuat komposter dan bagaimana mengisi serta menambahkan inokulum sehingga akan dihasilkan kompos cair dan akan mengurangi pembuangan limbah

peserta nampak antusias sehingga komposter yang disediakan laris habis dipesana untuk digunakan

semoga penyuluhan ini dapat menyadarkan masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk

terimakasih