Penggunaan ZA pada Pembuatan nata

Nur Hidayat
Saat ini tengah marak informasi tentang penggrebekan usaha nata pada UKM di Jawa Barat karena menggunakan ZA yang merupakan pupuk bersubsidi bagi petani. Hal yang sama juga pernah terjadi setahun yang lalu di Yogyakarta. Salahkan UKM dalam hal ini. Kebanyak UKM tidak paham larangan penggunaan pupuk bersubsidi untuk produk komersial dan kurangnya sosialisasi adanya ZA mutu pangan yang kabarnya juga harus dibeli melalui asosiasi. Bagaimana peran peneliti?
Berikut beberapa publikasi tentang fermentasi nata dan sumber nitrogennya, jangan-jangan peneltian juga memiliki peran besar di dalamnya (saya mencoba tidak menulis nama penelitinya) dan hanya saya ambil lima karena banyaknya. Saatnya para peneliti mengedukasi masyarakat dengan baik.
Penggunaan ZA (Amonium Sulfat)
1. 2008. The effect of pH, sucrose and ammonium sulphate concentrations on the production of bacterial cellulose (Nata-de-coco) by Acetobacter xylinum.
2. 2014. Characteristics of Nata from Sugarcane (Saccharum officinarum) Juice as Affected by Addition of Nitrogen Sources.
3. 2014. Effects of Nitrogen Source on Characteristics of Nata from Mandarin Orange (Citrus suhuiensis Hort. ex Tan. cv. limau langkat) Juice. The 16th FOOD INNOVATION ASIA CONFERENCE 2014.
4. 2015. Analisis Parametrik Dan Non Parametrik Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Dan Amonium Sulfat Terhadap Mutu Nata De Melon.
5. 2013. Optimalisasi pemberian ammonium sulfat terhadap produksi nata de banana skin

Dan masih banyak lagi, terutama untuk tahun-tahun di bawah 2010. Nampaknya kesalahan juga dimulai dari peneliti (mungkin lho) atau dari buku2 dan penyuluhan ataupun pengabdian pada masyarakat.
Mari kita edukasi UKM dengan baik dan benar

Iklan

Kompos Cair

P_20170909_104404

Mohon maaf sebelumnya lama tidak mengisi blog ini.

pada tanggal 10 september telah diadakan pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan limbah dapur yang dihasilkan sebagai kompos cair. pada penyuluha tersebut kita kenalkan apa itu kompos dan apa itu kompos cair

penyuluhan dengan materi cara membuat komposter dan bagaimana mengisi serta menambahkan inokulum sehingga akan dihasilkan kompos cair dan akan mengurangi pembuangan limbah

peserta nampak antusias sehingga komposter yang disediakan laris habis dipesana untuk digunakan

semoga penyuluhan ini dapat menyadarkan masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk

terimakasih

Prof Mochammad Adna (UGM) Meninggal Dunia

INNALILAHI WA INNA ILLAIHI ROJI’UN
Telah meninggal dunia Prof. Dr. Ir. Mochamad Adnan, M.Sc, Mantan Rektor UGM, 30 November 2013 pukul 18.18 di RS JIH Yogyakarta.
Rumah duka di Pandega
Widya, No.1, Jl. Kaliurang, Km 5,6.
rof. Dr. Ir. Mochamad Adnan MSc. memperoleh gelar sarjana dari Fak Pertanian UGM bidang Teknologi Pertanian pada tahun 1961. Pada tahun 1963 mengikuti training Teknologi Pengolahan Susu di University of California Davis USA selama satu tahun. Pada tahun 1971 memperoleh gelar MSc dari Univ yang sama. Pada tahun yang sama mengikuti training administrasi dan management universitas di University of Wiscounsin, Madison USA. Gelar Ph.D diperoleh dari University of Illinois, Urbana Campaign, USA.

Prof Adnan menjabat sebagai Dekan FTP pada tahun 1971-1975, Dekan Fak Pascasarjana pada tahun 1982-1988, dan Rektor Universitas Gadjah Mada pada tahun 1990-1994. Tercatat pula sebagi anggota MPR dari tahun 1993-1998.
Kita semua kehilangan salah satu pionir Ilmu & Teknologi Pangan di Indonesia. Semoga almarhum diampuni segala khilaf dan dilipatgandakan pahala kebaikannya. Semoga kita smua dapat mengambil teladannya.

workshop Penelaahan buku ajar Universitas Terbuka

mulai hari ini hingga sabtu, saya mendapat tugas untuk menjadi penelaah buku ajar di Universitas Terbuka jakarta.
saat pembukaan yang hadir penulis 4 orang penelaah 8 orang lainnya belum hadir dari 35 yang diundang.
acara dibuka oleh dekan FMIPA Dr.Ir. Sr Harijati. Penjelasan oleh Pembantu Dekan I Drh.Ida Malati, M.Ed.
semoga melalui acara ini mampu meningkatkan kepekaan diri untuk menulis dan menelaah suatu naskah buku ajar.

Bagi Universitas Terbuka buku ajar merupakan hal yang penting karena merupakan satu-satunya pegangan bagi mahasiswa sehingga diperlukan tulisan yang bagus dan mudah dimengerti.

sebagai penelah harus membaca dengan cermat agar kualitas dan penyajian materi dapat tersaji dengan baik.

 

Syukur dan peningkatan produktivitas

Nur Hidayat
Setiap manusia selalu menginginkan dirinya lebih baik dari yang lain, bahkan terhadap dirinya sendiri. Rasulullah SAW bersabda: merugilah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin da celakalah yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Oleh sebab itu untuk dapat menjadi lebih baik, mau tidak mau kita harus melakukan apa yang disebut dengan manajemen waktu.
Manajemen waktu harus dimulai dari rumah karena segala sesuatu akan teras baik atau tidak sangat dipengaruhi oleh kondisi saat anda masih di rumah. Komunikasi yang menyenangkan harus diciptakan dari rumah agar anda dapat berangkat kerja/sekolah dengan baik. Dalam ajaran agama kita diwajibkan memulai dengan menghadap Allah kemudian memohon/berdo’a dan saat berangkat member sapa atau ijin pada yang ditinggal dan tinggalkan rumah dengan senyum dan do’a. berangkat kerja/aktivitas yg menyenangkan akan menjadikan kerja menjadi lebih menggairahkan.
Komunikasi yang tidak baik dalam lingkungan kerja dapat menurunkan produktivitas. Seorang atasn yang baik haruslan memotivai bawahannya setiap akan mulai kerja dengan senyum dan harapan bukan dengan kemarahaan apalagi ancaman absensi dengan upacara diterik matahari. Jadikanlah semboyan : “kerja dengan cerdas” motivasi bawahan bahwa mereka adalah pekerja2 yang cerdas yang mampu bekerja dengan baik tanpa dipaksa atau diawasi. Lakukan pengawasan dengan sapaan dan pujian atas keberhasilannya.
Pada saat istirahat, jangan mengambil jarak atau membuat jarak antara pimpinan dan bawahan, jadiakan saat istirahat adalah saat dimana kita adalah manusia yang bermasyarakat yang tidak dibatasi oleh jabatan tapi dilingkupi oleh persaudaraan dan etika. Bicarakan masalah yang mungkin kompleks dengan santai dan menyenangkan.
Marilah kita mulai meningkatkan produktivitas kita dengan kerja cerdas dan penuh persaudaraan untuk saling membantu dan meningkatkan kinerja bersama. Kita pasti bisa.

Daun Mangga

Daun mangga belum umum digunakan di Indonesia, daun mangga masih terbatas penggunaannya untuk pakan ternak apabila pakan lain kurang mencukupi. Di beberapa Negara daun mangga telah digunakan untuk berbagai keperluan terutama untuk herbal. Daun mangga yang akan digunakan umumnya diekstrak terlebih dahulu. Daun segara dibersihkan kemudian digerus dengan moral dan ditambah dan solvent (methanol, acetone, hexane, ethyl acetate, hexane-ethyl acetate ataupun air) dalam jumlah yang sama. Larutan yang diperoleh kemudian disentrifugasi pada kecepatan 5.000 rpm selama 15 menit dan supernatan yang diperoleh kemudian disaring menggunakan kertas saring Whatmann no 1 dan disinari denngan UV selama 1 jam untuk mencegah kontaminasi kemudian disimpan pada suhu 50C hingga siap digunakan.

Ekstrak daun mangga mengandung terpinyl acetate (5.80%) dan phytol isomer (5.12%) sebagai komponen utama diikuti dengan oxirane (3.57%), sabinene (3.24%), beta-pinen (3.34%), beta-myrcene (3.23%), cymene (3.68%), alpha-limonene (2.82%), eucalyptol (1,8-cineo (4.71%), 1,3-benzodioxole, 5-(2- (3.68%). Senyawa fenolat pada ekstrak daun mangga adalah benzoic acid, pyrogallol, p-hydroxybenzoic acid, vanillic acid, syringic acid ferulic acid, ethyl gallate dan gallic acid.

Ekstrak daun mangga mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri diantaranya Salmonella typhi, Klebsiella pneumoniae, Enterobacter aerogens, Mycobacterium tuberculosis, Streptococcus pyrogens, Pseudomonas aeuroginosa, Proteus vulgaris, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Selain itu juga memiliki aktivitas sebagai larvacidal, dan anti kanker