Oleh: ptp2007 | Juli 8, 2009

Sulit Berkonsentrasi? Santap Makanan Ini!

By Petti Lubis VIVAnews – Selasa, Juli 7 VIVAnews -

Setelah makan siang, biasanya semangat bekerja mulai menurun. Tubuh terasa lemas, dan kantuk mulai menyerang. Akibatnya, konsentrasi kerja pun buyar.

Tapi, untungnya ada makanan yang bisa Anda konsumsi untuk meningkatkan konsentrasi kerja dan membuat pikiran lebih jernih. Saat hasrat ngemil junk food sedang melonjak, coba pilihan makanan berikut ini untuk menambah konsentrasi Anda!

Sereal gandum dan jus jeruk

Awali hari dengan menyantap semangkuk sereal gandum dan segelas jus jeruk. Dua santapan ini kaya kandungan asam folat, yang bisa membuat daya ingat lebih tajam, dan otak lebih cepat menyerap informasi. Untuk camilan di siang hari, Anda bisa mendapat asupan asam folat dari makanan berbahan kacang kedelai (tempe, tahu, susu), brokoli, dan kacang hijau.

Kembang kol dan kacang

Sebuah penelitian dari rumah sakit McLean Hospital, afiliasi Fakultas Kedokteran Harvard, AS, menyarankan untuk mengonsumsi suplemen citicoline (500mg) setiap hari untuk menambah energi.  Choline alami juga bisa Anda dapatkan dari kembang kol dan kacang-kacangan. Saat masuk ke dalam tubh, choline akan berubah menjadi citicoline.

Brokoli, tauge dan bayam

Jika Anda memesan sayuran saat makan siang, pastikan untuk memasukkan jenis sayuran ini di dalamnya. Pilihan menunya seperti gado-gado, salad, cap cay, atau ketoprak. Harvard melakukan penelitian terhadap 13.000 responden wanita yang mengonsumsi makanan ini. Terbukti, daya ingat dan konsentrasi mereka makin bertambah.

Buah jenis beri, anggur, dan plum

Pada buah-buahan, buah berjenis beri memiliki antioksidan untuk menambah konsentrasi yang paling tinggi. Plus, buah ini juga mengandung anthocyanin, sebuah zat nutrisi yang bisa menghambat penurunan daya ingat alias Anda jadi tak mudah pikun. Quercetin, nutrisi lainnya yang juga terkandung dalam beri juga memiliki benefit sama. Blueberries, apel, anggur berwarna gelap (ungu, merah, dan hitam) juga mengandung dua jenis flavonoids di atas.

Salmon dan Mackarel

Sejumlah penelitian telah membuktikan nutrisi untuk membangkitkan memori, salah satunya adalah asam lemak omega 3. Salmon dan mackarel kaya kandungan asam lemak omega 3. Mengonsumsi jenis ikan itu setidaknya sekali seminggu bisa membuat otak lebih ‘awet muda’.

Menurut penelitian Rush University Medical Center, Chicago, AS menemukan bahwa wanita dan pria yang rutin mengonsumsi ikan, daya ingat mereka lebih tajam, dan lebih mudah fokus dalam pekerjaan. Tidak suka ikan? Anda bisa mengonsumsi suplemen minyak ikan.

Oleh: ptp2007 | Juni 29, 2009

Konsep Pertanian Organik

Organik, berasal dari akar kata organ. Seperti yang kita ketahui, organ adalah bagian dari tubuh yang memiliki fungsi khas untuk mendukung kehidupan. Yang saya garis bawahi tadi adalah kata kunci dari pertanian organik.

Sayangnya, pertanian organik (dan produknya) seringkali dipahami dengan sempit. Asal pakai pupuk kandang, tanpa pestisida sintetis, atau sudah sesuai dengan standar deptan…maka produk langsung bisa diklaim sebagai organik. Padahal tidaklah demikian.

Pertanian organik setidaknya tersusun atas tiga elemen utama, yaitu:

1. Alam — di mana ada pengakuan akan kekuatan yang lebih besar dari kekuatan manusia. Misalnya cuaca, kondisi tanah, air, hewan-hewan, dsb. Kekuatan ini bukan untuk dilawan, tetapi dijadikan sebagai mitra.
2. Budidaya — di mana ada etika (budi), pikiran dan daya upaya.
3. Manusia — petani, masyarakat disekitar, penjual, dan konsumen

Elemen-elemen tadi tidak dapat dipisah-pisahkan. Semuanya harus bergerak secara harmonis, dan harus hidup.

Pengejawantahannya bisa beragam, sesuai dengan kondisi lokal. Bu Mary mungkin bisa bercerita lebih banyak bahwa di kalangan masyarakat Jawa ada ilmu Titi Mongso, yaitu ilmu tentang tanaman apa yang harus ditanam pada masa-masa tertentu. Masyarakat Jawa tradisional juga suka meletakkan sesaji di sawah. Isi sesajinya antara lain pisang raja dan kue-kue yang berasa manis. Bertahun-tahun kemudian tradisi ini baru dibuktikan secara ilmiah bahwa pisang raja akan mengundang semut, yang merupakan predator terhadap hama tanaman padi. Sayangnya tradisi ini kemudian semakin punah dengan masuknya agama-agama yang berasal dari daerah non penghasil padi. Dan, masih banyak lagi sebenarnya contoh2 yang lain.

Karena berusaha selaras dengan alam, maka pertanian organik tidak bisa dilakukan secara multiculture dalam jumlah besar. Dalam pertanian organik selalu ada unsur:

1. Beraneka ragam. Untuk mengendalikan populasi hama, dan untuk menjamin agar tanah tidak mengalami defisiensi nutrisi tertentu. Di sini dikenal tanaman penambat nitrogen, tanaman pengusir hama, tanaman pemikat hama (agar hama tidak menyerang tanaman induk), tanaman penggembur tanah (umbi-umbian), tanaman penaung, dsb.

2. Bergilir. Selain untuk menyesuaikan diri dengan musim agar tidak mudah kena penyakit, tujuannya juga untuk mengendalikan populasi hama dan menjaga kesuburan tanaman.

3. Lokal. Tanaman lokal telah beradaptasi dengan alam lokal selama berabad-abad sehingga lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

Tentang ini, perlu diingat bahwa Kelapa Sawit berasal dari Afrika Barat. Tanaman palma khas Indonesia itu sagu, kelapa, aren, siwalan dan sejenisnya.

Karena salah satu unsurnya adalah manusia, maka pertanian organik tidak dapat dipisahkan dari FAIR TRADE alias perdagangan yang adil. Masyarakat setempat dilibatkan dalam pertanian ini, baik sebagai petani, pengolah maupun pemasar. Petani harus mendapatkan penghasilan yang layak untuk kehidupannya. Dan konsumen harus mendapat produk yang sehat sesuai dengan harga yang dibayarnya….

Semoga ini bisa memberikan sedikit gambaran bagi rekan-rekan sekalian tentang konsep organic farming.
Akhir kata, “Organic farming is way of life, it is not mereley a way of doing business.”

All the best for Indonesia,

daisy (anggota PATPI di Australia

Oleh: ptp2007 | Juni 4, 2009

Daur Ulang Air Limbah

Anto Tri Sugiarto

Maraknya berbagai kegiatan industri di Indonesia mengakibatkan cadangan air tanah di beberapa daerah mengalami kekeringan. Eksploitasi air tanah yang berlebihan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya, mengakibatkan terjadinya intrusi air laut dan penurunan permukaan tanah akibat kosongnya sungai-sungai air di bawah tanah.< bawah di air sungai-sungai kosongnya akibat tanah permukaan penurunan dan laut intrusi terjadinya mengakibatkan Surabaya, Semarang, Jakarta, seperti besar kota beberapa berlebihan yang Eksploitasi kekeringan. mengalami daerah cadangan Indonesia industri kegiatan>

Beberapa cara mengatasi krisis air seperti reboisasi hutan gundul dan penyuntikan air pada sungai-sungai kering di bawah tanah pada musim hujan telah dilakukan. Namun, hal ini belum dapat menyelesaikan masalah karena cadangan air tanah tetap tidak akan dapat terpenuhi selama eksploitasi air tanah yang dilakukan pihak industri tetap berlangsung.

Agar kegiatan industri tetap berlangsung dan kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi metode daur ulang air limbah merupakan langkah konkret yang harus dilakukan. Dewasa ini teknologi ozon muncul sebagai teknologi tepat guna dalam proses daur ulang air limbah industri dan domestik.

Pengolahan air limbah

Pengolahan air limbah pada umumnya dilakukan dengan menggunakan metode Biologi. Metode ini merupakan metode yang paling efektif dibandingkan dengan metode Kimia dan Fisika. Proses pengolahan limbah dengan metode Biologi adalah metode yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai katalis untuk menguraikan material yang terkandung di dalam air limbah. Mikroorganisme sendiri selain menguraikan dan menghilangkan kandungan material, juga menjadikan material yang terurai tadi sebagai tempat berkembang biaknya. Metode pengolahan lumpur aktif (activated sludge) adalah merupakan proses pengolahan air limbah yang memanfaatkan proses mikroorganisme tersebut.

Dewasa ini metode lumpur aktif merupakan metode pengolahan air limbah yang paling banyak dipergunakan, termasuk di Indonesia, hal ini mengingat metode lumpur aktif dapat dipergunakan untuk mengolah air limbah dari berbagai jenis industri seperti industri pangan, pulp, kertas, tekstil, bahan kimia dan obat-obatan. Namun, dalam pelaksanaannya metode lumpur aktif banyak mengalami kendala, di antaranya, (1) diperlukan areal instalasi pengolahan limbah yang luas, mengingat proses lumpur aktif berlangsung dalam waktu yang lama, bisa berhari-hari, (2) timbulnya limbah baru, di mana terjadi kelebihan endapan lumpur dari pertumbuhan mikroorganisme yang kemudian menjadi limbah baru yang memerlukan proses lanjutan.

Areal instalasi yang luas berarti dana investasi cukup besar, akibatnya pemanfaatan teknologi lumpur aktif menjadi tidak efisien di Indonesia, ditambah lagi dengan proses operasional yang rumit mengingat proses lumpur aktif memerlukan pengawasan yang cukup ketat seperti kondisi suhu dan bulking control proses endapan.

Limbah baru merupakan masalah utama dari penerapan metode lumpur aktif ini. Limbah yang berasal dari kelebihan endapan lumpur hasil proses lumpur aktif memerlukan penanganan khusus. Limbah ini selain mengandung berbagai jenis mikroorganisme juga mengandung berbagai jenis senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Pengolahan limbah endapan lumpur ini sendiri memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sedikitnya 50 persen dari biaya pengolahan air limbah dapat tersedot untuk mengatasi limbah endapan lumpur yang terjadi. Akibatnya, kebanyakan di Indonesia limbah endapan lumpur ini biasanya langsung dibuang ke sungai atau ditimbun di TPA (tempat pembuangan akhir) bersama dengan sampah lainnya.

Daur ulang air limbah

Pada tahun 1994 dalam sebuah jurnal international water science technology, Hidenari yasui dari Kurita Co, Jepang, memperkenalkan sebuah proses inovasi pengolahan air limbah dengan mereduksi jumlah endapan lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan lumpur aktif. Proses inovasi tersebut kemudian dikenal dengan proses pengolahan air limbah emisi zero (zero emission). Hidenari yasui berhasil mereduksi hampir 100 persen dari limbah endapan lumpur dengan menerapkan teknologi ozon pada proses pengolahan air limbah lumpur aktif.

Pada sistem ini sebagian endapan lumpur diambil untuk melalui proses ozonisasi dalam chamber ozon proses. Selanjutnya endapan lumpur tadi dikembalikan pada chamber lumpur aktif. Melalui proses ozonisasi endapan lumpur tadi menjadi material yang mudah untuk diuraikan dan direduksi oleh mikroorganisme. Dalam chamber lumpur aktif bersamaan dengan proses penguraian air limbah material oleh mikroorganisme, terjadi pula proses penguraian endapan lumpur hasil proses tersebut, sehingga tercipta sistem praktis pengolahan air limbah.

Ozon yang merupakan spesis aktif dari oksigen memiliki oksidasi potential 2.07V, lebih tinggi dibandingkan chlorine yang hanya memiliki oksidasi potential 1.36V. Dengan oksidasi potential yang tinggi ozon dapat dimanfaatkan untuk membunuh bakteri (strilization), menghilangkan warna (decoloration), menghilangkan bau (deodoration), menguraikan senyawa organik (degradation).

Dengan kemampuan multifungsi yang dimilikinya ozon dapat menguraikan endapan lumpur yang sebagian besar kandungannya adalah bakteri dan senyawa-senyawa organik seperti phenol, benzene, atrazine, dioxin, dan berbagai zat pewarna organik yang tidak dapat teruraikan dalam proses lumpur aktif.

Ozon membunuh bakteri dengan cara merusak dinding sel bakteri sekaligus menguraikan bakteri tersebut (Collignon, 1994). Hal ini berbeda dengan chlorine yang hanya mampu membunuh bakteri saja. Ozon juga mampu membunuh bakteri tipe filamen seperti bakteri S Natans, M Parvicella, Thiotrix I dan II penyebab bulking di mana zat padat dan zat cair sulit terpisahkan pada kolam pengendapan.

Dengan menerapkan teknologi ozon pada pengolahan air limbah lumpur aktif didapatkan sistem praktis pengolahan air limbah. Beberapa keuntungan penerapan sistem ini adalah lumpur endapan dapat dihilangkan sehingga pengolahan lanjutan dan/atau pencemaran sungai dapat dihindarkan, bulking dapat dihilangkan sehingga sistem proses lumpur aktif berjalan stabil, dan air limbah dapat didaur ulang.

Dengan menerapkan sistem ini didapatkan air bersih yang tidak lagi mengandung senyawa organik beracun dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Air tersebut dapat dipergunakan kembali sebagai sumber air untuk kegiatan industri selanjutnya. Diharapkan pemanfaatan sistem daur ulang air limbah akan dapat mengatasi permasalahan persediaan cadangan air tanah demi kelangsungan kegiatan industri dan kebutuhan masyarakat akan air. Semoga.

Dr Anto Tri Sugiarto, M.Eng. Peneliti pada Pusat Penelitian KIM-LIPI

sumber:

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0310/10/Kesehatan/615106.htm

Oleh: ptp2007 | Mei 31, 2009

Pro Kontra mengkonsumsi Susu Sapi

Untuk menambah daftar panjang hal negatif tentang susu dapat pula dibaca: ” Foods that are Killing You, Slowly but Steadily” (M.A. Gupta, 2004). Dalam buku itu, susu termasuk didalamnya.

Tetapi, menurut saya begini: (rekan-rekan boleh tidak setuju):

Pertama, susu berlebihan jika hanya diperuntukkan bagi anak sapi. Seekor induk sapi perah dapat menghasilkan susu lebih dari 7x bobot badannya. Induk sapi perah dengan bobot 400 kg dapat menghasilkan susu sekitar 3 ton dalam 1 periode laktasi. Ini jika produksi susunya rata-rata 10 liter per hari dengan periode laktasi 10 bulan. Sapi di Amerika & New Zealand produksinya bisa lebih dari 15 lt per hari. Seekor anak sapi hanya mengkonsumsi separoh atau kurang dari susu tsb. Pada awal kelahiran, konsumsi susu anak sapi memang relatif banyak, tetapi berangsur menurun sejalan dengan bertambahnya umur. Berdasarkan fisiologi alat pencernaannya, semakin dewasa anak sapi, maka selain lambungm rumennya juga berkembang. Konsekuensinya, jenis pakan yang diperlukan adalah rumput/ hijauan (banyak serat kasar) dan konsentrat. Artinya, minum susu dari induknya semakin sedikit. Nah, sisa susu yang hampir 1,5 ton di kemanakan?.

Kedua, susu layak sebagai bahan makanan. Zat gizi susu relatif lengkap dan proporsional, banyak mirip dengan ASI, atau hampir sebansing dengan bahan makanan tertentu yang lain. Keunggulan zat gizi dan peranan spesifik beberapa nutrisi susu bagi kesehatan telah banyak diungkapkan. Jadi, seperti halnya bahan makanan yang lain, susu layak dikonsumsi oleh balita (pasca ASI), anak-anak, remaja dan orang dewasa. Kalaupun susu dianggap ada kekurangannya (seperti beberapa makanan yang lain) itu tentunya wajar saja. Ada yang mengatakan, susu dalam bentuk cair tidak dapat dicerna di mulut dan memberatkan proses pencernaan di lambung dan usus. Ingat bahwa hanya sedikit bahan makanan yang dicerna dimulut, karena disini yang paling berperan enzim amilase. Protein susu akan dicerna di Lambung dan usus halus, sedangkan karbohidrat susu (laktosa) akan dicerna di usus halus. Sebagian kecil orang kadang mengalami masalah pencernaan laktosa (lactise intokerance), tetapi banyak orang tidak mengalami masalah. Ada sebagiam orang alergi terhadap susu (mungkin laktoglobulin dari protein whey susu), tetapi banyak juga yang tidak. Dalam kasus ini mirip kasus alergi yang dialami beberapa orang yang mengkonsumsi kuning telur, serealia tertentu, udang dan hasil laut.

Ketiga, susu dianggap sumber lemak dan kolesterol yang menbahayakan. Orang barat memang merekomendasikan mengurangi konsumsi hasil hewanim karena sudah over nutrisi. Sementara masyarakat kita masih banyak yang kekurangan. Konsumsi susu orang Amerika sekitar 90 kg/kap/th, sedangkan kita baru 7,8 kg/kap/hr. Tetangga kita Filipina 18,8; Malaysia 22,5; Thailand 28 dan Singapura 32 kg/kap/hr. Nah, baru bisa minum sedikit koq sudah akan diminta berhenti mikum. Kasihan dong. Kasihan juga para peternak sapi perah kita.

Keempat, last but not least, di Al-Qur’an surat An-Nahl 66, Alloh Swt menganjurkan manusia minum susu. Nah, kelebiahan susu tsb diatas berarti diciptakan untuk manusia. Betul ya?

Begitu, Tks.

Wassalam,

Anang M. Legowo (PATPI Semarang)

Oleh: ptp2007 | Mei 30, 2009

Sapi didikan Kapitalis?

Suatu saat saya pernah melihat pameran pertanian di Australia. Menurut pengamatan saya, sapi2 Australia itu telah dibreeding sedemikian rupa sehingga sangat besaaaar kalau dibandingkan dengan sapi2 yang saya lihat di dekat rumah saya di Jogja dulu. Namun demikian, wajah sapi2 ini terlihat sedih, dibandingkan rekan2 sejawatnya di tanah air.

Dari forum diskusi organik, lingkungan, kelompok penyayang binatang dan sejenisnya, saya ketahui bahwa sebagian besar sapi dan hewan2 ternak di Australia dipelihara dalam kondisi yang menyedihkan. Kandangnya pas badan, sehingga konversi energi dari pakan menjadi daging atau susu bisa maksimal. Mereka juga diberi hormon agar cepat besar, dan produksi daging, susu, dan telurnya maksimal. Sisi baiknya, memang harga susu, telur dan daging di Australia itu murah sekali. Anak2 Australia menjadi tinggi, besar, dan jarang ada yang OON karena kekurangan protein.

Namun kemudian muncul issue2 soal allergi, obesitas, dan kecurigaan terhadap susu sebagai pemicu kanker.

Pertanyaan saya, apakah memang sapi yang dipelihara dengan pakan yang berlebihan, jarang punya kesempatan jalan2 melihat indahnya dunia, distimulir dengan hormon pendorong laktasi, dan diperah dengan mesin itu tubuhnya akan memberontak dan menghasilkan trace element yang berbahaya bagi manusia?

Saya juga teringat dengan peternakan sapi di pertapaan Rawaseneng yang sering saya kunjungi jaman dahulu kala, ketika masih sekolah. Sapi2 di sana dipelihara dengan penuh cinta kasih… karena tujuannya memang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup para pertapa dan anak2 yatim piatu yang ada disitu. Sesuai pilihan ideologi yang dianutnya, hidup dalam doa, kasih, dan kesederhanaan, di pertapaan Rawaseneng, memang tidak ada aura keserakahan untuk menjadi kaya-raya sama sekali.

Sapi-sapi Rawasenang berkesempatan menikmati udara segar dan pemandangan yang indah di pegunungan. Makan makanan alami. Tidak diberi obat2an. Kalau sakit cukup diberi jamu2an herbal. Mereka diperah secara manual dengan tangan yang terampil… plus doa sebelum dan setelah memerah susu. Setiap hari mereka mendengar lagu puji-pujian kepada Tuhan dari para pertapa, baik dalam langgam Gregorian maupun Jawa klasik. Sapi-sapi ini juga nyaris tidak pernah mendengar bentakan, omelan maupun gosip karena technically, pertapa memang tidak boleh berkata-kata selain untuk berdoa. Hasilnya? Susu segar terlezat yang pernah saya minum! Kental, dan gurih, tetapi tidak menimbulkan eneg.

Memang di sana disamping sapi lokal, di sana ada turunan sapi Holland, yang nenek moyangnya memang diseleksi untuk menghasilkan susu. Dan beberapa tahun yang lalu, saya pernah mendengar bahwa jenis2 musik yang berbeda akan mempengaruhi volume susu yang dihasilkan. Di Indonesia sendiri, ibu menyusui disarankan untuk tidak bersedih hati, agar produksi ASI tidak terganggu.

Saya tidak tahu, apakah cara budidaya sapi ala ‘kapitalisme’ dan ala ’surgawi’ ini memang berpengaruh terhadap volume dan kualitas susu yang dihasilkan?

Terimakasih banyak Pak Anang.

Salam,

daisy (Anggota PATPI di Australia)

Tulisan Sebelumnya »

Kategori