Pecak Ikan Mas (Untuk 4 porsi)

Kiriman: Radityo Djadjoeri

Bahan:
– 4 ekor (1 kilogram) ikan mas ukuran kecil, dikerat-kerat
– Minyak untuk menggoreng
 
Bahan perendam (aduk rata):
– 2 siung bawang putih, dihaluskan
– 1 sdt ketumbar bubuk
– 2 sdt garam
– 1 cm jahe, diparut
 
Bahan Bumbu:
– 2 siung bawang putih, ditumbuk kasar
– 5 butir bawang merah, ditumbuk kasar
– 4 buah cabai merah besar, ditumbuk kasar
– 6 buah cabai merah keriting, ditumbuk kasar
– 4 buah cabai rawit hijau, dimemarkan
– 2 cm jahe, ditumbuk kasar
– 2 cm lengkuas, ditumbuk kasar
– 3 cm temu kunci, ditumbuk kasar
– 1/2 sdm garam
– 1/4 sdt merica bubuk
– 1 sdt gula pasir
– 700 ml air
 
Cara membuat:
Lumuri Ikan dengan bahan perendam. Diamkan 10 menit. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang. Angkat dan sisihkan.
Bumbu: rebus bahan bumbu sambil diaduk sampai mendidih dan harum. Tuang bumbu ke atas ikan. Sajikan.
Iklan

Fermentasi tape

Artikel lengkap ada di buku Mikrobiologi Industri Tulisan saya yg dapat dipeoleh ditoko buku

Tape merupakan makanan selingan yang cukup populer di Indonesia dan Malaysia. Pada dasarnya ada dua tipe tape yaitu tape ketan dan tape singkong. Tape memiliki rasa manis dan sedikit alkohol dengan aroma yang menyenangkan, bertekstur lunak dan berair.

Tape sebagai produk makanan cepat rusak karena adanya fermentasi lanjut setelah kondisi optimum fermentasi tercapai, sehingga harus segera dikonsumsi. Namun demikian, jika disimpan dalam tempat yang dingin dapat bertahan 2 minggu. Hasil dari fermentasi lanjut adalah produk yang asam beralkohol yang menjadi tidak enak untuk dikonsumsi.

Tape memiliki berbagai nama tergantung daerahnya untuk tape singkong di Malaysia  disebut tape ubi, Jawa tape tela, dan Sunda peuyeum. Tape ketan di Malaysia disebut tape pulut dan di Cina Lao-Chao.

Cara Pembuatan tradisonal

Pada pembuatan tape ketan tradisional, ketan dicuci kemudian direndam semalam dan ditanak (Gambar 8.1.). Setelah dingin dicampur dengan ragi komersial dimasukkan dalam wadah yang dilapisi daun pisang dan difermentasi 1 – 3 hari pada suhu kamar. Produksi tape singkong hampir mirip. Singkong yang masih mudah dan segar dikupas, dipotong-potong, dicuci, dan ditanak. Jika telah dingin dicampur dengan ragi komersial dan disimpan dalam wadah yasng dilapisi daun pisang kemudian difermentasi seperti tape ketan. Rasa tape yang dihasilkan sangat tergantung dari ragi yang digunakan karena ragi yang berbeda akan memiliki mikroflora yang berbeda.

Pada industri kecil prosesnya tidak berbeda jauh dengan cara tradisional (Gambar 8.2 dan 8.3). Perbedaannya hanyalah pada pemberian ragi. Dalam skala industri perlu dilakukan peningkatan skala inokulum serta digunakannya inokulum murni. Peningkatan inokulum dilakukan untuk menekan biaya.

Peningkatan skala inokulum dilakukan dengan menggunakan 100 g beras steril ditambah dengan 30 ml air steril dan inokulum murni 4 g kemudian diinkubasi selama 4 hari (Gambar 8.4). Inokulum lembab ini dapat digunakan untuk periode 2 minggu jika terjaga dari kontaminasi dan disimpan dalam refrigerator. Pada skala ini tahap mekanisasi belum nampak menyolok kecuali pada penanakan beras.

Proses yang terjadi selama fermentasi tape

Pada hari pertama akan tumbuh kapang dan khamir bermiselia terutama organisme yang mampu merombak pati menjadi gula. sehingga pada hari pertama tape akan berasa manis namun masih keras dan tedapat miselia semu keputih2an di permukaan bahan. Pada hari kedua, dengan adanya gula maka khamir akan tumbuh dan menghasilkan alkohol krn oksigen telah berkurang. pada hari ektiga alkohol ini akan dioksidasi oleh bakteri lainnya menjadi asam organik terutama asam asetat.

First International Conference on Food and Environment

21-23 June 2011

The first international conference on Food and the Environment will focus on a variety of issues affecting food production and distribution including those related to natural and anthropogenic causes. The conference will emphasise the effects of modern food production processes and how they can affect human health.

The many advances made for over a century in food production have resulted in the possibility of feeding the whole of humanity. These advances have been achieved by the introduction of new work practices and a variety of substances into the food chain, the whole process being affected by other environmental conditions such as contamination of air, water and soil resulting from sources other than agriculture. On the other hand the food production and food processing can have detrimental effects on the environment. Some of the major challenges remain with extensive farming, which though offering higher productivity and larger volumes, should not either compromise the quality of the product or cause suffering in animals.

Conference Topics

Food processing issues
Contamination of food
Pharmaceuticals in food
Obesity-related issues
Pesticides and nutrients
Hormonal effects
Food and fecundity
Genetic engineering
Freezing and thawing
Heavy metals
Pathogens
Salination problems
Desertifi cation
Transportation problems
Traceability
Threshold values
Modern farming
Changing climate
Laws and regulations
Epidemiological studies
Water resources problems
Animal welfare
Impact of food production on the environment

Tentative Submission Deadline : 1 December 2010

Homepage: http://tinyurl.com/365ya2n