Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia pada bahan pangan sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki. Mikrobia yang umumnya terlibat dalam fermentasi adalah bakteri, khamir dan kapang. Contoh bakteri yang digunakan dalam fermentasi adalah Acetobacter xylinum pada pembuatan nata decoco, Acetobacter aceti pada pembuatan asam asetat. Contoh khamir dalam fermentasi adalah Saccharomyces cerevisiae dalam pembuatan alkohol sedang contoh kapang adalah Rhizopus sp pada pembuatan tempe, Monascus purpureus pada pembuatan angkak dan sebagainya.Fermentasi dapat dilakukan menggunakan kultur murni ataupun alami serta dengan kultur tunggal ataupun kultur campuran. Fermentasi menggunakan kultur alami umumnya dilakukan pada proses fermentasi tradisional yang memanfaatkan mikroorganisme yang ada di lingkungan. Salah satu contoh produk pangan yang dihasilkan dengan fermentasi alami adalah gatot dan growol yang dibuat dari singkong. Tape merupakan produk fermentasi tradisional yang diinokulasi dengan kultur campuran dengan jumlah dan jenis yang tidak diketahui sehingga hasilnya sering tidak stabil. Ragi tape yang bagus harus dikembangkan dari kultur murni.Kultur murni adalah mikroorganisme yang akan digunakan dalam fermentasi dengan sifat-dan karaktersitik yang diketahui dengan pasti sehingga produk yang dihasilkan memiliki stabilitas kualitas yang jelas. Dalam proses fermentasi kultur murni dapat digunakan secara tunggal ataupun secara campuran. Contoh penggunaan kultur murni tunggal adalah Lactobacillus casei pada fermentasi susu sedang contoh campuran kultur murni adalah pada fermentasi kecap, yang menggunakan Aspergillus oryzae pada saat fermentasi kapang dan saat fermentasi garam digunakan bakteri Pediococcus sp dan khamir Saccharomyces rouxii.
Industri fermentasi dalam pelaksanaan proses dipengaruhi oleh beberapa faktor:
1. mikrobia
2. bahan dasar
3. sifat-sifat proses
4. pilot-plant
5. faktor sosial ekonomi
1. Mikrobia
Mikrobia dalam industri fermentasi merupakan faktor utama, sehingga harus memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu:
1. murni
2. unggul
3. stabil
4. bukan patogen
- Murni
Dalam proses-proses tertentu harus menggunakan biakan murni (dari satu strain tertentu) yang telah diketahui sifat-sifatnya. Untuk menjaga agar biakan tetap murni dalam proses maka kondisi lingkungan harus dijaga tetap steril. Penggunaan kultur tunggal mempunyai resiko yang tinggi karena kondisi harus optimum. Untuk mengurangi kegagalan dapat digunakan biakan campuran. Keuntungan penggunaan biakan campuran adalah mengurangi resiko apabila mikrobia yang lain tidak aktif melakukan fermentasi. Dalam bidang pangan penggunaan biakan campuran dapat menghasilkan aroma yang spesifik.
Pengembangan inokulum yang terdiri campuran biakan murni belum berkembang di Indonesia. Sebagai contoh, inokulum tempe yang dibuat LIPI masih merupakan inokulum kultur tunggal sehingga produsen tempe sering mencampur inokulum murni dengan inokulum tradisional dengan maksud memperoleh hasil yang baik.
Inokulum tape (ragi tape) juga belum berkembang. Di Malaysia, telah dikembangkan campuran kultur murni untuk membuat tape rendah alkohol. Ini merupakan upaya untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang sebagian besar muslim. Isolatnya sendiri diperoleh dari ragi yang telah ada di pasaran.
Penggunaan inokulum campuran harus memperhatikan kebutuhan nutrisi mikroorganismenya. Kultur campuran yang baik adalah model suksesi sehingga antar organisme tidak bersaing namun saling mendukung untuk pembentukan produk.
- Unggul
Pada kondisi fermentasi yang diberikan, mikrobia harus mampu menghasilkan perubahan-perubahan yang dikehendaki secara cepat dan hasil yang besar. Sifat unggul yang ada harus dapat dipertahankan. Hal ini berkaitan dengan kondisi proses yang diharapkan. Proses rekayasa genetik dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat jasad dengan maksud mempertinggi produk yang diharapkan dan mengurangi produk-produk ikutan.
- Stabil
Pada kondisi yang diberikan, mikrobia harus mempunyai sifat-sifat yang tetap, tidak mengalami perubahan karena mutasi atau lingkungan.
- Bukan Patogen
Mikrobia yang digunakan adalah bukan patogen bagi manusia maupun hewan, kecuali untuk produksi bahan kimia tertentu. Jika digunakan mikrobia patogen harus dijaga, agar tidak menimbulkan akibat samping pada lingkungan.
2. Bahan Baku
Bahan dasar untuk kepentingan fermentasi dapat berasal dari hasil-hasil pertanian, perkebunan maupun limbah industri. Bahan dasar yang umum digunakan di negara berkembang adalah:
1. hasil perkebunana: molaseampas tebu, kulit kopi, kulit coklat, sabut kelapa dsb
2. Hasil pertanian: jerami, singkong, ubi jalar, susu daging, ikan dsb
3.Limbah cair dan padat, sisa pabrik, sampah dsb
untuk artikel lengkap dapat di download disini: artikel fermentasi
atau pada buku mikrobiologi industri
faktor-faktor yang mempengaruhi proses fermentasi secara detail saya ambilkan contoh fermentasi asam sitrat yang saya muat di permimalang.wordpress.com silahkan dilihat. semoga bermanfaat.
Fermentor
Fermentor yang digunakan dalam produksi etanol tergantung pada bahan baku yang digunakan. untuk penggunaan dengan bahan baku gula dapat langsung dengan fermentor anaerob. sedang jika akan digunakan dengan bahan baku dari pati atau karbohidrat lain aharus ada proses sakarifikasi sehingga minimal ada dua fermentor. Fermentor adalah tempat berlangsungnya fermentasi dapat berupa alat dengan kerja anaerob ataupun anaerob. Prinsip kerja dari fermentor akan kami muat dalam fermentor. silahkan dicari di tag fermentor.
Jurnal Pendukung:
1. Produksi Riboflavin (Vitamn B)


Fermentasi Alkohol
Tong atau peti yang baru saja dibersihkan dan disterilisasi dengan uap diletakkan pada salah satu sisinya dengan lubang tutup diatas dan terbuka. Cider yang segar ditambahkan sampai isi tong hanpir penuh kedalam sari buah ditambahkan 10 % volume dari starter yang aktif.Untuk memulai dengan 50 galon sari buah ditambahkan kurang lebih 5 galon starter. Bila isi tong ini sudah mengalami fermentasi aktif, sari buah tersebut dapat digunakan untuk menginakulasi sari buah yang lainnya. Secara berantai isi ton2 yang lain mendapatkan inokulan dari sisi tong sebelumnya yang telah difermentasi. Hal ini dapat berlangsung terus selama preparasi sari buah belum dihentikan.
Suhu ruang fermentasi diatur 70 derajat F atau diatasnya tetapi tidak boleh diatas 90 derajat. Fermentasi dinyatakan sudah selesai bila gas yang terbentuk sudah berhenti dari sari buah terasa “kering”. Setelah fermentasi alkohol selesai sari buah yang difermentasi dibiarkan mengendap agar ampas, dan endapan2 yang lain dari suspensi didalam cairan memisah.Bila endapan sudah mengendap sari buah yang difermentasikan dengan hati2 disadap dari tong dan ditambahkan ke generator cuka. Sesudah penyadapan cairan yang tertinggal dapat disaring dengan menggunakan kain saring yang agak tebal dan dapat dicampurkan dengan cider lainnya.
Oleh: Ina Martina on Oktober 30, 2007
at 7:13 am
Let’s to sent some archieve to me about microbiology
Tank’s to your all reserved
Oleh: Rassyd_Wong Pungging( Rt.01/Rw.03 ) on November 5, 2007
at 10:16 am
wah…berguna bgt nih buat bahan nulis laporan,,,thx a lot
Oleh: yanti on Desember 23, 2007
at 11:40 pm
ada yang tahu cara membuat soft drink tu gmn????
kemudian membuat sesuatu basis dari alkohol agar menjadi BBM?????
Oleh: gerri cubby on Desember 24, 2007
at 6:55 pm
bagaimana dengan nutrisi yang terkandung
Oleh: siti on Januari 3, 2008
at 8:06 am
wah, bisa nambah2 referensi niy buat tugas kul..
Oleh: gusten on Januari 15, 2008
at 7:16 am
silahkan untuk referensi asal disebut sumbernya. artikel lengkap dapat diperoleh di buku Mikrobiologi Industri tulisan saya terbitan ANDI dapt diperoleh di toko buku.
Oleh: ptp2007 on Januari 16, 2008
at 7:38 am
informasinya sangat berguna, tapi kalau bisa cara pembuatan fermentasinya agak lebih diperjelas biar dapat dipraktekkan
Oleh: irfan on Januari 24, 2008
at 5:03 am
ini memang pendahuluan untuk mengenal fermentasi. tentang cara fermentasi. ada di bab sendiri. dibuku saya Mikrobiologi Industri terbitan ANDI Jogja.
atau kalau ingin cara fermentasi sesuatu dapat diajukan ke saya nanti saya tuliskan di blog ini.
makasih atas atensinya.
Oleh: ptp2007 on Januari 25, 2008
at 3:39 am
EMmm, minta tolong jelasin cara fermentasi yang khusus anggur donkk.. Butuh bnget neeh bwt tugas biologi skul..hEhE.. ThX before..:)
Oleh: Levina on Februari 5, 2008
at 12:32 pm
bagusssssssssss
Oleh: ega on Februari 18, 2008
at 1:22 pm
sedikit lebih maju. keren. bisa jadi liteatur bikin tugas bioind ya pak.
Oleh: cristy on Maret 4, 2008
at 2:32 am
klo bikin referensi yg lengkap ya…
fisiologisnya…
pH…moist…deelel…
Oleh: d on Maret 10, 2008
at 1:36 am
makasih. untuk ree\ferensi lengkap ada di buku mikrobiologi industri. ini hanya pengantar. atau mungkin nanti kita buat artikel tersendiri syarat fermentasi. maaf kalau masih belum lengkap. Contoh yang cukup lengkap saya buat di artikel tentang fermentasi asam sitrat yang saya muat di permimalang.wordpress.com silahkan dilihat semoga bermanfaat
Oleh: ptp2007 on Maret 10, 2008
at 1:46 am
Sebelumnya saya perkenalkan diri, nama saya Andi Kurniawan mahasiswa semester akhir fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, jurusan THP.
Saya sekarang sedang melakukan penelitian tentang pembuatan alkohol dari fermentasi ubi kayu. Saya terkendala pada rancangan alat fermentornya. Mohon petunjuk dan penjelasan untuk pembuatan alat fermentor sederhana/skala Lab yang dapat digunakan agar kiranya dapat membantu penelitian yang saya lakukan. Mohon dibalas ke email saya.
Saya ucapkan terima kasih sebelum dan sesudahnya.
Oleh: andi kurniawan on April 2, 2008
at 1:34 pm
untuk pendahuluan tentang fermentor sudah saya tambahkan. tentang fermentor nanti saya tulis sendiri ya. sabar. dalam antrian penulisan.
salam.
Oleh: ptp2007 on April 3, 2008
at 1:46 am
assalamu’alaikum bisa minta tolong dijelaskan tentang fermentasi dalam pembuatan nata de coco atau yang lain…karena saya sedang butuh referensi untuk membuat nata de bekatul
Oleh: nurdin on April 4, 2008
at 2:15 am
untuk fermentasi nata lihat pada tag nata. ada artikel yang cukup lengkap. tag di blog saya ada di bagian bawah sendiri. klik kata nata. atau ke blog berikut: http://myscienceblogs.com/kids/2007/09/22/nata-de-coco/
salam
Oleh: ptp2007 on April 4, 2008
at 3:49 am
assalamu’alaikum bisa minta tolong dijelasin bagaimana kondisi saccharomyces s. yang baik pada saat proses fermentasi alkohol dari bahan baku ubi kayu? terima kasih
Oleh: very on April 5, 2008
at 1:43 pm
peeerlu bgtt cara kerja ama bahan bakunya
Oleh: joaquin on April 9, 2008
at 6:24 am
Perangkat apa yang diperlukan untuk fermentasidalam pembuatan tempe tahu dan natadecoco
Oleh: Zakik on April 14, 2008
at 2:30 am
sebelumnya saya informasikan tahu bukanlah produk fermentasi. kecuali ada pengembangan tahu fermentasi yaitu setelah tahu jadi kemudian dilakukan fermentasi angkak sehingga jadilah tahu yang berwarna menarik.
tempe yang penting ada ruang yang baik tidak butuh alat khusus, tapi saat fermentasi jamur harus dalam keadaan ruang sedikit udara dan ruang yang sempit (misal dikemas) sehingga tidak menjadikan hifa tumbuh kemana-mana dan muncul spora. untuk nata yang penting ada wadah untuk inkubasi tanpa goncangan. dapat dari wadah plastik biasa.
semoga bermanfaat.
Oleh: ptp2007 on April 14, 2008
at 2:39 am
bagooosss
Oleh: icha on April 17, 2008
at 9:44 am
sebaiknya buku bapak dikembangkan lagi menurut perkembangan zaman, dg adanya produk terbaru dengan pengolahan fermentasi.thanx,..
Oleh: tedy on April 27, 2008
at 4:57 pm
buku akan selalu diperbaiki, tapi untuk etak harus sesuai kebutuhan pasar. makasih atas sarannya. bagian mana yang harus ditambah atau hal yang baru mohon konfirmasinya agar buku sesuai kebutuhan customer. makasih banyak
salam
nur
Oleh: ptp2007 on April 28, 2008
at 2:01 am
ass…
mo nanya nyh,, bagaimana cara fermentasi madu menjadi alkohol kemudian difermentasi lagi menjadi asam asetat??? mikrobanya apa yaa? sukran..
Oleh: mzPOTTER on Mei 7, 2008
at 4:15 am
Madu harus diencerkan telebih dahulu kemudian ditambah ekstrak taoge baru difermentasi secara anaerob menggunakan Saccharomyces cerevisia. setelah fermentasi selesai dinajutkan dengan fermentasi asetat secara aerob. fermentasi dapat dilakukan secara alami atau dengan inokulasi menggunakan acetobacter aceti.
Oleh: ptp2007 on Mei 7, 2008
at 5:45 am
makasih bwt responx..
tp msh agak bingung..
iya, ditambahkan air dLu dgn perbandingan tertentu. penambahan air/pengenceran dilakukan tujuanx u/ apa? klo dari skripsi yg saya baca sblmx, penambahan air itu dilakukan krn pd madu dgn kadar air tinggi.. mikroba bisa tumbuh sendiri di dlmx.
ekstrak taoge sendiri u/ apa?
wah, saya bener-bener bingung. jd, di sini ada 2 langah fermentasi. bisa tolong dijelaskan lebih mendetail?
maaf, banyak nanya. soalnya lg ambil mata kuliah kapsel biokim..
sukran..^^
Oleh: mzPOTTER on Mei 8, 2008
at 4:34 am
Pada madu, kandungan gulanya tinggi. kadar gula yang tinggi menjadkan tekanan osmosis juga tinggi. tekanan osmosis yang tinggi mengakibatkan kerusakan dinding sel atau membran sel sehingga dapat mengakibatkan rusaknya sel. memang beberapa mikrobia dapat tumbuh pada madu bisanya organisme osmofilik dan mengakibatkan rusaknya madu atau sirup. Organisme ini banyak terdapat pada bunga. jadi penambahan air untuk mengencerkan gula. ekstrak taoge adalah sumber nitrogen dan nutrisi lain bagi mikroorganisme. dalam pertumbuhannya mikrobia selain memerlukan sumber nitrogen juga memerlukan sumber nitrogen dll. sumber nitrogen penting dlam pembentukan protein dan enzim. oleh sebab itu penambahan sumber nitrogen sangat diperlukan untuk keberhasilan proses fermentasi.
langkah fermentasi ada dua karena fermentasi alkohol terjadi secara anaerob (tanpa oksigen) sedang fermentasi asetat adalah oksidasi alkohol jadi butuh oksigen.
pada fermentasi alkohol jika ada oksigen maka khamir yang bersifat fakultatif akan melakukan respirasi bukan fermentasi dan alkohol yang dihasilkan sedkit sedanng selnya banyak karena lebih efisien. oleh sebab itu dibuat an aerob lain halnya jika untuk produksi sel misal dalam pembuatan ragi roti.
semoga ada manfaat
Oleh: ptp2007 on Mei 8, 2008
at 5:51 am
Assalamualaikum
Pak minta tolong tentang cara pembuatan dadih, yogurt asal sumatara tersebut.
Maturnuwun
dhita
Oleh: dhita on Mei 31, 2008
at 8:01 am
Assalamualaikum
Mohon informasi sumber nutrisi tambahan (anorganik) bagi pertumbuhan kapang yang aman untuk produk fermentasi yang dikonsumsi oleh manusia??
Terimakasih…
Oleh: Evi Desiana on Juni 7, 2008
at 9:59 am
aslm.mau nanya..kalau yang tepat untuk fermentasi rumput laut apa ya??terima kasih..
Oleh: kholid silahuddin on Juni 10, 2008
at 7:08 am
apa perlu rumput laut di fermentasi? untuk keperluan apa? tiak semua harus difermentasi. tapi kita lihat ada masalh apa? atau kita mau apa? ini yang penting. buat suatu percobaan yang memang dibutuhkan. maaf kalu saya belum bisa jawab dengan baik karena tidak tahu permasalahan yang dimunculkan
Oleh: ptp2007 on Juni 10, 2008
at 8:06 am
Mohon informasi sumber nitrogen anorganik yang aman dan dapat digunakan dalam fermentasi kapang (Rhizopus)..??
Apakah ammonium sulfat dan urea aman (tidak beracun) bagi manusia?. Berapa batas amannya..??
Terimakasih…
Oleh: zahra on Juni 10, 2008
at 12:14 pm
dalam proses fermentasi sumber nutris akan dimetabolisme kapang. dan hilang ketika produk diolah. tapi umumnya sumber anotganik tidak digunakan untuk produk pangan langsung misal buat tempe dari bahan yang miskin nitrogen. bahan anorganik sering digunakan untuk fermentasi yang hasilnya akan diisolasi atau digunakan pakan. misal produksi enzim dari rhizopus dsb
Oleh: ptp2007 on Juni 11, 2008
at 3:08 am
AsLmLkm..
Pak,,sy sedang myelesaikan tugas akhir,,fermentasi yoghurt dari susu sapi menggunakan bakteri saccaromyces cereviceae.
yg saya tnyKn,,apa keunggulan susu sapi drpd susu kedelai dlm mmbuat susu fermentasi,,kmd bagaimana kondisi operasi fermentasi yang optimal bagi saccaromyces tersebut.
sYuKRon,
wSLmLkm
Oleh: adjeng on Juni 14, 2008
at 2:34 pm
permisi saya mw nanya2 neh cz minggu depan sy ad presentasi!
1. fermentasi asam sitrat berlangsung secara aerob atw anaeorob, berdasarkan ap menentukannya?
2. sebutkan bahan2 yg dibutuhkan pada fermentasi asam sitrat dan bakteri ap yg digunakan kemudian produk ap yg dihasilkan?
3. tolong gambarkan skema kerja proses fermentasi asam sitrat?
terima kasih atas bantuanya….
Oleh: rere on Juni 14, 2008
at 4:14 pm
Fermentasi asam sitrat yang dilakukan oleh jamur Aspergillus niger (bukan bakteri) adalah secara aerob karena jamurnya tumbuh pada kondisi aerob melalui siklus TCA. siklus TCa apa itu? lihat di buku biokimia. Menetukan aerob atau anaerob dilihat dati butuh tidaknya oksigen.
Bahan yang dibutuhkan utamanya adalh sumber gula dan biotin juga Fe untuk membelokkan siklus kreb agar dihasilkan asam sitrat dan mencegah pembentukan cis akonitat.
gambarnya ada di artikel tentang asam sitrat coba dilihat di tag tentang sitrat atau di blog yang lain http//:permimalang.wordpress.com yang kaalu tidak salah secara lengkap saya tulis disana.
Oleh: ptp2007 on Juni 15, 2008
at 10:09 am
Mengenai fermentasi yogurt, tidak dilakukan oleh Saccharomyces cerevisia tapi oleh Latobacillus. Khamir ada juga pada susu tapi untuk fermentasi kefir.
Susu sapi memiliki keunggulan adanya kasein yang bagus sehingga memberikan tekstur yang baik untuk dibuat yogurt.
Kondisi yang optimal untuk yogurt adalah pada suhu 37 – 42 C selama 4 jam. kalau diberi saccaromyces saya khawatir jadi menggumpal karena terbentuk alkohol. silahkan di cek lagi. apa benat pakai SC.
Oleh: ptp2007 on Juni 15, 2008
at 10:13 am
Ass.tRimkSh ats jWbn nY,pK..
pTanyaan Lagi;
1. beRapa Konsentrasi yang tePat bagi LactobaciLLus buLgaRiuS tSb. untuK tumBuh optimaL dLm pRoses feRmentasi?(staRter daLam gRam ataU sdH di biaKkan dLm mEdia sUsU?)
2. waKtu optimaL yg dButuHkn?
syuKRon..
Oleh: adjeng on Juni 18, 2008
at 7:36 am
tidak ada aturan yang baku umumnya 3 – 5%, strater yang digunakan adalah yang sudah ditumbuhkan dalam susu jadi sudah diaktifkan.
Waktu yang optimal biasanya 3 – 5jam atau kalau disuhu kamar dapat semalam.
Oleh: ptp2007 on Juni 19, 2008
at 1:29 am
assalamualaikum
pa saya ingin tahu tentang pembuatan tepung ubi jalar yang dimodifikasi dengan fermentasi menggunakan ragi tape, berapa lama waktu inkubasi yang dibutuhkan agar dihasilkan tepung yang baik dan bagaimana pengaruh kandungan karbohidrat ubi jalar setelah difermentasi apakah sama dengan tepung ubi jalar tanpa fermentasi dan bagaimana proses pembuatannya
terima kasih sebelumnya pa’
Oleh: dhanang priyo anggono on Juli 1, 2008
at 11:35 am
silahkan lihat di artikel tepung ubijalar terfermentasi yang dapat anda download dari publikasiku
Oleh: ptp2007 on Juli 3, 2008
at 1:57 am
Pak, gula pada singkong atau umbi merupakan gula kompleks kan. Mungkin ga sih kita membuat cuka dari ubi? Klo mungkin, berarti harus ada proses supaya gula tersebut menjadi gula sederhana. Dan salah satu cara (mungkin) adalah dengan menambahkan alfa-amilase. Klo memang bisa menggunakan alfa-amilase, kira2 berapa konsentrasi alfa-amilase yang harus ditambahkan? Apakah perlu dilakukan inkubasi must+alfa-amilase terlebih dahulu sebelum ke dalam must ditambahkan S.cerevisiae? tengkyu,pak
Oleh: Margareth Pratiwi on Juli 4, 2008
at 7:40 am
salam
jika berpikir secara biokimia ya memang harus ditambahkan alfa amilae, tapi kalau berpikir secara mikrobiologis maka kita gunakan mikrobia yang memiliki enzim amilase. sebagai contoh pada ragi tape. disini terdapat banyak mikrobia. pada awal kapang dan khamir terutama Allomyces rouxii akan mengubah pati menjadi gula sehingga pada hari pertama tape terasa manis selain itu candida juga berperan. adanya gula akan menjadikan khamir yang tidk dapat menggunakan pati dapat tumbuh dan menghasilkan alkohol dari gula. alkohol akan dioksidasi menjadi cuka oleh bakteri asam cuka maka tape beras masam, proses inilah yang harus diadopsi sehingga kita dapat menghasilkan asam dari ubi.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Juli 7, 2008
at 2:08 am
assalamu’alaikum wr.wb
Pak, saya mau tanya tentang proses pembuatan yogurt dari sari kacang hijau.
trima kasi atas balasan@…………..
Oleh: deri on Juli 15, 2008
at 6:04 am
assalamualaikum..
pak,saya mau tanya tentang proses pembuatan vitamin B12 skala industri.tolong y pak.
terimakasih atas balasannya………
Oleh: iing on Juli 16, 2008
at 6:45 am
untuk industri saya belum punya hanya nama industri yang memproduksi dapat dilihat di materi kuliah agroindustri produk fermentasi. silahkan klik di materi kuliah. untuk jurnal berikut saya lampirkan
http://www.ziddu.com/download/1670629/riboflavinproduction04.pdf.html
Oleh: ptp2007 on Juli 17, 2008
at 6:07 am
Pa, untuk fermentasi yoghurt, starter yang akan di tumbuhkan pada susu segar, bRp perbandingan starter dengan susu segar?
(misal lactobacillus bulgaricus yang tersedia dalam bentuk padat, berapa gram starter yang ditumbuhkan pada 100 mL susu segar:)
tRimKsh ats jwBn ny…
Oleh: ruli on Juli 22, 2008
at 12:20 am
umunya 3 – 5 %
Oleh: ptp2007 on Juli 22, 2008
at 1:17 am
pak apakah penambahan acetobacter xylinum dan urea berpengaruh pada lemak protein dan kadar selulosa. mohon bantuanya thank
Oleh: sugeng on Juli 25, 2008
at 2:40 pm
urea akandigunakan sebagai sumber nitrogen untuk metabolismenya. kadar selulosa akan banyak jika sumber gula cukupp dan metabolisme berlangsung baik dengan cara dipenuhi kebutuhan organismenya
Oleh: ptp2007 on Juli 29, 2008
at 4:34 am
selamat pagi pak..
sy wisnu d bali island.
sy ingin bertanya pak.. langsung aja yah.
sy kan melakukan penelitian membuat Brem Bali..
Tape yang sy gunakan itu sy encerkan lagi dg tujuan kadar gula bahan turun dan fermentasi dapat berjalan secara optimal..
nah pengenceran disini sy gunakan air steril..
yang sy ingin tanyakan dalam hal ini sy gunakan pengenceran dengan perbandingan 1:1, 1:2, 1:3,
contohnya 100% tape+0%air, 75%tape+25%air, 50%tape+50%air dan 25%tape+75%air..
kenapa digunakan Range perbandingan demikian yang ingin sy tanyakan??
dan apa dampak atau perlukah teori yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dalam hal pengenceran tersebut.
Terima kasih pak.
Pagi
Oleh: wisnu on Agustus 11, 2008
at 2:35 am
apat saja dilakukan pengenceran,hanya harus dipertimbangakan dalam melakukan pengenceran apakan nilai nutrisi selian gula juga masih cukup? apakah efektif melakukan pengenceran jika konsentrasi yang ada belum menghambat pertumbuhan khamir?
berbagai perlakuan perbandingan adalh untuk melihat atau melakukan optimasisamapi pengenceran berapa agar dapat dilakukan pengenceran dengan hasil yang paling baik.
hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan regresi sehingga diketahui modelnya untuk mencari konsentrasi optimalnya.
Oleh: ptp2007 on Agustus 12, 2008
at 3:48 am
halo pak.artikel atau blog yang bapak buat ini membantu sekali.
saya anak sma lagi buat karya tulis tentang fermentasi untuk menghasilkan minyak kelapa. kalo gk keberatan, boleh saya dibantu. Saya mau tanya, sebenarnya fermentasi yang baik tuh yang kayak apa y? apakah pada saat proses harus wadah harus ditutup? suhu bagaimana yang baik? reaksi kimia apa yang terjadi di dalam fermentsi tersebut sampai bisa mnghasilkan minyak kelapa? saya pake ragi roti. Kadar berapa yang cukup? saya bisa tau itu darimana y? apa bapak ada referensi buku yang mudah dicari? terimakasih banyak.
Oleh: tya on Agustus 14, 2008
at 8:27 pm
minyak kelapa ada pada santan. santan merupakan bentuk emulsi antara air dengan minyak sehingga minyak menjadi larut dalam air. untuk memcah ikatan minyak dan air ini maka perlu dilakukan perusakan terhadap emuslifiernya. emulsifier yang ada berupa protein. protein ini dalam proses pembuatan minyak kelapa klentik dipaaskan dan rusak menjadi blondo sehingga minyak lepas dan air menguap selama pemanasan. Oleh sebab itu dalam proses fermentasi harus diupayakan adanya mikrobia penghasil protease agar protein rusak dan minyak terpisahkan. sehingga terbentuk tiga fraksi yaitu air, minyak dan protein. semakin banyak protease yang dihasilkan semakin cepat minayk diperoleh. Ragi roti dapat digunakan dengan prinsip di atas namun karena komposisi mikrobianya lebih baik pada ragi tape maka ragi tape memberikan hasil yang lebih baik. ragi tempe juga dapat digunakan karena juga memiliki jamur penghasil protease. Cara enzimatis misalna menggunakan getah pepaya juga dapat dilakukan. intinya hancurkan protein sebagai emulsifier agar minyak terlepaskan. pengasam. juga dapat dilakukan. prinip-prisnsip ini sebenarnya sama dengan yang dlakukan pada VCO
Oleh: ptp2007 on Agustus 15, 2008
at 3:22 am
Assalamu’alaikum wr wb,,,
pak sya mahasiswa peternakan baru semster awal,,, kalau boleh saya tahu kira-kira bedanya fermentasi dengan silase apa pak?
apabila limbah teh rumah tangga di fermentasi kira-kira bakteri yang cocok apa pak? trus mengenai kandungan tanin yang tinggi pada teh,apakah ada suatu zat atau enzim yang dapat mengurangi kandungan tanin tersebut?
dan pertanyaan terakhir saya hasil fermentasi limbah teh tsb apabila diberikan pada ternak unggas apakah layak digunakan sebagai pakan?
trimakasih sebelumnya,,
maaf kalau pertanyaaanya terlalu bayak
Wa’alaikumussalam wr wb
Oleh: ary on Agustus 16, 2008
at 2:15 pm
kalo kamu pengen tahu soal bio feul and alternatif energi coba sesekali lihat di
http://www.reader-extract.tk
kali aja ada yang cocok
Oleh: Adhie Nugraha on Agustus 18, 2008
at 2:56 pm
pak boleh kan dijelaskan tentang alat fermentasi gula?
Oleh: Chandra on Agustus 23, 2008
at 6:45 am
alat fermentasi gula yang bagaimana ya?
untuk membentuk gula atau memfermentasi gula?
Oleh: ptp2007 on Agustus 23, 2008
at 11:40 pm
ass..
saya ,ahasiswa universitas lampung jurusan thp
pak saya sedang menyelesaikan tugas akhir..tentang
penyimpanan minuman fermentasi pada suhu dingin…pada refrigerator
yang ingin saya tanyakan BAL Lactobacillus casei..bagaimana daya tahnnya terhadap suhu dingin? kemudian apa pengaruhnya suhu refrigerator (2-10C) terhadap pH,total asam dan kadar serat pangan?? selain itu apakah fermentasi benar benar terhenti dengan suhu dingin dan bagaimana mekanismenya???
trimaksih banyak
wass..
Oleh: tri guntoro on Agustus 27, 2008
at 7:19 am
tlg ada yg tau cara pembuatan bhn2 kondimen sprti masako/royko, saus tiram, kecap inggris, dan bumbu nasi goreng ga?
trimakasih bnyk
Oleh: nia on Agustus 28, 2008
at 6:47 am
ass. saya mahsiswa universitas lampung jurusan TIP…
pak yang saya ingin tanyakan
1. berapakah nilai pH minimum dari minuman fermentasi probiotic, sinbiotic, yang berbahan baku susu skim?
2. apa pengaruh suhu refrigerator terhadap proses fermentasi dan bagaimana mekanismenya?
3. perubahan kadar serat terhadap suhu refrigerator?
4. bagaimana pengaruh aktivitas bakternya selama penyimpanan dingin 12 hari???
penelitian saya ini tentang penyimpanan minuman fermentasi selama penyimpanan suhu dingin selama 12 hari..
terimakasih banyak pak wass..
Oleh: tri guntoro on Agustus 29, 2008
at 9:16 am
Buat Tri Guntoro,
1. BAL dapat bertahan pada suhu dingin dengan tidak tumbuh namun dalam waktu yang terbatas saekitar dua bulan setelah itu jumlah yang hidup makin turun.
2. pH yang optimal adalah sekitar 4-5, Pada kondisi fingin fermentasi terhambat.
3. selama penyimpanan suhu dingin tidak banyak perubahan komponen karena terhambatnya proses fermentasi apalgi serat. adakah serat pada produk susu?
4. Aktivitas bakteri pada kondisi dingin terjadi sangat lambat sehingga dipakai untuk penyimpanan namun tidak sampai mematikan bakterinya.
Oleh: ptp2007 on September 1, 2008
at 2:51 am
trimaksih pak…
saya ingin bertanya lagi..
penelitian yang sedanga saya lakukan ini menghasilkan ph 3.1 – 3.3 setelah 3x ulangan..apakah pH tersebut terjadi karena l casei?? dan pda keadaan tersebut L casei dapat tumbuh tidak?? atau karena hal lain??
saya bingung karena pada penelitian sebelumnya menghasilkn pH 3.9..
kadar serat yang saya maksud adalah substrat untuk l casei yang diperoleh dari ekstrak cincau..tolong dibantu ya pak..trimakasih..
Oleh: triguntoro on September 7, 2008
at 4:40 am
L casei akan menurunkan pH karena terbentuk asam laktat. makin lama proses maka pH makin rendah. semakin rendah pH akan semakin menghambat metabolisme L casei. meski masih dapat tumbuh.
L casei tidak memetabolisme serat kasar namun dapat memetabolisme prebiotik atau oligosakarida.
Oleh: ptp2007 on September 8, 2008
at 2:03 am
ass…
saya mahasiswi thp, sedang melakukan penelitian tentang bunga rosella, ada nggak ya pak artikel/penjelasan tentang fermentasi dengan BAL tempoyak pada bunga rosella?
trims
wasalam..
Oleh: WIGATI on September 16, 2008
at 7:19 am
rosela umumnya tidak difermentasi jadi saya belum ada pustaka terkait dengan BAL dapat tanya ke bu Elok. warna dari rosela mudah pudar sehingga tidk cocok difermentasi, kecuali and lakukan dengan buanganya langsung agar mudh dikestrak sehingga warna lebih mudah diperoleh tanpa pemanasan
Oleh: ptp2007 on September 17, 2008
at 1:40 am
Pak, sy sdg melakukan ujicoba pembuatan bioetanol dgn 3kg gula pasir. Mohon bantu info bgm proses fermentasinya, bgm langkah2nya.
Berapa liter air, berapa gr ragi (saya pakai fermipan), perlukah /berapa gr Urea / NPK, dan berapa lama waktunya ??
Mhn jawaban dikrm juga ke email sy: vontius@yahoo.com
Sy ucapka banyak terimakasih.
Vontius.
Oleh: Vontius on September 18, 2008
at 4:58 am
terimakasih pak….
sebenarnya penelitian saya tentang pembuatan sari buah rosella, dimana rosella tersebut ditambah dengan BAL hasil fermentasi dari durian, karna saya masih kurang paham maka saya sangat membutuhkan segala artikel tentang pengolahan rosella.
tolong bantuannya ya pak…
terimakasih…
maaf, bisa minta alamat email bu elok?
Oleh: wigati on September 19, 2008
at 3:04 am
iniada artikel jurnal mungkin dapat membantu tapi saya tidak tahu sesuai apa tidak. jika tidak tolong sya diberi nama latinnya sehingga dapat membantu.
saya tidak punya email bu elok.
http://www.ziddu.com/download/2205824/roselle.pdf.html
Oleh: ptp2007 on September 19, 2008
at 3:58 am
bagaimana ampas tebu di fermentasi
apakah dibiarkan busuk akan berfermentasi dengan sendirinya atau ada cara lain untuk difermentasi
Terimakasih
Oleh: yuliastoto on Oktober 5, 2008
at 4:42 pm
tergantung untuk fermentasi apa? kalau kompos ya dibusukkan tapi kalau untuk kepentingan lain ya harus digunakan organisme yang sesuai misal untuk ethanol maka harus dihidrolisis terlebih dahulu dsb
Oleh: ptp2007 on Oktober 9, 2008
at 6:20 am
asw. bapak
saya mau tanya, sebenarnya sih ne tentang fermentor.
begini pak, saya baru sajakan mendapatkan pelajaran tentang fermentor dan dosen saya menjelaskan adanya inlet yang gunanya untuk memasukkan medium dan inokulum.
ehm..yang ingin saya tanyakan bagaimana memasukkan medium dan inokulum itu kedalam fermentor supaya tidak terkontaminasi?
saya harap bapak dapat memberikan jawaban yang mudah saya pahami.
Terima kasih
Oleh: Rina T.R. on Oktober 21, 2008
at 7:10 pm
Assalamualaikum wr. Wb.
Pakn saya tolong tanya saya sedang mengerjakan
skripsi tentang fermentasi jerami padi untuk
pakan ruminant dengan menggunakan enam jenis
Mikroba dan saya melihat perubahan di serat kasar dan
Protein kasarnya. Sekarang saya kurang penelitian lain
Untuk perbandingan,pak. Mungkin bapak ada data atau
Referensi yang bisa saya gunakan,mohon petunjuknya,pak
Waalaikumsalam wr. Wb. Terimakasih banyak,pakm
Oleh: nadira on Oktober 28, 2008
at 12:09 pm
silahkan dibuka pada folder jerami pada, mungkin ada yang anda cari
Oleh: nur hidayat on Oktober 29, 2008
at 6:23 am
assalamualaikum wr. wb.
maaf saya baru bisa merespon sekarang,pak. terima kasih banyak atas referensi yang bapak berikan. tapi saya belum membaca lebih detail,pak karena saya baru bisa download hari ini. saya nadira kuliah di fakultas kedokteran hewan universitas airlangga. saya sedang membuat skripsi berjudul “Kandungan Serat Kasar Dan Protein Kasar Pada Jerami Padi Yang Difermentasi Dengan Probiotik Alami” kemungkinan besar data yang saya dapat dari bapak akan saya masukkan di skripsi saya. Apa tidak apa-apa,pak? bakteri yang saya gunakan bakteri proteolitik:genus Bacillus&Streptomyces, bakteri selulolitik: genus Cellulomonas&Actinomyces, bakteri amilolitik: genus Bacillus&Amilomyces. pak, apa bakteri yang saya gunakan termasuk mikroba EM-6(effective mikroba-6)? apa beda EM-6 dengan EM-4? mohon petunjuknya&terimakasih banyak,pak
waalaikumsalam wr.wb.
Oleh: nadira on November 1, 2008
at 4:04 am
silahkan digunakan. beda EM-4 dan EM-6 adalah jumlah mikrobia efektifnya yaitu 4 spesies dan 6 spesies. eM-6 waktu itu saya gunakan karena permintaan pemkot surabaya. dan salah satu bakterinya yaitu Bacillus saya peroleh dari KH Unair itu di lab dari pak siapa ya? yang jual yogurt dirumahnya.
Oleh: ptp2007 on November 3, 2008
at 3:58 am
assalamualaikum wr. wb.
berarti untuk penelitian saya bakteri yg saya gunakan bisa dibilang termasuk EM-6 ya,pak? atau ada genus tertentu untuk termasuk EM-6,pak? wah, setahu saya yang punya bakteri bacillus di lab bakteriologi&mikologi,pak. kalo dosennya yang jual yogurt di rumah,saya kurang tau pak. tapi, sepertinya dosen KH memang byk yg jual yogurt. kalo yg saya tau di kampus yg jual yogurt di lab kesehatan masyarakat veteriner,pak. terimakasih banyak atas petunjuk yang sudah bapak berikan
waalaikumsalam wr. wb.
Oleh: nadira on November 5, 2008
at 7:06 am
o iya, pak saya tolong tanya apa bapak punya referensi buku atau artikel tentang ciri-ciri bakteri genus Cellulomonas&Amilomyces?
terimakasih,pak.
Oleh: nadira on November 5, 2008
at 7:14 am
Assalamu’alaikum wr.wb.
Artikelnya sangat menarik dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan. Saya ingin bertanya bagaimana caranya menumbuhkan kapang/khamir pada sample yang berasam tinggi (pH cukup rendah, < 3 ).Sudah saya coba tapi sulit untuk tumbuh, meskipun sample sudah terfermentasi oleh kapang/khamir. Apakah perlu ditambah reagen tertentu untuk menumbuhkannya ?
Terimakasih banyak atas pejelasannya.
Oleh: AZIS on November 17, 2008
at 7:06 am
untuk khamir pada pH <3 anda ingin menumbuhkan, isolasi atau menghitung? jika menumbuhkan suatu khamir maka harus diketahui pH optimum kahmir tersebut (umumnya diatas 4,5) dan tidak tumbuh dibawah tiga meski ada yang dpat tumbuh.
jika isolasi maka bahan yang sudah ditumbuhi kahmir tesebut ditumbuhkan pada medium MEA pH 3 atau kurang. jika mengitung khamir pada bahan asam maka caranya sama dengan isolasi.
Oleh: ptp2007 on November 18, 2008
at 3:08 am
pak ada buku tentang penyimpanan pada suhu dingin????
atau tentang pengaruh suhu dingin terhadap produk///
Oleh: triguntoro on November 18, 2008
at 1:18 pm
untuk pembuatan alkohol yang berbahan dasar dari serat kasar seperti ampas tebu baiknya dengan konsentrasi Ragi Tape berapa, truz paling baik lagi untuk degradasi paling cepet dengan bahan apa selain dengan Ragi tape???? mAkA ciH
Oleh: daNy on November 19, 2008
at 5:12 am
oya gw mau tanya 1 lagi buku untuk mempelajari pembuatan alkohol dari bahan yang berserat tingga apa ya??? MakA cihh Bunayak
Oleh: daNy on November 19, 2008
at 5:14 am
Ass,,,
Terimakasih atas artikel2nya yang sangat bermanfaat,,Maaf pak, ada yang ingin saya tanyakan tentang kondisi operasi(misal pH, suhu dll) pada fermentasi VCO dengan mikroba yang dipakai adalah S.cerevisiae dan R.oligosporus
Terimakasih Pak,,
Wass…
Oleh: fery on November 20, 2008
at 10:16 am
asswrb,..
saya ingin menanyakan tentang cara pembuatan nata de rice dari limbah air cucian beras IR 64., kandungan gizi dari air cucian beras tersebut serta kandungan gizi dari nata de rice. selain menggunakan bakteri acetobacter xylinum apakah ada bakteri lain dalam proses tersebut..???
terimakasih atas pertolongannya..
wasslm
Oleh: andika on November 21, 2008
at 10:48 am
caranya silahkan lihat padatulisan tentang nata hampir sama untuk setiap bahan. namun saya belum tahu kandungan gizi limbah cucian. jika punya saya diberi informasiya untuk saya muatkan biar jadi informasi juga bagi yang lain. mestinya cukup satu bakteri saja kalau ada yang lain biasanya sebagai kontaminan
Oleh: ptp2007 on November 25, 2008
at 1:51 am
Saya mau tanya tentang fermentasi yg terjadi di air nira sehingga menjadi tuak. Kira-kira yg menyebabkan fermentasinya apa? Jika yg menjadi penyebab fermentasi adalah jasad hidup, kok ketika air nira disterilkan (disaring dengan filter 0,005 mikron & di ozonisasi) masih bisa terjadi fermentasi. Terima kasih
Oleh: ali on Desember 11, 2008
at 8:52 am
pada nira karena terdapat gula dan disimpan tertutup maka khamir atau bakteri yang mengubah gula jadi alkohol akan tumbuh. mirkobia ini ada secara alami.
tergantung ukuran saringannya. untuk menguji apakah saringan bakteri itu baik atau tidak bisanya digunakan bakteri uji sehingga dapat diketahui kelaikan alat saring. ozonisasi tergantung konsentrasinya. tidak serta meta ozoniasasi pasti bebas mikrobia
Oleh: ptp2007 on Desember 13, 2008
at 7:47 am
Terimaksaih pak atas responnya. Saya bekerjasama dengan sebuah lsm dan yayasan islam ingin aplikasikan teknologi ini ke masyarakat dalam pengolahan nira agar tidak menjadi “minuman keras”.
Saringan yg saya gunakan adalah hollow fiber, dengan ukuran pori 0,005 mikron sdh dpt menyingkirkan bakteri bahkan virus. Dosis ozon yg saya gunakan 400 mg/jam selama 5 menit (telah di uji terhadap bakteri di air, semua bakteri mati). Sterilisasi dilakukan di dalam botol dan disisakan sisa ozon di dalam botol kemudian ditutup. Jadi prosesnya di saring dgn filter 0,005 mikron terus di ozonisasi, bahkan ketika dengan ultraviolet UVC jg masih bisa terjadi fermentasi.
Menurut bapak, kira-kira utk menghambat fermentasi yang terbaik dengan cara apa? Adakah chemical penghambat fermentasi? Mohon saran, terimakasih.
Oleh: ali on Desember 13, 2008
at 10:38 am
Pak mohon informasi terkait perubahan kadar air, kadar abu, viskositas, kadar protein pada produk2 fermentasi???. Apakah semuanya berpengaruh pada peningkatan atau penurunan semua komponen tersebut. Terimakasih..
Oleh: Evi Desiana on Desember 15, 2008
at 10:08 am
Apa mungkin bakteri dalam unggas(probiotik)mencerna bahan karna waktu pencernaan unggas khan cuma 4 jam.
Oleh: Win on Desember 15, 2008
at 3:30 pm
sangat dimungkinkan, karena waktu generasi bakteri umumnya kurang dari satu jam, artinya jika ada 1 bakteri dalam 1 jam menjadi dua dalam 2 jam menjadi 4 dst. untuk mmenggendakan diri dia melakukan metabolisme,jadi dia akan mencena nutrisi yang ada.
Oleh: namce8081 on Desember 18, 2008
at 10:11 pm
jika bakteri tidak lolos dan wadah memang telah steril, dan diuji pada nira telah benar-benar tidak ada mikrobianya (sudah diuji hasil penyaringan?) maka kemungkinan adalah adanya enzim. umumnya enzim memilii nilai Ld yang lebih tinggi dari mikrobia terhadap sinar UV (saya tidak tahu terhadap ozon), maka dapat dilakukan pemanasan.
Oleh: nurhidayat on Desember 19, 2008
at 2:50 pm
Assalamualaikum…
saya mahasiswa THP, ada sedang meneliti tuk tugas akhir dengan judul ANALISIS KANDUNGAN ALKOHOL DALAM PRODUK TAPE UBI KAYU (studi kasus home industri).
dengan ini saya ingin mohon bantuan berupa :
1. apa saja judul buku referensi yang bisa dijadikan bahan bacaan baik mengenai ubi kayu, tape ubi kayu, proses fermentasi, metodelogi pengukuran menyangkut alat dan bahan, tentang alkohol pada tape
2. apakah saya bisa mendapatkan salah satu contoh journal atau skripsi atau e-book referensi yang menyangkut dengan hal tersebut diatas.
terima kasih atas perhatiannya, saya mengalami kesulitan dalam mencari referensi teurtama di perpustakaan kami yg belum lengkap setelah musibah gempa & tsunami (masih pembenahan & melengkapi).
wassalam..sukses selalu
Oleh: didi on Januari 8, 2009
at 11:01 am
saya sedang memfermentasi etanol dengan bakteri. Sumber nitrogennya berupa urea, amonium sulfat, ekstrak kecambah dan ekstrak koro. Kenapa semua perlakuan pH nya menurun. Apa penyebab penurunan pH tersebut. Kalau pada urea katanya karena ada ion hidronium. Pada amonium karena adanya pelepasan ion amonium yang asam. Lha kalau padaekstrak kecambah dan koro gimana? etanol itu asam lemah atau basa lemah? apa etanol dapat turut menymbang penurunan pH? dimana saya bisa dapat referensinya ya? makasih atas jawabannya
Oleh: akhmad mustofa on Januari 10, 2009
at 5:00 pm
bakterinya apa? Zymomonas mobilis? atau yang lain atau khamir? Saccharomyces cerevisiae?. etanol (R-OH) maka sebenarnya bukan asam karena asammemilik gugus (COOH) kalau tunggal jadi H. etanol hampir tidak merubah pH. perubahan pH selama fermentasi umum terjadi karena juga dihasilkan hasil metabolit lainnya. jadi sangat tergantung bahan baku.
Penambahan sumberkarbon memang dapat merubah pH atau memang digunakan untuk merubah pH awal agar sesuai dengan pH fermentasi. misal amonium sulfat maka sulfat inibersifat asam dan menurunkan pH sedang urea tidak. sedang ekstrak kecambah mengandung berbagai bahan tergantung cara ekstraknya,ini nutrien yang baik.
Oleh: ptp2007 on Januari 10, 2009
at 11:36 pm
buku yang baik untuk fermentasi alkohol adalah tulisan K.H Steiinkraus. misal Industrialization of indegenous fermented food. ada cukup lengkap disitu.
jika mengenai jurnal silahkan buka di http://aem.asm.org lalu pada search tuliskan di abstract tentang kata kunci artikel yang dicara misal cassava ato tape dsb. semoga dapat membantu
Oleh: ptp2007 on Januari 11, 2009
at 4:36 am
terima kasih banyak pak
sukses
Oleh: didi on Januari 11, 2009
at 1:17 pm
informasinya sangat berguna
saya mu minta tolong & tanya
kira-kira sumber Nitrogen yang baik digunakan untuk fermentasi kitin dengan Aspergillus rugulosus apa saja y???
terima kasih sebelumnya
Oleh: ipit on Februari 3, 2009
at 8:00 am
assalamualaikum wr.wb
pak nur saya mau tanya. saya sedang belajar membuat kecap. tapi kenapa aroma khas kecapnya sulit keluar, padahal umur fermentasi kedelai sdh satu bulan lebih. selain itu saya juga sudah menambahkan bumbu rempah-rempah. bagaimana cara memunculkan aroma khas kecap tersebut?
terimakasih
Oleh: nings on Februari 12, 2009
at 10:01 am
fermentasi satu bulan apalai dengan kultur alami (tanpa inokulasi) maka aroma belum muncul butuh waktu minimal 6 bulan fermentasi. Penggunaan rempah sebagai bumbu membutuhkan ketrampilan dan pengalaman. karena bumbu yang digunakan sangat banyak ragamnya. kualitas salah satu bumbu akan mempengaruhi citarasa. samahalnya dengan memasak butuh ketrampilan membuat, mana yang kuang dan mana yang lebih. cobalah mulai mencampur dulu bumbu dngan air dan karamel tanpa bahan kecap, sampai diperoleh rasa yang baik, baru airnya diganti larutan kecap. selamat mencoba
Oleh: ptp2007 on Februari 12, 2009
at 10:29 pm
apakah angkak aman di gunakan sebagai pewarna makanan?
bagaimana dengan citrinin yang dihasilkan dalam proses fermentasinya? mohon penjelasannya.
terima kasih
Oleh: putri resnasari on Februari 25, 2009
at 10:00 am
#
permisi saya nanya2 .nama saya gamal.
1. fermentasi utk tumbuhan indogofera tinctoria secara aerob atw anaeorob, berdasarkan ap menentukannya?
2. sebutkan bahan2 yg dibutuhkan pada fermentasi tumbuhan indogofera tinctoria dan bakteri ap yg digunakan
3. tolong gambarkan skema kerja proses fermentasi tumbuhan indogofera tinctoria?
terima kasih atas bantuanya….
Oleh: biya on Maret 12, 2009
at 1:51 am
jurnal tentang indigo cukup banyak tapi yang fermentasi saay belum punya informasi. jai mohon maaf.
Oleh: ptp2007 on Maret 14, 2009
at 10:42 am
Assalamu alaikum,
Pak mau tanya, saya akan ada praktikum industrial fermentation menggunakan bakteri penghasil alfa amilase (B. subtilis), mungkin pertanyaannya sederhana, tapi saya butuh bantuan bapak:
1. Bagaimana cara “mengambil” alfa amilase yang dihasilkan oleh bakteri pada proses fermentasi? dan kapan sebaiknya “memanen” enzim tersebut?
2. Apa tujuan dilakukan percobaan Reducing Sugar dengan DNS dan penentuan protein seluler terlarut?
Terima kasih
Oleh: alika on Maret 22, 2009
at 11:32 am
cara mengmbil amilase dengan pengendapan menggunakan amonium sulfat jenuh lalu dimurnikan dengan cara-cara lain jika ingin lebihmurni.
pertanyaan no 2 saya ga tahu jaabannya setahu saya gula reduksi untuk mengukur aktivitas amilase. penentuan protein untuk menentukan aktivitas unit enzim
Oleh: ptp2007 on Maret 23, 2009
at 3:18 pm
terima kasih jawabnnya pak…btw, adakah litertur yang dapat membantu sya untuk mengetahui detail prosedur pada proses pengendapan menggunakan amonium sulfat jenuh untuk “memanen” amilase?
Oleh: alika on Maret 23, 2009
at 7:55 pm
akan saya coba muatkan atao carikan ya. tapi tidak sekarang. lagi banyak tugas
Oleh: nurhidayat on Maret 23, 2009
at 11:22 pm
pak tolong y dikirimkan cara kerjanya buat cuka apel dari ragi tape soalnya ini skripsi.sebenarnya saya tahu buat cuka tape tapi menggunakan permifan tapi saya dikasi tantngan untuk buatnya dengan ragi tape.tolong y pak?
Oleh: sumra on Maret 28, 2009
at 6:18 am
Asslkm. Pak mengapa pada proses pengukuran suhu selama fermentasi terasi harus dilakukan pada pukul 10 siang dan 10 malam setiap hari selama proses fermentasi berlangsung?
Oleh: Rianawati on April 17, 2009
at 9:33 am
apa harus begitu? setahu saya suhu luar ada suhu maksimum dan minimun untuk jam 1 siang dan 4 pagi. ga tahu kalau mungkin dg sushu optimum mikronya. lebih baik anda ukur dengan termometer max-min sehingga dapat diketahui rerata suhunya.
Oleh: ptp2007 on April 17, 2009
at 2:00 pm
Terima kasih pak atas jawabannya.
Pak, apasih tujuan dilakukannya pengukuran suhu selama proses fermentasi?
Apakah ada pengaruh atau perubahan pada saat produk yang difermentasikan pada kondisi suhu maximum dan minimum?
Oleh: rianawati on April 20, 2009
at 8:22 am
pengaruhnya bukan pada suhu maksimu atau minimun tapi dengan mengathui kisaran suhu maka kita dapat mencermati jika terjadi kegagalan proses, karena suhu berperan penting terhadap berlangsungnya proses fermentasi
Oleh: nurhidayat on April 20, 2009
at 2:03 pm
pernah tau bumbu masakan jepang yang namanya miso??
mohon penjelasan mengenai fermentasi miso.
bahan dasarnya adalah kacang kedelai.thx
Oleh: grace on April 25, 2009
at 3:23 am
miso mirip tauci, akan saya usahakan artikelnya
Oleh: ptp2007 on April 25, 2009
at 10:58 pm
Assalamualaikum
Saya sedang mencari teknologi pengolahan seaweed untuk pupuk pertanian. Saat ini China dan India mengembangkan besar-besaran. Kalau tidak salah dengan tehnik fermentasi. Sebagai pupuk, seaweed (dari jenis Ascophyllum nodosum) sangat kaya unsur hara dan phytohormone, serta mampu memperbaiki tanah.
Dapatkan bapak memberikan informasi tehnik/ fermantasi yang digunakan?
Syukron,
Wassalam, Tjiptadi
Oleh: Tjiptadi on Mei 10, 2009
at 3:06 pm
ASSLKM!saya erin mahasiswi unib jurusan teknologi pertanian! yang saya mau tanyakan, berapa bakteri yang ada di dalam tempoyak, apa aja bakteri yang ada di tempoyak, dan apa ada bakteri yang merugikan didalam tempoyak bagi tubuh?
Oleh: erin on Mei 21, 2009
at 7:15 am
mohon maaf sebelumnya saya belum pernah penelitian ini, keberadaan bakteri di tempoyak mungnkin ada yang merugikan seperti halnya produk fermentasi lainnya apalagi jika inokulum yang dipakai alami.
Oleh: ptp2007 on Mei 24, 2009
at 3:17 am
saya juga baru praktikum tentang mikroba pada tempoyak, saya jadi bingung pak….kami disuruh menghitung jumlah koloni pada tiap preparat yang kami coba, menurut saya praktikum kami itu terlampau sederhana dan saya kurang mengerti!
kalau standar baku mikroorganisme yang bisa ditoleransi pada produk keripik apa pak? makasi pak
Oleh: erin zurna on Mei 25, 2009
at 9:04 am
sederhana ato tidak kan tergantung mata kuliahnya. mestinya jumlah dan macam berdasar waktu fermentasi sehingga dapat diketahui mana yang berperan dan mana yang hilang kenapa begitu? itu yang harus dibahas. stndar rasanya tidak ada ya tentunya kalo kripik ya diuasahakn tidak ada karena bukan produk fermentasi. kalo produk fermentasi biasany dikatakan minimal. itu yang saya tahu.
Oleh: ptp2007 on Mei 25, 2009
at 10:24 am
itu mata kuliah mikrobiologi industri pak! kemarin saya dah cari buku mikrobiologi industri yang bapak buat kebetulan kosong, dan buku yang lain gak ada juga! makasi pak atas sarannya….
Oleh: ERIN ZURNA on Mei 25, 2009
at 1:01 pm
praktikum mikrobioloi industri bisanya setelah dihitung digunakan untuk membahas apa yang akan dilakukan dengan data itu sehingga dihasilkan tempoyak yang baik. dapatkan dibuat inokulumnya dengan cara isolasi organisme yang ada (tapi mungkin dapat untuk skripsi) sehingga dapat dibuat tempoyak dengan mudah dan terstandarisasi
Oleh: nurhidayat on Mei 25, 2009
at 4:29 pm
wah…artikel nya boleh saya copy u/ tugas akhir semester.. perkenalkan saya anggraini siswa Sekolah menengah farmasi indonesia…
saya punya tugas buat makalah tentang pengawetan.. saya kemudian memilih fermentasi.. namun saya binggung apa saja yang harus saya tulis.. makalah yang akan saya buat min 5 lembar. bsa bantu saya?? terimaksih.
Oleh: ang2momo on Mei 28, 2009
at 12:30 pm
dapat baca di buku saya Mikrobiologi Indonesia dpat dibeli ditoko buku atao dari blog ini banyak yang berkait dengan fermentasi ambil tag fementasi maka muncul semua juga di blog saya yang lain http://permimalang.wordpress.com dan http://lecture.brawijaya.ac.id/nurhidayat silahkan saja dengan menyebut sumbernya.semga ada manfaat
Oleh: ptp2007 on Mei 30, 2009
at 11:58 pm
Ass.
pa haji tanya kalo bikin permentasinya pake botol plastik bisa g?
kan ragi 10% dari contoh kalo lebih byk ngaruhnya dimana?
Oleh: ibel on Mei 30, 2009
at 3:30 pm
kalo fermentasi cair dan aerob rsanya ga masalah. kalo leboh banyak mungkin leboh boros klo bisa sedikit kenapa harus banyak karena juga ga berarti makin baik.
Oleh: ptp2007 on Mei 30, 2009
at 11:48 pm
kalo bikin permentasi alkohol dari buah2an
bisa dari buah apa aj sih??
kalo bisa bedanya dimana sih
Oleh: ibel on Mei 31, 2009
at 5:47 am
+an
kan di diktat saya pada fermentasi di + Na2SO4
trus kalo g dipake ato di pake ngaruh dimana?
Oleh: ibel on Mei 31, 2009
at 5:56 am
mestinya bukan Na2SO4 tapi (NH4)2SO4 atau amonium sulfat sebagai sumber nitrogen yang berisfat asam. jika nutrisi cukuptidak ditambah juga boleh. ditambah jika ragu atau memang minimsumber nitogennya. kaloditambah Na2SO4 apa tidak mengganggu?
diktat saya itu maksudnya diktat karangan atau tulisan siapa ya? mungkin ada salah ketik.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Mei 31, 2009
at 7:18 am
hampir semua buah bisa digunakan dalam fermentasi ini karena yang penting ada sumber gula yang dpat diubah menjadialkoholdidukung oleh faktor lingkungan dan tidak ada penghambat
Oleh: ptp2007 on Mei 31, 2009
at 7:20 am
maap
baru tw saya na2s2o5 sodium metabisulfit
fungsinya bwt mengikat bakteri asam asetat
kalo g salah
Oleh: ibel on Juni 1, 2009
at 1:47 pm
apakah begitu? dapatkan metabisulfit mengikat bakteri asam asetat? setahu saya menghambat ya bukan mengikat.
Oleh: ptp2007 on Juni 1, 2009
at 2:03 pm
ya ya ya
bwt menghambat
kalo bkn fermentasi kadaluarsanya ampe kpn?
Oleh: ibel on Juni 5, 2009
at 7:52 am
tergantung produknya. tidak ada batasan yang sama.
Oleh: ptp2007 on Juni 8, 2009
at 1:45 pm
oh kalo bikin wine bisa bertahun2
kalo bikin dari nanas cuma 2 minggu ko
soalnya baunya dah kyk tape busuk
ada g supaya tahan lama??
^/^
Oleh: ibel on Juni 20, 2009
at 3:23 pm
itu terkontaminasi setelah selesai atau selama fermentasi. mestinya ketika fermentasi selesai dilakukan aging dan ini dapat berlangsung bulanan sampai tahunan hingga jernih kemudian larutan yang jernih ini dibotolkan. brem Bali misalnya butuh waktu aging 6 bulan.
Oleh: nurhidayat on Juli 2, 2009
at 1:52 pm
Pak, apa benar anggur + gula bisa difermentasi??? dan benar gak bagus buat kesehatan ??? penganti enzim ya??? tq
Oleh: Ani on Juni 21, 2009
at 12:28 pm
hem.. pertanyaan yg membingungkan (AMBIGU)
“dan benar ||gak|| bagus|| buat kesehatan”
Oleh: ibel on Juni 26, 2009
at 9:21 am
wine memang dari anggur. ditambah gula juga bagus. buat kesehatan?ngapain kita minum anggur? adakah manfaat? apa yang dimaksud pengganti enzim? rasanya ga ada yang diganti. mohon maaf jika tidak pas jawabnya
Oleh: namce8081 on Juni 29, 2009
at 3:48 pm
bapak yg ternormat , saya ada fermentasi buah pepaya hasil cukup baik , hanya aroma kurang asam bagaimana supaya aroma agak asam tetapi rasa tdk asam , terima kasih
Oleh: ping ping rudy on Juli 24, 2009
at 11:14 am
untuk aroma asam dapat tambahkan asammalat
Oleh: ptp2007 on Agustus 4, 2009
at 2:04 am
Aswrwb ,pak saya udah pensiunan ingin buat susu kedele tapi yang bisa tahan lama tanpa dimasukan di frtezer dan perbandingannya berapa.Selama ini yang saya kerjakan paling lama 3-4 hari di frezer trimakasih
Oleh: subagyo on September 8, 2009
at 3:59 am
assalamu’alaikum.
saya sswa SMA klaz 2, skarang lgi bkin karya tulis tntg fermntsi yoghurt
pak mo tnya..
klo fermntsi yoghurt btuh starter gk?
trus trmsuk fermentasi aerob/an aerob?
sya kan dah pernah cba, tpi hasilnya ada endapan+cairan, trus endapannya itu apa & cairannya itu apa? mhon di jawab. wassalalu’alaikum.
Oleh: dede rohimah on September 16, 2009
at 8:54 am
untuk membuat yogurt diperlukan starter. menilik organismenya yaitu bakteri Lactobacillus yang bersifat mikroaerob jadi aerob tapi gak boleh banyak kena udara. jika fermentasi berlangsung lama maka akan dihasilkan banyak asam laktat akibatnya tebentuk gumpalan susu. sama seperti kalu susu diberi asam maka susu akan pecah dan enggumpal, ini juga digunakan dalampembuatan keju
Oleh: ptp2007 on September 16, 2009
at 8:17 pm
assalamualaikum . .
saya mahasiswa thp dari unibraw malang,
tulisan bapak di atas bagus pak,,
mengenai fermentasi, saya ingin menanyakan, bagaimana bisa pada fermentor yang semua kondisinya sudah dikondisikan sedemikian rupa sehingga, tapi pada saat terjadi proses fermentasi oksigen dalam fermentor menjadi berkurang, padahal suplai oksigen sudah di atur dan gak ada masalah dengan itu,
kemudian disamping itu juga terdapat buih??
terima kasih bapak, saya berharap bapak berkenan menjawab nya, saya tunggu ya pak
Oleh: berri amani on Oktober 1, 2009
at 11:55 am
Oksigen ada dalam udara atau oksigen murni? ketikadimasukkan dalam fermentor maka ergantung dari besarnya saluran keluar. oksigen dalam bentuk gelembung besar akan banyak hilang dipermukaan medium fermentasi juga da yg hilang bersama buih. oleh sebab itu pengetahuan reologi dan aliran newtonium dan non-nwtn perlu diketahui. kalo tidak salah dalamkuliah teknologi fermentasi pak yunianto menjelaskan inisetidaknya jika ada materi aerasi dan agitasi kalo tdk dapat dibaca sendiri.
Oleh: nurhidayat on Oktober 7, 2009
at 7:14 am
Bapak yang terhormat,
Sepengetahuan saya, gula dilarutkan di dalam air hangat, lalu ditambah ragi, akan menghasilkan CO2 ..
Apakah memungkinkan membuat sesuatu yang bisa menghasilkan CO2 dalam bentuk padat?
Terima kasih banyak sebelumnya,
Eddy Wihardjo
Oleh: Eddy Wihardjo on Oktober 4, 2009
at 5:24 pm
Ragi mengandung khamir yang mengbah gula menjadi alkohol dan co2. untuk mengubah menjadi padat butuh teknologi sendiri yang kalo sederhana rasanya belum ada. mungkin ada yang lebih tahu?
Oleh: ptp2007 on Oktober 5, 2009
at 3:41 am
Bisa beri tahu apa yang mendasari kerusakan susu pada percobaan 3 susu yang dibiarkan selama 3 hari dengan cara yang berbeda. yang 1 dibiarkan terbuka, ke-2 di tutup kapas dan di beri kertas alumunium, ke-3 di tutup dan d beri kertas kemudian d panaskan.. TQ
Oleh: Reivaldi on Oktober 15, 2009
at 12:22 pm
tergantung dari asal susunya apa susu segara atau susu bubuk yang kemudian dibuat susu dengan menmbah air namun pada adasarnya kerusakan akan terjadi secara fisik,kimia dan mikrobiologis. dampak mikrobiologis nampak pada perunaha kimia dan fisik
1. pada susu yang dibiarkan terbuka maka mikrobia yg ada di ruang dapata memanfatkan susu sebagai nutrisi shg susu cepat rusak dengan kerusakan yg sangat bervariasi rergantung kualitas lingkungan.
2. jika susu dimasukkan eadah ditutup kapaslalu aluminium foil, maka mikrobia yg tumbuh adalah yg da pada air susu tersebut, namun kaalu 3 hari maka akan tumbuh baik dan susu rusak juga karena umumnya oleh bakteri asam dan susu pecah.
3, jika dipanaskan, tgt apakah suhu yg dipakai sudah dapat mematikan mikrobia (kecukupan pasteurisasi) jika hanya pasteurisasi saja maka dapat bertahan maksimum 7 hari jika sterilisasi maka dapat ahan lama. jika tidka cukup keduanya dapat juga rusak dengan tingkat kerusakan umumnya paling tinggi no 1 lalu 2 dan 3. jika dilihat per hari sedang 3 hari langsung kadang tak tampak bedanya. smg membantu
Oleh: ptp2007 on Oktober 15, 2009
at 10:04 pm
Saya mau minta tolong penjelasan tentang pembuatan tape dari ubi jalar. Mengapa kalsium karbonat bisa mengakibatkan tape menjadi lebih keras? Mohon bantuannya…terima kasih! ^^
Oleh: Terra on Oktober 16, 2009
at 8:18 am
pak, perkenalkan saya ela, siswi sma yang kemaren rabu sempat bertemu bapak di LPPT I UGM.
saya ingin mencoba menentukan kadar alkohol sendiri dari fermentasi tape yang saya buat, mohon penjelasan mengenai alat, bahan, dan langkah kerja yang saya butuhkan. (seperti yang kemaren rabu bapak sempat jelaskan kepada saya)
kemudian pak,
rencananya saya hendak mengukur kandungan gula, alkohol, dan pati secara kualitatif. untuk itu saya butuh iodine, yodoform, dan selliwanof apabila saya mengikuti laporan praktikum yang saya temukan. namun kendalanya, yodoform dan selliwanof merupakan barang yang langka dan sangat mahal. apakah bisa diganti dengan bahan lain yang mudah ditemukan?
dan apakah larutan (larutan yang terbentuk dari fermentasi tape ataupun hasil perasan dari tape itu) harus dipanaskan?
terima kasih .
Oleh: gabriela on Oktober 23, 2009
at 10:59 am
untuk pati pake KI saja murah. pakai perasan lebih mudah tidak perlu dipanaskan kecuali destilasi untuk analisisalkohol
Oleh: ptp2007 on Oktober 26, 2009
at 3:48 pm
perkenalkan pak, saya ela siswi sma yang sempat bertemu dengan bapak di LPPT I UGM kemaren rabu.
saya tertarik dengan usul bapak untuk mengukur kadar alkohol tape singkong sendiri dengan menggunakan perbandingan berat jenis alkohol dan berat jenis air. mohon penjelasan bapak selengkapnya mengenai alat, bahan, dan langkah kerja.
kemudian pak,
saya mengalami kendala dalam pengujian gula, alkohol, dan pati secara kualitatif karena yodoform dan selliwanof sangat sulit ditemukan. apakah ada yang bisa dijadikan bahan pengganti ?
lalu untuk pengujiannya, apakah larutan(yang terbentuk selama proses fermentasi atau perasan dari tape) harus dipanasi selain ditetesi bahan?
terima kasih pak .
saya juga memutuskan untuk mengukur kadar ph tape dengan menggunakan pHmeter ataupun pHindikator.
Oleh: gabriela on Oktober 23, 2009
at 11:05 am
alat yang digunakan adalah piknometer kalo ada. bahan didestilasi lalu destilat ditampung dan ditimbang beratnya untuk 25 mL hasilnya dibandingkan dengan berat 25 mL air murni (aquades). lalu dibuat standar dengan alkohol yang diketahui volumenya dicampur air murni dan ditimbang buat tabel bubungan antara berat dengan volume dan kadar alkohol. buat saja untuk 0 – 5%. kemudian dapat pula dibuat regresinya.
lainnya saya kirim via email saja ya
Oleh: ptp2007 on Oktober 26, 2009
at 3:44 pm
terimakasih, artikel ini dapat menjadi referensi yang sangat baik dan bermanfaat..
Oleh: rera on Oktober 25, 2009
at 8:52 pm
pak, adakah viabilitas mikroba pada nira kelapa? terimakasih
Oleh: ana on Oktober 31, 2009
at 2:46 pm
tentunya ada sehingga sering terfermentasi menjadi tuak. maka perlu ditambah pengawet
Oleh: ptp2007 on Oktober 31, 2009
at 11:08 pm
saya ingin bertanya kalau fermentasi menurut perspektif islam itu bagaimana ?
Oleh: Mifta khulchoir on November 3, 2009
at 3:13 pm
dari sisi mana? halal dan haram? banyak ahli beda pendapat. fermentasi adalah proses yg biasa seperti proses olahan lain baik fisis maupun khemis jadi ga ada masalah, menjadi masalah ketika dihasilkan alkohol ataupun bahan2 yang haram dikonsumsi. sebagai contoh untuk tape saja banyak ulama beda pendapat. pdahal fermentasi adalah proses yang disengaja. kadar alkoholtape dapat sampai 5% sama dengan bir bintang.
Oleh: ptp2007 on November 4, 2009
at 12:59 pm
Asslm….,
selain jamur candida utilis yang dapat digunakan untuk membuat minyak kelapa murni secara fermentasi, qr2 mikroorganisme apalagi yang dapat digunakan?
Oleh: nidha on November 9, 2009
at 4:26 am
jamur Rhizopus dapat, juga bakteri pseudomonas. umumya bakteri dengan kemampuan proteolitik dapat digunakan tapi jangan yang lipolitik
Oleh: ptp2007 on November 11, 2009
at 1:21 pm
prisip kerja fermentor bagaimana ya kak????
Oleh: samuel on November 24, 2009
at 6:48 am
fermentor pada dasarnya adalah alat dimana proses fermentasi berlangsung jadi tergantung dari jenis fermentasinya dan kelengkapan yang ada pada fermentor tersebut
Oleh: ptp2007 on November 25, 2009
at 2:41 pm
aslm wr.wbr
pa saya mau nanya, apa s. telluris dapat di gunakan untuk fermentasi buah semu jambu mete, kalau mau cari literaur tentans s.telluris dimana ya?. sebelumnya terimah kasih atas jawabanya pa.
Oleh: anang on Desember 2, 2009
at 3:52 am