nanas adalah buah tropis dengan daging buah berwarna kuning memiliki kandungan air 90% dan kaya akan kalium, kalsium, Iodium, sulfur, dan khlor. Selain itu juga kaya asam, biotin, vitamin B12m Vit E serta enzim bromelin.
Mengkonsumsi sari buah nanas akan meningkatkan protein dalam tubuh. nanas juga dapat digunakan untuk menguranngi dehidrasi.
Nutrisi nanas per 1 oz adalah :
kalium (kkal) = 17
energi (kj) = 73
lemak = 0 g
karbohidrat = 4,3 g
protein = 0,1 g
serat = 0,1 g
gula = 4,3 g
kolesterol = 0 g
abu = 0,3 mg
alkogol = 0 g

yth. ptp2007.wordpress.com
pak, saya mau tanya adakah teknologi untuk membuat sari buah menjadi bubuk / serbuk ?
saya tertarik untuk produksi sari buah (nanas/strawberi/pepaya) menjadi serbuk,…untuk obat obatan herbal.
terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya yang baik.
wassalam,
sutatosa
080161313613
Oleh: sutatosa on Nopember 19, 2008
at 4:35 am
ada pak. yang paling sederhana disebut foam mat drying yaitu pengeringan sari buah dengan pengering matahari atau oven.
sari buah dicampur dengan putih telur kemudian dibuihkan lalu ditebarkan secara tipis diatas loyangn dan dikeringkan. setelah kering dihaluskan dan diayak untuk menjadi muniman instan
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Nopember 20, 2008
at 1:58 am
Subhanallah,… saya tidak menyangka mendapat respon secepat itu,…
terima kasih pak.
o iya, untuk pengembangan skala yang agak besar (industri rumah tangga) apakah ada mesin nya pak (teknologinya) ?
barangkali bapak mengetahui, dimana saya bisa membeli dan berapa harga nya ?
saya ingin fokus di bisnis bromelin powder pak
wassalam
sutatosa
08161313613
Oleh: sutatosa on Nopember 20, 2008
at 6:43 am
mesinya hanya pengering biasa pak, dapat pesan di bengkel alat tedekat setelah dibei spek yang kita inginkan, tapi kalau untuk brimelin harus diperhatikan suhu janngan sampai merusak aktivitas enzimnya. untuk bromelin yang penting bukan kelarutannya tapi aktivitasnya agar dalam jumlah sedikit tetap dpat digunakan dengan baik.
Oleh: n on Nopember 22, 2008
at 2:58 am
Pak saya mau tanya. Dimana saya bisa dapatkan dengan mudah mikroba acetobacter xylinum.
Kalau Beli dimana ada yang jual pak??
Kalau Buat dari ampas nenas gimana caranya pak??
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih pak.
Dicky
Hp.0812.65888016
Oleh: Dicky on Nopember 24, 2008
at 9:43 am
Axetobacter aceti dapat dibeli pada berbagai lab misal di UGM atau IPB. mengenai cara membuat dari nanas sudah saya muat di jawaban sebelumnya silahkan di cek pada jawaban-jawaban yang ada. agar tidak selalu menulis ulang.
salam
nur
Oleh: ptp2007 on Nopember 25, 2008
at 1:10 am
Assalamu’alaiku pak.
Saya merencanakan penelitan bioremediasi limbah cair nanas pak. mengapa pH, BOD, COD dan TSS dalam limbah tersebut tinggi pak? Penelitian tentang bakteri indigen limbah cair nanas sudah ada pak? Untuk skala besar (debit air limbah 5.000-7.000 meter kubik per hari) apakah bioremediasi sesuai? Terima kashi Bapak. wassalam.
Agus Sutanto Metro Lampung
Oleh: AGUS SUTANTO on Februari 21, 2009
at 12:42 pm
karena ini limbah organik sehingga BOD tingi kalau bakteri indigen banyak tapi kalau untuk nanas saya belum tahu. bagus juga itu pak, saya pikir sesuai. karena untuk yang lain umumnya sesuai
Oleh: nurhidayat on Februari 28, 2009
at 10:48 pm
saya sudah buat sari buah mau saya jadikan bubuk. sari buah saya beri dektrin 40% dari berat sari buah. kemudian saya tambah putih telur 2% dari berat total ( sari buah dan dektrin) kemudian saya oven dengan suhu 60 derajat selama 12 jam. tapi hasilnya koko tetap encer. gak bisa menggumpal. gimanaya sosulsinya
Oleh: ags on Maret 5, 2009
at 8:03 am
mungcoba sari buah ditebarkan setipis mungkin diatas loyanglalu dikeingkan nanti akan jadi lembaran2 tipis dan lembaran ini diblender agar halus.
Oleh: nurhidayat on Maret 5, 2009
at 10:48 pm
adakah pengaruh PH dalam pembuatan bubuk buah. berapa seharusnya ph yang digunakan agar mendapat hasil yang terbaik. oya satu lagi gimana caranya buat tepung wortel agar nilai gizi tetap bagus? terima kasih
Oleh: ags on Maret 6, 2009
at 10:27 am
akan saya usahakan artikenya umumnya dengan foam mat drying. tapi dimasyarakat bisanya dengan pemasakan dalam wajan hingga dibentuk kristal
Oleh: ptp2007 on Maret 7, 2009
at 6:33 am
penggunaan cmc apakh harus diaktifkan? maksudnya pada pembuatan minuman instan. saya menginginkan serbuk yang larut sempurna (tidak mengendap). ketika sudah jadi serbuk saya tambahkan cmc. kemudian saya sajikan dal bentuk minuman kok lama kelamaan ada endapannya. sepertinya cmc didak berfungsi. kadar cmc yang saya gunakan 0.2% / liter minuman. gimana solusinya? terimakasih
Oleh: dni on Maret 15, 2009
at 11:32 am
asslam..
pak,,saya ingin tanya..
kalau dalam pembuatan serbuk instan buah pepaya..apakah diperlukan pepaya dari varietas tertentu??
bagaimana pula cara untuk mengurangi aroma atau bau khas dari pepaya itu sendiri..
trima kasih..
wassalam..
Oleh: dee on Maret 20, 2009
at 12:35 pm
pak kandungan atau komposisi kulit nanas itu apa aja…
Oleh: hanna on April 4, 2009
at 7:46 am
Yth. Pak Nur Hidayat
di Brawijaya
Saya dulu mahasiswa bapak, angkatan ‘94 jurusan THP Univ. Widyagama Malang.. tentu bapak masih ingat… waktu itu bapak ngajar Fermentasi.. yang memang spesialis bidangnya bapak…. pak Nur.. saya pingin memproduksi enzim bromelin dalam skala besar… and mau saya pasarkan… menurut bapak..teknologi yang gimana ya pak… and mohon penjelasan sejauh mana penggunaan produk enzim bromelin di pasaran….
terima kasih.
Santoso,SP
Oleh: Santoso,SP on Mei 4, 2009
at 5:42 am
kalo naman saja masih kurang ingat. mengenai enzim sebaiknya dari nanas yang muda gunakan teknologi sederhana saja untukmenghasilkan enzim kasar
Oleh: ptp2007 on Mei 4, 2009
at 11:25 am
Assalamualaikum…
Pak, saya sedang mengembangkan produk nanas hasil produksi komunitas petani di bogor yang diolah menjadi selai nanas Organik. Beberapa kali percobaan telah kami lakukan untuk mendapatkan formula yang tepat untuk mendapatkan rasa yang oke. Masalah yang belum dapat kami atasi sekarang mengenai daya simpan selai yang belum dapat bertahan lama. Saya mohon bantuan Bpk, untuk memberikan masukan bahan alami apa yang dapat kami tambahkan. Kami bertekad memproduksi selai nanas organik tanpa campuran bahan pengawet kimia dan bahan kimia lainnya. Karena bahan baku nanas merupakan buah organik.
Atas bantuannya saya sangat berterima kasih.
Wass..
Oleh: rika on Mei 18, 2009
at 8:07 am
umumnya dengan mengatur kadar airnya, usahakan sedikit mungkin tapi masih bentuk selai, kadang juga ditambahkan minyak/margarin
Oleh: ptp2007 on Mei 18, 2009
at 5:16 pm
Yth. pak Nur Hidayat
di Brawijaya
Saya Pak Santoso,SP staf Laboran Fak. Pertanian Widyagama Malang, dulu mantan mahasiswa bapak jurusan THP angkatan ‘94. pak saya mohon petunjuk prosedur pemisahan enzim bromelin…. terima kasih.
Oleh: SANTOSO,SP on Juni 4, 2009
at 1:40 am
pak Nur kami mohon petunjuk prosedur pemisahan enzim bromelin, setelah ekstrak dicampur putih telur dan di oven… tks
Oleh: SANTOSO,SP on Juni 4, 2009
at 2:40 am
pak nur hidayat. kalau mau mengeringkan minuman apa harus ada putih telurnya? selain dextrin. maksudnya sari buah + dektrin saja apa bisa? tanpa penambahan putih telur. terima kasih
Oleh: dni on Juni 15, 2009
at 4:17 am
silahkan dicoba dan bandingkan hasilnya
Oleh: nurhidayat on Juni 15, 2009
at 9:55 am
pak mau nanya..
kalau teknologi pembuatan minuman serbuk karbonasi sari buah nenas itu ada gak?
makasih sebelumnya,,,,,
Oleh: wilma on Juni 18, 2009
at 3:12 am
pak nur saya sudah mencoba puluhan kali peneringan saribuah. hasilnya tidak memuaskan. yaitu tiadk bisa jadi bubuk. pertam sari buah + malto dextrin. tidak berhasil sampai berkali2 dicoba tidak berhasil. kedua sari buah + putih telur juga tdk berhasil. kadang 2 sampai bosan. gimana sebenarnya prosesnya? saya membeli buku karya bapak tentang membuat minuman bubuk dan karbonasi. saya praktekkan untuk yag serbut juga tdk berhasil. mohon bantuan bapak. terimakasih
Oleh: dni on Juni 25, 2009
at 4:34 am
harus diketahui hasilnya karena itu untuk menentukan dimana kekurangannya.
Oleh: ptp2007 on Juni 25, 2009
at 4:53 am
hasilnya seperti gulali tidak mau jadi serbuk. pengeringan diatas loyang sudah setipis mungkin pada suhu 60 derajat selama 24 jam. kenapa ya pak?
Oleh: dni on Juni 25, 2009
at 5:24 am
hasilny setelah pengeringan pada suhu 60 derajat selama 24 jam hasilnya seperti gulali. padahal sudah dituang setipis mungkin.
Oleh: dni on Juni 25, 2009
at 4:55 am