Ubijalar kaya akan serat diet, mineral, vitamin dan antioksidan seperti asam fenolat, antosianin, tokoferol dan beta karoten. Selain bekerja sebagai antioksidan, senyawa karotenoid dan fenolat juga menjadikan ubi jalar menjadi menarik dengan warna krem, kuning, oranye dan ungu. Kandungan fenolat pada ubijalar sekitar 0,14 – 0,51 mg/g berat segar. ubijlara ungu mengandung 0,4 – 0,6 mg antosianin/g berat segar.
Beberapa metode telah dikembanngkan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dalam bahan pangan atau sistem biologis. Dua metode yang umum digunakan dalam uji aktivitas antiokisdan adalah DPPH dan ABTS. Generator radikal bebas yang dipakai dlam DPPH adalah 2,2-diphenyl-l-picrylhydrazyl dan dalam ABTS adalah 2,2′-azinobis(3-ethyl-benzothiazoline-6-sulfonic acid.
Ekstraksi fraksi lipofilik dan hidrofilik (untuk analisis)
Tepunng ubijalar divortex selama dua menit dalam hexane. campuran kemudian disaring menggunakan Buchner funnel. Ekstraksi dilakukan dua kali dan ekstrak lipofilik yang diperoleh dievaporasi pada suhu 50 C menggunakan vacuum evaporator.
Residu setelah ekstraksi hexane kemudian di ekstraksi dua kali dengan metanol asam (asam asetat 7 % dalam metanol 80%) untuk memperoleh fraksi hidrofobik

dalam ubi jalar disebutkan adanya antioksidan yaitu tokoferol, yang saya tanyakan ada berapa jumlah tokoferol dalam 100 gram bahan dan metode apa yang digunakan untuk mendeteksi adanya tokoferol.
trims
Oleh: vie on Juli 25, 2008
at 4:15 am
aslkm..pak nur udah lama saya g ke situs bapak ini..
waah..makasih banyak ya Pak informasinya.
tapi menurut bapak baiknya apakah hanya antosianinnya saja yang di ekstraksi? mengingat banyak kandungan ubi ungu yang bermanfaat..apa lebih baik ekstraksi secara keseluruhan ya? dengan hanya menghilangkan tepung patinya saja??cara yang baiknya seperti apa ya pak?
apa berarti metode ekstraksi untuk tiap zat yang saya inginkan berbeda ya pak??
trimakasih pak
Oleh: iyut on September 3, 2008
at 4:59 am
oia, kestabilan zat aktif dalam effervescent itu dipengaruhi dengan tinggi-rendahnya pH, kalau ekstrak ubi jalar ungu seperti apa y pak kestabilannya?
Oleh: iyut on September 3, 2008
at 5:02 am
pak nur, kalo ekstraksi tersebut dengan larutan asam gimana ya? menurut Bapak apakah sisa ekstraksi masih dapat dimanfaatkan? kira-kira sisa tersebut masih mengandung apa saja Pak? terima kasih….kalau berkenan tolong balas ke email saya Pak.
Oleh: prie on September 14, 2008
at 4:22 am
assalamu’alaikum
pak, saya mahasiswa thp.mau tanya.
1.ubi jalar bisa dijadikan pikel (baik dibuat dengan fermentasi spontan dan dengan penambahan bakteri asam laktat) tidak pak?
2.sebaiknya untuk membuat pikel menggunakan ubi jalar yang bagaimana?
terima kasih pak.
maaf kalau tidak berhubungan dengan artikel yang di atas.
kalau berkenan tolong dibalas ke email saya pak.
wassalam
Oleh: zahroh h octarini on Maret 5, 2009
at 8:31 am
dapat saja asal mentah ya. namun harus diperhatikan tekstur jangan sampai jadi rapuh karena biasnaya bahan berpati rusak dalam fermentasi ini. cobalah diteliti dari berbagai jenis dan umur simpan setelah pemanenan.
Oleh: nurhidayat on Maret 5, 2009
at 11:11 pm
sy mhsiswa lg penelitian, gm caranya supaya ekstrak kulit ubi jalar itu tahan lama, krna qta tau antosianin yg trkandung dalamnya kan rendah kestabilannya…
thx ya..
Oleh: dinandbarat on April 19, 2009
at 3:51 pm
selama antosianin di larutan yang digunakan untuk ekstraksi dan disimpan baik rasanya tidak rusak. seang pada produk itu masalah lain.
Oleh: nurhidayat on April 20, 2009
at 2:43 pm
pak saya mau tanya, proses pembuatan tepung ubijalar tu gimana ya?terimakasih atas jawabannya.
Oleh: afrida on Mei 16, 2009
at 5:59 am
Pak Nur, saya mau analisis kandungan antosianin dan vit B6 daging umbi ubi jalar, tapi saya belum tau prosedur analisis kedua komponen tsb. Kalau tidak keberatan, tolong donk bapak berikan pada saya. Ditunggu ya balasannya. Trims.
Oleh: budi on Juni 2, 2009
at 9:54 am
assalamu’alaikum
pak, saya mau tanya lebih besar mana kandungan antosianin tepung ubi jalar ungu dan puree ubi jalar ungu?
kslo dijadikan keripik apakah kadar antosianinnya berkurang jika dibandingkan dengan pemrosesan menjadi tepung atau puree.
terimakasih.
wasalam
Oleh: novitasari on Juni 11, 2009
at 8:15 am
ya dianalisa dulu yang jelas kalo tepung lebih sedikit airnya sedang puree lebih sedikit patinya. tidak jauh beda
Oleh: ptp2007 on Juni 12, 2009
at 1:08 pm